Cikan, nyobian yeuh ngangge mobile internet... bismillah.. -original message- Subject: Re: [kisunda] ceuk batur From: mh <[email protected]> Date: 25/10/2010 1:04 am
coba test, posting sakali deui, crek gur geura ayeuna mah! 2010/10/23 Deni Indra Kelana <[email protected]> > > > Assalamu 'alaikum, > Mudah-mudahan postingan anu ieu mah clom giriwil, langsung nonghol. Duka > pedah tebih ti server admin-na duka pedah sok resep neda cau pangsisina basa > budak, sok kasingsal wae imel teh. Pas nonghol tos kaopat dintenna, tod basi > weh pan. Matak sabaraha waktos mah ngadepong we, bari ngabandungan kadang > mun hoream mah dialungkeun we kana carangka runtah :D > > > Aya padungdengan anu pogot di detik.com, mudah-mudahan sanes ieu nu > ngajantenkeun Merapi mules beuteung teh, henehe. Pan cenah saur nu percanten > mah, bituna Merapi teh salah sahiji totonden teu panujuna alam mistis Jawa > ka manusa nu ngawasa di ieu pulo. Duka teuing ketang, ena mah > babalagonjangan we panginten. > > Kumaha tah saur baraya sadayana? Da anu kasawang ku Abdi mah asa beuki teu > pararuguh we alam nusantara teh, duka bade aya naon. > > Hatur Nuhun, Wassalam, > > Deni > > > http://us.detiknews.com/read/2010/10/18/194736/1468229/159/jeffrey-winters-kalkulasi-sby-naif-dan-salah?nd991107159 > > Setahun SBY-Boediono (7) > Jeffrey Winters: Kalkulasi SBY Naif dan Salah > *M. Rizal* - detikNews > > > > * * > > > Baca Juga : > > - Setahun SBY-Boediono (5) > Tidak Ada Uang, Demo Tidak Jalan > > <http://us.detiknews.com/read/2010/10/18/185003/1468208/159/tidak-ada-uang-demo-tidak-jalan?nd993303605> > - Setahun SBY-Boediono (4) > Setgab Jadi Tempat Dagang Jabatan > > <http://us.detiknews.com/read/2010/10/18/183328/1468190/159/setgab-jadi-tempat-dagang-jabatan?nd993303605> > - Setahun SBY-Boediono (3) > Maaf, Pak Menteri Mau Belajar Dulu.. > > <http://us.detiknews.com/read/2010/10/18/182208/1468188/159/maaf-pak-menteri-mau-belajar-dulu?nd993303605> > - Setahun SBY-Boediono (2) > Pemerintah Mantap Berencana, Tumpul Implementasi > > <http://us.detiknews.com/read/2010/10/18/173459/1468137/159/pemerintah-mantap-berencana-tumpul-implementasi?nd993303605> > > *Jakarta* - Setahun sudah pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) > Jilid II berjalan. Namun kinerja pemerintah dianggap masih merah. Perolehan > suara 60 % dalam Pilpres 2009 dan mendapat dukungan mayoritas di parlemen > ternyata belum bisa dioptimalkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan > Boediono untuk melakukan langkah-langkah yang konkrit dalam meningkatkan > pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. > > Di mata pengamat ekonomi politik dari Northwestern University, Amerika > Serikat, Prof Jeffrey Winters, buruknya kinerja pemerintah tidak lepas dari > sikap Presiden SBY dalam menjalankan pemerintahan. SBY dianggap lebih suka > terlihat cantik, santun dan berambut rapi di depan kamera dibanding bekerja > keras mengatasi persoalan-persoalan yang ada di Indonesia. > > Lantas apa yang membuat pasangan SBY-Boediono belum bisa berbuat banyak > selama setahun bekerja? Berikut pandangan Jeffrey Winters kepada detikcom, > Sabtu (16/10/2010): > > *Apa pandangan Anda terhadap kinerja SBY-Boediono selama menjalankan > pemerintahan? * > > Sampai saat ini saya melihat kinerja pemrintahan SBY-Boediono rendah. Dan > perlu dicatat prestasi yang rendah kepemimpinan SBY bukan sesuatu yang baru. > Karena