Langkung ti eta kang... pami dititenan seueur veteran anu kenging dana pensiun yuswana ayeuna (2010) 60-70 taun. Cik tiasa naon aranjeuna waktos harita taun 1945? Waktos abdi SMA di Sukabumi(taun 1980an) sok kawenehan aya sepuh di jalan babalangsakan, saur anu terangeun mah eta teh veteran perang. Teu aya nu mirosea, sapalih kalunta-lunta, sapalih janten tukang beca (anu bedas keneh rupina). Ari ditaroskeun ka pun ua alm, jawabna kieu:"Kami berjuang baheula lain neangan piagam sumawona duit pensiunan!"
Baktos, Setiadi --- In [email protected], Dudi Herlianto <dudi.herlia...@...> wrote: > > hehe judulna edun! mun aya pahlawan sesungguhna, berarti aya pahlawan aspal. > kade we bisi nu katuduh pahlawan aspal teh para pajoang nu 'kabeneran' > dibere perhatian ku pamarentah kalayan nyugemakeun. :p > > > Pada 11 November 2010 03.35, mh <khs...@...> menulis: > > > > > > > Mereka Pahlawan Sesungguhnya > > > > SOEBARNA (84) terlihat sedih saat mengingat peristiwa pertempuran heroik > > Bojongkokosan, 9 Desember 1945 lalu. Kesedihan bercampur haru saat mengingat > > teman seperjuangannya yang sebagian besar telah wafat. > > > > Walau daya ingatnya melemah, untuk perjuangannya melawanan pasukan sekutu > > di Sukabumi ingatannya seolah masih segar. Mungkin karena peristiwa itu > > menjadi hal paling luar biasa selama perjalanan hidupnya. Dengan > > bersemangat, Soebarna berusaha mengingat-ingat peristiwa yang tercatat > > sebagai perang besar di dunia itu. "Walau sudah tua, kenangan pertempuran > > Bojongkokosan masih saya ingat. Terutama saat kami melakukan penghadangan di > > atas tebing Bojongkokosan," kata Soebarna kepada "PR", Senin (8/11). > > > > Pertempuran yang berlangsung tengah hari itu, kata Soebarna, merupakan > > kontak senjata kedua setelah pertempuran di Surabaya sebulan sebelumnya, > > atau pada 10 November 1945. Selain sebagai rangkaian perang di Surabaya, > > pertempuran Bojongkokosan juga terkait peristiwa Bandung Lautan Api (BLA). > > Pada peristiwa itu, para pejuang membakari rumah-rumah dan fasilitas di > > Bandung selatan untuk memperlambat laju pasukan sekutu yang diboncengi > > pasukan Belanda (NICA). > > > > "Pertempuran terjadi setelah TKR dan rakyat melakukan penghadangan. Kami > > tidak rela tanah air ini kembali dinjak-injak Belanda. Setelah peristiwa > > Bojongkosan, terjadilah pertempuran serupa di Bandung yang kemudian dikenal > > peristiwa Bandung Lautan Api," katanya. > > > > ** > > > > Walaupun pertempuran Bojongkosan tidak kalah heroik dengan pertempuran di > > Surabaya dan Bandung, kata mantan Ketua Dewan Harian Cabang Legium Veteran > > Republik Indonesia Sukabumi itu, peristiwa tersebut telah dilupakan banyak > > orang. Pelajar atau generasi muda pun sama sekali tidak mengetahui betapa > > heroiknya aksi para pejuang dan rakyat Cianjur-Sukabumi pada peristiwa > > Bojongkokosan. > > > > "Kami memang tidak memusuhi tentara Inggris. Hanya masalahnya, dalam > > pasukan sekutu itu terdapat tentara NICA Belanda. Ini yang kami lawan. Para > > pejuang dan rakyat tidak mau akal licik Belanda yang membonceng pasukan > > sekutu, datang untuk menjajah kembali Indonesia," tutur Soebarna. > > > > Veteran itu sangat menyesalkan bahwa hingga saat ini pertempuran > > Bojongkokosan belum dicatatkan dalam sejarah nasional. Peristiwa itu pun > > tidak pernah diajarkan di sekolah-sekolah secara nasional. Kesannya > > peristiwa itu hanya sebagai pertempuran lokal. Padahal, sekutu sendiri > > mencatat peristiwa Bojongkokosan sebagai salah satu pertempuran paling > > heroik dalam sejarah Perang Dunia. "Sedih sekali bila orang telah melupakan > > persitiwa besar itu," tuturnya. > > > > Peristiwa itu harusnya menjadi kebanggaan, tak hanya bagi rakyat Cianjur > > dan Sukabumi, tetapi juga bagi rakyat Indonesia secara keseluruhan. Meski > > begitu, Soebarna sangat menyesal dengan kurangnya perhatian pemerintah > > terhadap peristiwa itu, termasuk perhatian kepada para pejuang yang gugur > > dengan gagah berani. > > > > Banyak pejuang yang terlibat langsung dalam peristiwa itu kini kondisi > > ekonominya memprihatinkan. Bahkan beberapa di antaranya tidak memperoleh > > pensiun hingga akhir hayatnya. > > > > "Masih banyak pelaku dan veteran yang hidupnya memprihatinkan. Padahal > > mereka telah rela mengorbankan nyawa dan darahnya demi bangsa ini. Namun, > > perhatian dari pemerintah tidak memadai. Bagaimana pun, mereka adalah > > pahlawan sesungguhnya," ujarnya. (Ahmad Rayadie/"PR")*** > > > > http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=163610 > > __. > > ,___ > > > > > > -- > d-: dudi herlianto :-q > paciringan.wordpress.com > kunyuk nuyun kuuk, kuuk nuyun kunyuk > ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
