Nu tadina ambek kapegung terus teu katahan jigana,,, kaasupan jurig.  

Amit2 boro2 nyandung sikuring mah bah..

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
Waluya
Sent: Thursday, October 21, 2010 10:36 AM
To: [email protected]
Subject: [kisunda] Duh ...akibat nyandung!

 

  

Nyandung mawa mamala? Sigana bener, paling henteu keur Karyadi nu dipaehan
terus awakna dipotong-potong (di mutilasi) ku pamajikan nu kadua kulantaran
timburuan Karyadi nambahan koleksi pamajikan. Kasus ieu sigana kasus
"ulangan" kajadian taun tukang, dimana aya supir metro mini di jakarta, nu
oge di mutilasi ku pamajikanana kulantaran timburuan carogena nambahan
koleksina ....

Rabu, 20/10/2010 15:13 WIB
Kasus Mutilasi
Poligami Jadi Pangkal Pembunuhan Karyadi 
E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Poligami yang dilakukan Karyadi (53) membawa petaka. Istri
keduanya, Muryani dibakar cemburu. Tindakan Karyadi yang menikahi Tuti,
istri ketiganya dinilai sebagai pengkhianatan.

"Motifnya dilatar belakangi unsur kecemburuan dan amarah, karena korban
menikah lagi dengan perempuan yang sekarang menjadi istri ketiga," kata
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar dalam jumpa pers di
Polres Jakarta Timur, Rabu (20/10/2010).

Boy menuturkan, tindakan Karyadi yang menikah lagi tersebut, dianggap
menyalahi perjanjian yang sudah dibuat antara Karyadi dan Muryani.

"Mereka menikah 12 tahun lalu, dan ada perjanjian bahwa korban tidak boleh
bermain judi dan main selingkuh lagi. Tapi kemudian diketahui korban punya 2
orang anak, dan menikah dengan Tati Sutanti istri ketiga," terangnya.

Sedang menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Nicolas Lilipaly,
api cemburu mulai muncul 6 bulan lalu. Saat itu, tersangka meminta bantuan
Karyadi untuk mencari dompet milik anak tersangka bernama Fitria yang
hilang.

"Tersangka mencari korban sampai ke pasar, namun di sana ditunjukkan kalau
Karyadi yang juga petugas Banpol Kramat Jati ini berada di kontrakan Tuti.
Saat Muryani menyambangi ke lokasi mereka bertemu, sempat cekcok, namun
tidak ada Karyadi," tuturnya.

Akhirnya saat korban pulang ke rumah, perang besar terjadi antara suami
istri itu. Muryani mengaku sempat ditampar dan diancam jika marah lagi akan
dibunuh, namun saat itu Karyadi juga mengaku tidak akan datang lagi ke rumah
Tati.

"Tapi sekitar awal Oktober saat Muryani menelepon, Karyadi ada di rumah
Tuti, karena dalam percakapan telepon itu, terdengar suara anak kecil
memanggil ayah. Memang dari Tati, Karyadi memiliki 2 anak yang masih kecil,"
tuturnya.

Hingga kemudian, saat Karyadi pulang, pada 10 Oktober dan tidur di depan TV,
Muryani gelap mata dan membunuh Karyadi.

Potongan tubuh Karyadi dibuang ke Kalibaru, dan warga menemukannya di pintu
air Kramat Jati dan Cililitan. Polisi membuat sketsa wajah Karyadi, dan
akhirnya dikenali sebagai Karyadi. Sampai terkuaklah pembunuhan ini.



<<image001.jpg>>

<<image002.jpg>>

Kirim email ke