Nu 25% deui mah ngan saukur bungaheun pisan.... Heuheu... *nguseeuuuppp...... Sent from MobilePhone®
-----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Thu, 21 Oct 2010 10:10:07 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [kisunda] Duh ...akibat nyandung! Teu bah, eta mah kasus sajuta hiji, ari hasil survey di nagara abdi mah, 75% istri bungaheun pami salakina nyandung. Teu cape teuing saurna ngaulaan salaki sareng ngurus budak, tiasa bagi2 tugas, asal jelas ngadelegasikeun tugasna Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Waluya" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 21 Oct 2010 03:36:09 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [kisunda] Duh ...akibat nyandung! Nyandung mawa mamala? Sigana bener, paling henteu keur Karyadi nu dipaehan terus awakna dipotong-potong (di mutilasi) ku pamajikan nu kadua kulantaran timburuan Karyadi nambahan koleksi pamajikan. Kasus ieu sigana kasus "ulangan" kajadian taun tukang, dimana aya supir metro mini di jakarta, nu oge di mutilasi ku pamajikanana kulantaran timburuan carogena nambahan koleksina .... Rabu, 20/10/2010 15:13 WIB Kasus Mutilasi Poligami Jadi Pangkal Pembunuhan Karyadi E Mei Amelia R - detikNews Jakarta - Poligami yang dilakukan Karyadi (53) membawa petaka. Istri keduanya, Muryani dibakar cemburu. Tindakan Karyadi yang menikahi Tuti, istri ketiganya dinilai sebagai pengkhianatan. "Motifnya dilatar belakangi unsur kecemburuan dan amarah, karena korban menikah lagi dengan perempuan yang sekarang menjadi istri ketiga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar dalam jumpa pers di Polres Jakarta Timur, Rabu (20/10/2010). Boy menuturkan, tindakan Karyadi yang menikah lagi tersebut, dianggap menyalahi perjanjian yang sudah dibuat antara Karyadi dan Muryani. "Mereka menikah 12 tahun lalu, dan ada perjanjian bahwa korban tidak boleh bermain judi dan main selingkuh lagi. Tapi kemudian diketahui korban punya 2 orang anak, dan menikah dengan Tati Sutanti istri ketiga," terangnya. Sedang menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Nicolas Lilipaly, api cemburu mulai muncul 6 bulan lalu. Saat itu, tersangka meminta bantuan Karyadi untuk mencari dompet milik anak tersangka bernama Fitria yang hilang. "Tersangka mencari korban sampai ke pasar, namun di sana ditunjukkan kalau Karyadi yang juga petugas Banpol Kramat Jati ini berada di kontrakan Tuti. Saat Muryani menyambangi ke lokasi mereka bertemu, sempat cekcok, namun tidak ada Karyadi," tuturnya. Akhirnya saat korban pulang ke rumah, perang besar terjadi antara suami istri itu. Muryani mengaku sempat ditampar dan diancam jika marah lagi akan dibunuh, namun saat itu Karyadi juga mengaku tidak akan datang lagi ke rumah Tati. "Tapi sekitar awal Oktober saat Muryani menelepon, Karyadi ada di rumah Tuti, karena dalam percakapan telepon itu, terdengar suara anak kecil memanggil ayah. Memang dari Tati, Karyadi memiliki 2 anak yang masih kecil," tuturnya. Hingga kemudian, saat Karyadi pulang, pada 10 Oktober dan tidur di depan TV, Muryani gelap mata dan membunuh Karyadi. Potongan tubuh Karyadi dibuang ke Kalibaru, dan warga menemukannya di pintu air Kramat Jati dan Cililitan. Polisi membuat sketsa wajah Karyadi, dan akhirnya dikenali sebagai Karyadi. Sampai terkuaklah pembunuhan ini.
