antlantis kamana?

hihihi

Pada 31 Oktober 2010 04.21, mh <[email protected]> menulis:

>
>
> Deklarasi Bogor
>
> Deklarasi ini disusun oleh satu tim yang mewakili beberapa kelompok pada
> masyarakat Sunda, yang berkesempatan hadir di dalam kegiatan International
> Conference on Sundanese Culture. Deklarasi ini juga telah mendapat dukungan
> penuh dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Kementerian Pendidikan
> Nasional, dan duta besar/Wakil Republik Indonesia untuk UNESCO.
>
> Deklarasi Bogor ini dirumuskan pada kegiatan "International Conference on
> Nature, Philosophy and Culture or Ancient Sunda Civilization 2010, Nyukcruk
> Galur Kasundaan". Intinya sebagai berikut.
>
> 1. Harus ada upaya untuk penelitian yang lebih mendalam, komprehensif, dan
> menginformasikan lebih lengkap dan jelas mengenai hasil-hasil pemikiran dan
> budaya masyarakat Sunda masa silam, baik yang kongkret maupun yang abstrak
> di dunia pendidikan, melalui sistem pendidikan berbasis budaya lokal
> (kearifan lokal).
>
> 2. Perlu pengelolaan yang lebih terstruktur dan terorganisasi mengenai
> keberadaan situs-situs peninggalan budaya dengan cara konservasi
> (pelestarian), merekonstruksi dan atau merestorasi agar menjadi tempat yang
> menarik minat bagi tujuan penelitian ilmiah, wisata, dan pendidikan.
> Diupayakan juga, untuk diusulkan menjadi warisan dunia UNESCO, antara lain
> kawasan percandian Batu Jaya, Situs Gua Pawon, Situs Gunung Padang, dan
> Kawasan Komunitas Masyarakat Adat Sunda.
>
> 3. Perlu dibangun lokasi yang berbentuk sentra budaya Sunda, di pintu masuk
> ke wilayah Jawa Barat, yaitu di Kota Banjar dan Kabupaten Karawang, atau
> pada salah satu kawasan komunitas adat yang ada di Jawa Barat.
>
> 4. Mendorong agar media massa (cetak dan elektronik) serta lembaga
> pendidikan (dari tingkat pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tingggi),
> turut serta secara proaktif mempromosikan, melakukan pembinaan, dan
> pengembangan, serta pelestarian budaya Sunda termasuk kesenian yang ada dan
> tumbuh di Jawa Barat.
>
> 5. Mendorong generasi muda melalui pendidikan untuk menumbuhkembangkan
> kecintaan terhadap budaya daerah.
>
> 6. Perlu dibentuk penerbitan khusus dalam bentuk jurnal dan situs web
> internasional yang berbahasa Sunda, Indonesia, dan Inggris, berisi kajian
> tentang kebudayaan Sunda dalam kaitannya dengan; filsafat, politik, ekonomi,
> dan sosial.
>
> 7. Mengajukan usulan kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat dan semua
> pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat, agar mangalokasikan dana untuk
> keperluan berbagai kegiatan pelestarian dan pengembangan potensi di atas,
> minimal 2 persen dari total APBD Jawa Barat. Hal itu sebagai bentuk
> realisasi komitmen pemerintah dan DPRD Provinsi Jawa Barat juga pemerintah
> kabupaten/kota di wilayah Jawa Barat.
>
> 8. Mendorong para pelaku ekonomi di Jawa Barat, agar ikut serta mendukung
> program pembinaan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan Sunda.
>
> 9. Peserta konferensi sepakat untuk merealisasikan deklarasi ini.
>
> Deklarasi yang disusun oleh tim perumus diketuai Arthur S. Nalan dengan
> anggota Tresna Dermawan Kunaefi, H. Herdiwan, Dindin Wahyudin, Gugun
> Gunardi, Ahmad Y. Samantho, dan Oki Oktariadi itu, kemudian disampaikan
> kepada pemerintah eksekutif dan legislatif juga lembaga terkait. (Disarikan
> dari Deklarasi Bogor, sumber Disparbud Jabar)***
>
> http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=162167
>
>
>  
>
>

-- 
d-: dudi herlianto :-q
paciringan.wordpress.com
kunyuk nuyun kuuk, kuuk nuyun kunyuk

Kirim email ke