Samprasun baraya, Kuring lain tukang sajarah, sumawona ahli mah, ukur mulungan, nutur-nutur dongeng batur. Geuning eta ahli sajarah masih keneh boga kasimpulan (no 8): Tarumanagara kerajaan tertua di Jawa Barat (Sunda)? Sanes Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya anu diteraskeun janten Salakanagara Dewawarman di babakan Banten anu langkung tua teh? Kumaha tah Baraya, Akang, Teteh, Kang Oca, Kang Oman, Ambu....???? Abdi janten hareeeeeeng yeuh!
Baktos, Setiadi --- In [email protected], ahmad sahidin <aa...@...> wrote: > > > > Alhamdulillah, pada kamis kemarin (11 nov 2010) saya > menghadiri diskusi buku KOMPLEKS > PERCANDIAN BATUJAYA karya Dr. Hasan Djafar di Aula Unpas, Jalan Setia Budi > Bandung. > Nah, berikut ini kesimpulan dari Mang Hasan (Dr. Hasan Djafar) berkaitan > dengan > penelitiannya yang dibukukan. > >  > > Perlu > diketahui, Mang Hasan melakukan penelitian > arkeologi di kawasan situs Batujaya sejak tahun 1985 hingga kini, telah > menghasilkan beberapa kesimpulan, di antaranya sebagai berikut: > > > > 1. Hingga kini telah teridentifikasikan > 30 situs yang tersebar di areal seluas 5 km². > > >    Dari 22 situs yang telah diekskavasi > diketahui terdapat 16 struktur bangunan > >    candi yang terbuat dari bata. Dari > bentuk struktur bangunannya, tiga candi yaitu > >    Candi Segaran I (Candi Jiwa), > Candi Segaran V (Candi Blandongan), dan Candi > >    Telagajaya V (Candi Asem) merupakan candi > berbentuk stupa, yang mencermin- > >    kan latar agama Buddha. > > > > 2. Telah ditemukan sejumlah inskripsi > yang dituliskan pada lempengan emas, pada > >    meterai (votive tablet) dan > lempengan terakota yang ditulis dengan aksara Palawa > >    dan bahasa Sanskerta, berisi > ayat-ayat suci agama Buddha tentang ajaran karma > >    yang bersumber pada kitab PratÄ«tyasamutpÄda > sÅ«tra, sebuah kitab suci agama > >    Buddha Mahayana awal.   Secara > paleografi aksara pada prasasti-prasasti Batujaya ini berasal dari masa >   antara abad ke-7 dan ke-8.  Agama Buddha yang tercermin dari isi > inskripsi-inskripsi Batujaya tersebut adalah agama Buddha Mahayana. > >  > >  3. Arca-arca dan hiasan stuko yang yang ditemukan > di kompleks percandi   > >    Batujaya memperlihatkan ciri-ciri > kesenian agam Buddha yang berasal > >    dari pusat agama Buddha di NÄlandÄ, > India. Kehadiran kompleks percandian di > daerah pantai utara Jawa Barat ini sangatlah penting, bukan saja karena > tinggalan budaya berupa candi di Jawa Barat sangat sedikit, melainkan karena > hingga kini kompleks percandian Batujaya ini merupakan > satu-satunya percandian yang berlatar > agama Buddha yang terdapat di wilayah Jawa bagian barat, khususnya  di Jawa > Barat. > > > > 4. Kompleks percandian Batujaya telah menggunakan bata sebagai bahan > >    bangunan. Hal ini telah membantah > anggapan yang dipertahankan selama > >    ini, yaitu bahwa bangunan candi yang > terbuat dari batu dianggap merupa- > >    kan bangunan candi dari periode yang > tua, dan bangunan candi yang ter- > >    buat dari bata dianggap berasal dari > masa yang muda, dari periode akhir > >    Hindu-Buddha.    Dengan demikian dalam tradisi pembuatan > candi, bata sudah sejak awal  telah > digunakan sebagai bahan bangunan, dan bangunan candi bata tidak > >    selalu harus ditempatkan pada babakan > terakhir dari masa Hindu-Buddha. > >  > > 5. Percandian > Batujaya telah membuktikan adanya penggu stuko (stucco)  > >   sebagai bahan plesteran (vajra-lepa) > untuk melepa seluruh permukaan b > >   angunan candi, dan sebagai bahan untuk > pembuatan arca, ornamen pada > >   bangunan candi, dan beton stuko untuk > lantai bangunan maupun untuk > >   penutup halaman candi. > > > > 6. Bata yang digunakan sebagai bahan bangunan candi dibuat dari tanah > >    tanah liat yang diberi campuran (temper) kulit padi. > Dari kulit padi yang > >    terbakar di dalam bata ini diperoleh > arang yang dapat ditanggali melalui > >    metoda analisis isotop Carbon-14 yang > dikenal sebagai metode pertang- > >    galan absolut C14 (Radio Carbon Dating). > > > > 7. Berdasarkan pertanggalan C14 dari arang kulit padi yang terdapat > dalam   > >    bata candi diperoleh pertanggalan > absolut untuk kompleks percndian > >    Batujaya yang berkisar antara tahun > 680-750 dan 760-900 Masehi (Wk- > >    10423). > > > 8. Dari sudut > kronologinya, kompleks percandian Batujaya memiliki pertang galan yang cukup > tua, yang dapat ditempatkan pada masa perkembangan kerajaan TÄrumÄnagara, > kerajaan tertua di Pulau Jawa. > > > > 9. Berdasarkan adanya kulit padi yang digunakan sebagai campuran tanah > >           liat dalam teknologi pembuatan > bata di daerah Batujaya pada masa itu, > >           dan adanya pembuatan > kanal-kanal dari sungai Candrabhaga dan Gomati > >           seperti disebutkan dalam > Prasasti Tugu (sekitar tahun 450) yang dikeluar- > >           kan oleh PÅ«rn)awarman raja > TÄrumÄnagara, diperoleh pula petunjuk kuat > >           bahwa masyarakat daerah pantai > utara Jawa bagian barat pada masa itu > >           merupakan masyarakat agraris > yang menanam padi dengan sistem per- > >           sawahan beririgasi (wet > rice cultivation). Anggapan bahwa > masyarakat Jawa Barat (Sunda) sebagai masyarakat  peladang, perlu ditinjau > kembali. > > > >     10. Kompleks percandian Batujaya > dapat dipastikan merupakan sebuah > >           kompleks percandian agama > Buddha MahÄyÄna, yang tertua di Jawa. > > > > www.ahmadsahidin.wordpress.com > ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
