wah Pendekar Kelana tea panginten nya ?

--- Pada Ming, 17/10/10, mh <[email protected]> menulis:

Dari: mh <[email protected]>
Judul: Re: [kisunda] Wisata - Situ Cibeureum, Bekasi
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 17 Oktober, 2010, 3:18 AM















 
 



  


    
      
      
      lain ari ahli mah, ngan resep ngablu we, udar ador milangan kori

2010/10/16 Koko Budiman <[email protected]>
















 



  


    
      
      
      Pk mh ahli paariwisata ?

--- Pada Sab, 16/10/10, mh <[email protected]> menulis:


Dari: mh <[email protected]>
Judul: [kisunda] Wisata - Situ Cibeureum, Bekasi
Kepada: "Ki Sunda" <[email protected]>

Tanggal: Sabtu, 16 Oktober, 2010, 12:42 AM







 



    
      
      
      Situ Cibeureum "Paniisan" di Metropolitan Bekasi

                                        
                                
                                                                        Situ 
Cibeureum yang berada di Desa Lambang Jaya, 
Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, masih menjadi salah satu 
objek wisata favorit bagi warga Bekasi.* Syamsul Bachri/PDR
                                                        
                                
Hari belum begitu siang ketika 
sampai di Tambun Selatan. Jarum jam pun belum sampai di posisi angka 
sepuluh. Akan tetapi, udara panas sudah mulai terasa menyengat di kulit.
 Sedikit demi sedikit, keringat pun sudah mulai keluar dari lubang 
pori-pori.
Rasa gerah mulai mengge-rayangi tubuh.
 Kaus oblong yang dipakai pun mulai lengket di tubuh. Kenyamanan di 
perjalanan jadi sedikit terusik. Kerongkongan pun tidak bisa diajak 
kompromi, terus berontak minta disiram air penyegar.
Konsentrasi mulai terganggu oleh udara
 panas. Yang terbayang di benak pikiran, hanyalah kelapa muda, es 
cendol, minuman ringan, dan aneka minuman segar lainnya. Benar-benar tak
 bersahabat udara Bekasi.
Tidak bersahabatnya udara Bekasi, 
sedikit terobati ketika menginjakkan kaki di Situ Cibeureum. Nyes, 
semilir angin situ langsung menerpa tubuh. Terasa begitu segar. Oasis 
paniisan di tengah kegersangan.
Kurang teduh
Situ Cibeureum, hingga saat ini, masih
 menjadi tujuan favorit masyarakat sekitar, terutama di akhir pekan atau
 hari libur. Padahal, tidak banyak yang bisa dinikmati di Situ Cibeureum
 ini, selain panorama alamnya.
Sebenarnya, tidak hanya panorama 
alamnya saja yang bisa dinikmati masyarakat. Di Situ Cibeureum ini 
berbagai atraksi air dan alam bisa diwujudkan, dengan catatan situ ini 
dikelola secara profesional. Jadi tidak hanya sebagai tempat ngadem 
saja. Potensinya sangat besar.
Sekarang saja, Situ Cibeureum seperti 
dibiarkan begitu saja. Apa adanya. Lihat saja pepohonan sekitar situ. 
Yang rimbun hanya di tempat rest area saja. Selebihnya hanya ditumbuhi 
rerumputan dan ilalang. Malahan terkesan gersang. Situ Cibeureum yang 
sudah cantik menjadi terlihat kurang elok.
Situ Cibeureum yang luasnya sekitar 20
 hektare ini sebenarnya bisa disulap menjadi oasis Metropolitan Bekasi. 
Bisa? Pasti bisa. Kuncinya, ada tidak niat Pemkab Bekasi menjadikan Situ
 Cibeureum sebagai daerah tujuan wisata.
Sayang sekali, jika Situ Cibeureum 
dibiarkan begitu saja. Jika dikembangkan, berbagai aktivitas bisa 
dilakukan di Situ Cibeureum. Mulai dari baca-baca koran, olah raga, 
berperahu, wisata kuliner, memadu kasih, menghilangkan stres, memancing,
 hingga hanya sekadar ngadem di siang bolong.
Situ Cibeureum ini tepatnya berada di 
Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Dari Kota
 Bekasi berjarak se-kitar 12 kilometer dan dari Jalan Raya Tambun 
sekitar 3 kilometer. Lokasinya, persis di belakang Perumahan Grand 
Wisata.
Tak ada penerangan 
Jika suatu saat Anda singgah di Situ 
Cibeureum, jangan takut kelaparan. Meskipun objek wisata ini belum 
ditata baik, pedagang makanan dan minuman lumayan banyak. Ada sekitar 
lima belas pedagang yang mengadu peruntungan di Situ Cibeureum ini.
Akan tetapi, jika ada niat berwisata 
ke Situ Cibeureum, jangan terlalu sore. Para pedagang di sekitar objek 
wisata air ini hanya berope-rasi hingga pukul enam sore saja. Setelah 
itu, di Situ Cibeureum seolah tak ada kehidupan. Sepi, sunyi, dan gelap 
gulita. "Di objek wisata Situ Cibeureum ini belum ada listrik, Pak. 
Makanya, para pedagang di sini jualannya hanya sampai magrib saja," ujar
 Rita, yang sudah berdagang selama empat belas tahun.
Kalau Situ Cibeureum bisa terang 
benderang, mungkin para pengunjung bisa betah berlama-lama. Tidak 
sedikit, para pengunjung yang menginginkan suasana malam di Situ 
Cibeureum. Dan, para pedagangpun aktivitasnya mungkin tidak sampai pukul
 enam lagi. "Ya kalau sudah ada listrik, mungkin saya bisa jualan sampai
 malam hari. Kalau sekarang mah takut, apalagi kalau turun hujan," 
katanya.
Apa yang dikatakan dan diharapkan para
 pedagang di Situ Cibeureum ini, merupakan masukan yang sangat berharga 
bagi pemda setempat. Memang sudah waktu-nya, Situ Cibeureum dibenahi dan
 dilestarikan. Sayang kan, jika kelak Situ Cibeureum hanya tinggal 
namanya saja. Atau berubah fungsi menjadi kawasan perumahan atau 
industri. Semoga saja tidak. (Syamsul Bachri/PDR/-"Pikiran Rakyat" 
)***http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=160222





    
     



 





    
     

    
    






  










    
     

    
    


 



  










Kirim email ke