sejak 2004 memang kinerjanya tidak pernah tinggi. Jadi kombinasi > SBY-Kalla yang sudah mengecewakan menjadi lebih parah dengan kombinasi > SBY-Boediono. > > Meski pada masa SBY-JK kinerjanya buruk, paling tidak Jusuf Kalla dikenal > sebagai orang yang tidak sabar dan sering mendorong SBY untuk bertindak dan > ambil keputusan. Tetapi akhirnya Kalla menjadi capek, frustrasi dan lepas > saja. > > Selama ini SBY adalah orang yang selalu ingin menjadi cantik. Dan jelas dia > tidak mungkin menjadi cantik di depan kamera kalau benar-benar mendorong > sistemnya sehingga bajunya dan mukanya penuh keringat seperti buruh yang > kerja keras di jalan atau sawah. SBY dikenal sebagai orang santun dan > rambutnya selalu rapih. Orang yang santun gaya SBY bisa sukses di bidang > politik, dalam arti mempertahankan posisinya di pemerintahan, tetapi tidak > mungkin bisa sukseskan Indonesia yang perlu didorong keras untuk menjadi > kompetitor internasional yang dahsyat. > > Seharusnya rakyat tidak lagi memilih pemimpin yang hanya mengandalkan > kesantunan dan bersolek diri di depan kamera. Tapi yang perlu dicari adalah > seorang presiden yang lebih fokus kepada penurunan jumlah kemiskinan. > > *Kalau mengenai kinerja para menterinya bagaimana? * > > Kinerja para menteri terkait dengan performa pemimpinnya. Karena sikap > presidennya sebagai leader tidak bagus tentu saja para menterinya juga tidak > bagus kerjanya. Apalagi pemilihan anggota kabinet berdasarkan bagi-bagi > kekuasaan supaya aman di parlemen. Hasilnya yang terjadi pemilihan bukan > berdasarkan kapabilitas dan akuntabilitas. Melainkan berdasarkan jatah > anggota koalisi. > > *Bukankah memperkuat dukungan parlemen sebagai sebuah strategi supaya > pemerintahan bisa berjalan efektif tanpa diganggu manuver-manuver politik > dari parlemen? * > > SBY sebagai calon presiden jelas menang besar di pemilu. Dua kali dia dapat > 60 persen! Di seluruh dunia jumlah suara sebesar itu disebut 'Landslide > Victory'. Yang aneh, SBY tidak mengunakan mandat ini untuk membentuk kabinet > yang benar-benar dimiliki dia sebagai instrumen eksekutif, untuk > melaksanakan dengan tegas konsep dan tujuan dia yang disampaikan dalam > kampanye. Malah dia terkesan'dagang sapi' dengan partai-partai politik dan > memilih kabinet yang lebih seperti kebun binatang atau 'Noah's Ark', dua > wakil dari setiap jenis. > > Kalkulasi SBY ternyata naif dan salah. Dia berfikir bahwa dengan kabinet > seperti ini, dia akan punya basis aman di DPR dan bisa jadi lebih efektif. > Yang terjadi justru sebaliknya. Malah partner-partnernya tetap melawan SBY > di DPR dan memperjuangkan agenda masing-masing di kabinet. Setiap presiden > di Indonesia harus berasumsi bahwa tidak akan ada dukungan kuat di DPR. > Dengan begitu banyak partai, pasti akan ada perlawanan. > > Pertanyaanya, bagaimana bisa menjadi eksekutif yang memaksimalkan kualitas > dan solidaritas di dalam kabinet sendiri? Sudah barang pasti bahwa DPR akan > selalu sulit. Tetapi, minimal bisa diharapkan bahwa kabinet akan utuh dan > solid. Dengan formula SBY, justru hasil yang paling buruk, yaitu DPR yang > selalu sulit dan kabinet pun yang kacau dan tidak efektif. Ingat, SBY bukan > perdana menteri yang dipilih oleh MPR. Dia adalah presiden yang dipilih > langsung oleh rakyat. > > SBY tidak pernah faham bedanya, dan akibatnya adalah kabinet yang begini > sekarang, penuh menteri yang selalu memperjuangkan