biasana mah sok tepung ari lebaran, ngan kamari uing teu ka lembur, aya urusan keun urang dongengan sugan daekeun gabung ka milis geura
2010/10/16 Tirta widjaja <[email protected]> > > > Mh cik tarekahan jiwa "pengabdian"ana sugan atuh ngajar di Universitas > Siliwangi... > > *~ experientia docet sapientiam ~* > > > ------------------------------ > *From:* oman abdurahman <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Thursday, October 14, 2010 15:39:00 > *Subject:* Re: [kisunda] Yogi Erlangga memecahkan persamaan rumit > matematika yang dicari perusahaan minyak dunia. > > > > Muhun eta teh warta tos rada lami. Ti payun kungsi oge diguar di ieu > milist. Aya anu matak pikabingaheun sanesna, eta gan Yogi Erlangga teh > dulurna Mh, salah saurang kuncen ieu milist. Mangga geura talek Mh, kumaha > lalakon gan Yogi teh. > > Nyakitu, seueur anu nyongcolang ti bangsa urang dina hini widang elmu, > namung, kusabab sistem di urang teu mere kasempetan, eta anu nyongcolang teh > milih gawe di nagri deungeun. Contona, nya gan Yogi ieu. Ku pausahaan minyak > urang mah teu diambeuan, tapi, ku nagara deungeun anu jauh mela-melu di > kaler, diajenan pisan. Nya kitu deui kasus kang Yaya anu ayeuna nu ngumbara > di Korea, oge seueur anu sanesna. > > manar > > 2010/10/14 Ii Sumirat <[email protected]> > >> >> >> >> >> Teu disundakeun hapunten >> >> >> Matematika Rumit dari Tasikmalaya >> >> Yogi Erlangga memecahkan persamaan rumit matematika yang dicari perusahaan >> minyak dunia. >> >> Jum'at, 13 Agustus 2010, 17:06 WIB >> >> Renne R.A Kawilarang >> >> Yogi Erlangga (http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com) >> >> VIVAnews – Usia 36 tahun. Lahir di Tasikmalaya. Yogi Erlangga meraih gelar >> doktor dari Universitas Teknologi Delft, Belanda pada usia yang terbilang >> muda, 31 tahun. Dia mencintai ilmu yang dibenci banyak orang, matematika. Di >> negeri kincir angin itu, dia dinobatkan sebagai doktor matematika terapan. >> >> Dan matematika itulah yang melambungkan Yogi Erlangga ke perusahaan minyak >> raksasa dunia. Dia adalah efisiensi. Rumus matematika yang dikembangkannya >> membuat ribuan insinyur minyak bisa bekerja cepat. Akurasi tinggi. Dan >> akhirnya si raja minyak banyak berhemat. >> >> Penelitian yang dilakukan Yogi dalam meraih gelar doktor berhasil >> memecahkan persoalan matematika atas gelombang yang bisa digunakan oleh >> perusahaan minyak untuk mencari cadangan emas hitam itu. Rumus yang >> dikembangkan Yogi ini seratus kali lebih cepat dari yang berlaku sebelumnya. >> >> Bukan cuma perusahaan minyak yang riang, sejumlah perusahaan raksasa dunia >> yang mengunakan unsur gelombang juga bersukaria. >> >> Rumus matematika anak Tasikmalaya itu juga manjur untuk teknologi keping >> Blu-Ray. Keping itu bisa memuat data komputer dalam jumlah yang jauh lebih >> besar. Rumus itu juga mempermudah cara kerja radar di dunia penerbangan. >> >> Dalam siaran pers -- saat wisuda doktor Desember 2005-- Universitas Delft >> sungguh bangga akan pencapaian Yogi. Siaran per situ menyebutkan bahwa >> penelitian Yogi adalah murni Matematika. >> >> Dia berhasil mengembangkan suatu metode kalkulasi, yang memungkinkan >> sistem komputer untuk menyesaikan ekuasi krusial secara lebih cepat. >> Padahal, persamaan krusial itu sulit diatasi oleh sistem komputer yang >> dipakai perusahaan-perusahaan minyak. >> >> Penelitian Yogi itu didasarkan pada “Ekuasi Helhmholtz.” Bagi kalangan >> ilmuwan, metode ekuasi itu penting dalam mengintepretasi ukuran-ukuran >> akustik yang digunakan untuk mensurvei cadangan minyak. >> >> Sebelumnya, pengukuran itu dilakukan secara dua dimensi. Namun, dalam >> penelitian doktoralnya, Yogi berhasil membuat metode kalkulasi yang >> digunakan