basa sunda mah tos gaul ti baheulana ogen lur
janten moal sieun ku ancaman
malah asa kabaturan
conto: cingcay


2010/10/14 Ii Sumirat <[email protected]>

>
>
>  Bahasa gaul cenah ngancam ka bahasa Indonesia, kumaha tah ka bahasa sunda
>
> Kusabab ayeuna muncul kecap2 anu sora tungtungna “ay” samisal alay, jablay,
> lebay, ah capcay
>
> Sikuring bari ngacay : )
>
>
>
> Baktos
>
>
>
> http://www.gatra.com/artikel.php?id=141968
>
> Bahasa Gaul Ancam Bahasa Indonesia
>
> Jakarta, 10 Oktober 2010 07:00
>
> Perkembangan zaman dan teknologi informasi telah menggiring kaum
> muda untuk berkomunikasi dengan caranya sendiri, hingga bisa mengancam
> bahasa Indonesia.
>
> "Bahasa Indonesia yang baik dan benar pun jadi korbannya dan
> kalau mau menggunakan bahasa Indonesia total saja. Jangan dicampur dengan
> bahasa
> rekaan sendiri atas nama bahasa gaul," kata Ketua Program Studi Indonesia
> Universitas Indonesia, Maria Josephine Mantik, di Jakarta, Sabtu
> (9/10).
>
> Dijelaskan Maria, bahasa Indonesia adalah identias bangsa,
> karenanya tidak pantas perkembangan zaman dan perubahan teknologi
> komunikasi
> menggerusnya. Terlebih dasarnya hanya, atas dasar pergaulan.
>
> Pergeseran
> itu tampak di kalangan remaja, utamanya saat mengirim pesan singkat via
> telepon
> seluuler atau berkomunikasi di dunia maya melalui akun
> Facebook.
>
> Salah satu contoh bahasa komunikasi mereka yang
> dikatakan bahasa gaul adalah dengan menyingkat huruf dengan angka dalam
> sebuah
> kata.
>
> Sebagai contoh kata Maria, "9ax aneh kok ay..slmet ya mo9a
> lan99eng. amHIen". Kalimat itu artinya, "nggak aneh kok Ay,selamat ya
> semoga
> langgeng. Amin."
>
> Bahasa gaul atau yang kerap disebut bahasa "alay",
> menurut Maria, baik. Asal dikendalikan, jangan kebablasan seperti sekarang
> ini,
> setiap saat mempergunakan bahasa gaul, tidak lagi melihat tempat dan
> momennya.
>
> Untuk itulah diskusi ini digelar sebagai peringatan kepada anak
> muda untuk tidak terus menerus bercakap dengan bahasa gaul karena bahasa
> itu
> bisa merusak tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.
>
> Menurut Maria,
> munculnya bahasa gaul terjadi karena dinamika kehidupan masyarakat.
> Kemajuan
> teknologi komunikasi yang pesat turut mendorong perkembangan bahasa.
> Ditambah
> lagi dengan kemunculan situs jejaring sosial di dunia maya.
>
> Awal tahun
> 2000 kata Maria, menjadi titik penting,dikenalnya istilah bahasa gaul,
> terutama
> di kalangan anak muda.
>
> Masyarakat pengguna media internet memanfaatkan
> bahasa gaul untuk berkomunikasi secara online. Akhirnya penggunaan bahasa
> gaul tumbuh dengan subur di dunia maya.
>
> Bahasa gaul atau "alay"
> berkembang karena remaja atau anak muda ingin diakui statusnya di dalam
> pergaulan. Karena itulah, mereka rela mengubah gaya bicara, mimik, bahasa
> tulisan, bahkan sampai mengubah gaya berpakaiannya.
>
> Untuk mengendalikan
> itu semua, peran orangtua, keluarga, pengajar, dan masyarakat sangat
> dibutuhkan.
> Jika tidak, penggunaan bahasa "alay" itu akan merusak penggunaan tata
> bahasa
> Indonesia dan bahasa lainnya," papar Maria.
>
> Saat ini, tambah Maria,
> pengetahuan kaum muda, termasuk mahasiswa dalam penggunaan bahasa Indonesia
>
> sangat minim, ini diketahui saat mereka membuat makalah atau presentasi.
> Banyak
> mahasiswa yang tidak mengerti penggunaan tata bahasa Indonesia karena kerap
>
> menggunakan bahasa "alay" dalam percakapan sehari-hari.
>
> Sementara itu
> pengamat komunikasiDian Budiargo menuturkan, penggunaan bahasa "alay" bisa
> menyebabkan pembentukkan pemahaman yang mengkristal di kaum muda. Hal ini
> dikhawatirkan akan merusak tatanan bahasa Indonesia.
>
> "Seperti kata lu dan
> gue, jika dua kata itu digunakan antar teman tidak akan menjadi masalah.
> Namun
> jika digunakan pada acara formal, maka akan muncul anggapan rendahnya
> tingkat
> profesionalisme seseorang dalam suatu hubungan kerja," ujar Dian.
>
> Untuk
> menghindari makin hilangnya pemahaman kaum muda dan masyarakat tentang
> bahasa
> Indonesia adalah perlunya ditanamkan kesadaran dan pemahaman membedakan
> penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai konteks," tutur
> Dian.
>
> Dian mengimbau kepada masyarakat termasuk pendidik untuk menjaga
> dan melestarikan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang utama dan penting
> sebagai
> warga negara Indonesia.
>
> "Di era global, penguasaan bahasa asing tetap
> diperlukan. Namun yang lebih penting adalah menjadikan bahasa Indonesia
> sebagai
> bahasa utama. Sehingga kekhawtairan kita akan buramnya penggunaan bahasa
> Indonesia di media digital yang dianggap tidak baik dan tidak benar tidak
> akan
> terjadi," terang Dian.
> [EL, Ant]
>
>    
>

Kirim email ke