agenda partai politiknya > terlebih dahulu dan bahkan melawan agenda presiden. > > Jadi jangan heran kalau roda kabinet SBY berputar di tempat. Ini karena dua > faktor. Pertama, secara pribadi SBY memang orang yang sulit ambil keputusan > dan tidak bisa menjalankan strategi dengan tegas dan cepat. Dan kedua, > secara struktural dia membentuk kabinet dengan cara yang pasti akan memecah > daripada menyatu. Oleh karena itu, diharapkan presiden berikutnya sebaiknya > membentuk kabinet yang 100 persen penuh dengan orangnya dia, yang akan > memperjuangkan agenda presiden, bukan agenda partai politik masing-masing. > > *Mengenai pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai pemerintah SBY-Boediono, > apakah menunjukan grafik yang menggembirakan? * > > Sekali lagi Indonesia menjadi 'flavor of the day' untuk 'hot money > financial' yang bersirkulasi dengan cepat di bumi ini. Indonesia harus > waspada terhadap investasi DCCP ini (datang cepat, cepat pergi), malah > pemerintah sepertinya membanggakan bahwa uang tersebut tertarik dengan bursa > efek Jakarta. > > Padahal tidak ada alasan yang mendasar untuk uang tersebut mengalir ke > Indonesia selain spekulasi sementara. Kalau berbudi, pemerintah akan > hati-hati dengan investasi macam ini, karena pertama, tidak menambah jumlah > investasi modal di sektor riil. Kedua, justru pulangnya uang seperti ini > yang membuat krisis finansial 1997-1998 ganti status dari hujan biasa > menjadi badai luar biasa. > > Saya melihat, Indonesia saat ini masuk ke dalam situasi yang bahaya dan > pemerintah SBY serba senyum dan bahagia. Bentuk selalu kalahkan isi, sejak > SBY naik menjadi presiden. > > *Apakah ini artinya satu tahun ini SBY-Boediono gagal menggerakan > perekonomian nasional? Bagaimana indikatornya? * > > Pejabat dan presiden di Indonesia punya penyakit yang saya sebutkan > 'Mentalitas 7 Persen'. Penyakit mental ini punya dua dimensi. Satu, ada > konsep bahwa Indonesia hanya mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen > saja. Target di atas 7 persen dianggap mimpi dan tidak realistis. Kedua, > jika Indonesia bisa mencapai 7 persen, ini dianggap cukup untuk membuat masa > depan jauh lebih baik. Dua-duanya salah. > > Kalau Cina dan India bisa mencapai pertumbuhan double digit atau 10 persen > ke atas, Indonesia tidak ada alasan yang relevan selain tidak mau membuat > perubahan supaya memang ada kinerja ekonomi yang lebih tinggi. Dan, kalau > ternyata Indonesia hanya mencapai 7 persen, dan terus terang selalu jauh di > bawah target, rakyat harus menunggu lama untuk ke luar dari kemiskinan. Mana > ada presiden atau partai yang punya 'Visi 2045'? Ini seratus tahun > kemerdekaan dan seratus tahun pembangunan. Apakah Indonesia bisa menjadi > negara maju dalam waktu 35 tahun ini? Negara maju? > > Tidak ada yang berani setting tujuan se-ambisius itu, karena untuk > benar-benar mencapai target tersebut, harus ada perubahan besar mulai > sekarang. Elit politik di Indonesia lebih mementingkan partainya, bisnisnya, > atau bahkan sakunya pribadi. Itu kenyataan. Jadi rakyatlah yang harus maksa > perubahan yang lebih cepat, dan sense of urgency di tingkat pemerintahan > yang jauh lebih tinggi. Elit politik di Indonesia sangat rajin setting > target yang rendah, justru supaya bisa malas dan senang. Dan, yang menjadi > korban adalah rakyat luas. > > > ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