untuk memecahkan ekuasi Helmholtz ratusan kali lebih cepat dari >> yang biasa. >> >> Itulah sebabnya perusahaan-perusahaan minyak bisa memanfaatkan kalkulasi >> secara tiga dimensi untuk mencari cadangan minyak. Itulah sebabnya Delft >> yakin bahwa metode yang dikembangkan Yogi bisa mengundang daya tarik >> perusahaan-perusahaan minyak. >> >> Profesor pembimbing tesis Yogi, Dr. Kees Vuik, bangga dengan kerja keras >> anak didiknya itu. “Berdasarkan respon-respon yang kami terima dari industri >> maupun universitas-universitas asing, kami yakin bahwa karya itu telah >> memecahkan masalah yang telah berlangsung selama tiga puluh tahun,” kata >> Vuik dalam siaran pers Universitas Delft. >> >> Peneliti asal Institut Teknologi Bandung (ITB), Khairul Ummah, menyatakan >> kekagumannya atas pencapaian Yogi. “Riset PhD dia cukup dahsyat, memecahkan >> persoalan matematika gelombang yang digunakan oleh perusahaan minyak Shell >> untuk mencari cadangan minyak,” tulis Khairul dalam laman blog ilmiah SEPIA >> yang dia kelola bersama sejumlah akademisi lain. >> >> “Hasil riset dia [Yogi] cukup menghebohkan dunia minyak, terutama dengan >> kemungkinan membuat profil 3 dimensi dari cadangan minyak. Metode dia >> berhasil memproses data-data seismik seratus kali lebih cepat dari metode >> yang sekarang biasa digunakan,” tulis Khairul. >> >> Yogi meraih gelar sarjana ilmu aeronautika dari ITB pada 1998. Kemudian >> dia menimba ilmu di Belanda dan meraih gelar Master (Msc) di Universitas >> Teknologi Delft pada 2001 di bidang Matematika Terapan. >> >> Empat tahun kemudian, di alma mater dan disiplin ilmu yang sama, Yogi >> meraih gelar Doktor. Sempat mengikuti program post-doctoral di Jerman, Yogi >> selanjutnya tercatat sebagai Asisten Profesor bidang Matematika di >> Universitas Alfaisal, Arab Saudi. Menurut data dari Universitas Alfaisal, >> Yogi sibuk dalam proyek penelitian aljabar linear dan analisis matriks. >> >> Menurut Khairul, Yogi sempat merasa sedih bahwa dirinya lebih dihargai >> perusahaan-perusahaan asing ketimbang di Indonesia. Saat tidak ada >> perusahaan tanah air yang mengetahui karyanya, Yogi malah gencar didekati >> sejumlah perusahaan top dunia. >> >> “Setelah hasil dia dipublikasikan, maka dia mendapat kontak dari >> Schlumberger untuk menindaklanjuti hal itu. Shell tentu saja sudah >> memakainya. >> >> Bahkan di Belanda dia diliput oleh media massa, juga media TV Belanda >> berencana mewawancarainya (tapi dia keburu pingin pulang, jadi tidak >> sempat). Jelas hal ini menunjukkan potensi ekonomi luar biasa dari algoritma >> matematik yang dia temukan,” tulis Khairul di blognya. >> >> Di laman blog SEPIA, Mei 2006, Yogi mencurahkan uneg-unegnya atas tiadanya >> perhatian perusahaan-perusahaan asal Indonesia kepada karyanya. “Dari bangsa >> ini, sudah banyak yang memberikan kontribusinya masing-masing pada dunia >> keilmuan yang digelutinya. Sayangnya bangsa kita belum terbiasa untuk >> menghargai hasil karya keilmuan mereka,” tulis Yogi. >> >> Dia mencontohkan, tahun 1970, Indonesia, Malaysia, Korea, China were >> nothing [sama-sama tidak ada apa-apanya]. Tahun 1980, Korea became >> something. Tahun 1990 Malaysia started to be something. “Sekarang, China is >> everything. Unfortunately, we are still nothing, sadly speaking,” tulis >> Yogi. >> >> Namun, dia yakin bahwa masih banyak anak bangsa yang akan merasa bangga >> jika mereka menghasilkan segala prestasi terbaiknya di negeri sendiri dan >> untuk kejayaan bangsanya. Tinggal kemauan bangsa dan negara untuk menyambut >> keinginan mereka dengan sambutan yang “appropriate” [layak], kata Yogi. >> >> • VIVAnews >> >> >> http://sorot.vivanews.com/news/read/170954-matematika-rumit-dari-tasikmalaya >> >> >> > > >
