Memang pengiriman TKW ka LN tos waktuna dieureunan. Malah kuduna mah ti beh ditu keneh distop, utamana ngirimkeun TKW ka Arab anu bahaya teh. Geus loba kajadian.
manar 2010/11/19 Deni Indra Kelana <[email protected]> > > > Langkung sae siga kieu panginten. Teu gampil ngaluarkeun kabijakan dibujeng > enggalna wae :P > > > ------------------------------ > *From:* Ahmad Sahidin <[email protected]> > *To:* Ki Sunda Milis <[email protected]> > *Sent:* Friday, November 19, 2010 15:07:51 > *Subject:* [kisunda] Hentikan kirim Pembantu > > > > Hentikan kirim Pembantu > > JAKARTA, (PR).- > Pemerintah didesak segera menghentikan pengiriman tenaga kerja Indonesia > yang menjadi pembantu rumah tangga (PRT) ke luar negeri. Sebagai solusinya, > pemerintah diharapkan menciptakan lapangan kerja di perdesaan dengan cara > mengembalikan sistem ekonomi kerakyatan. > > Permintaan tersebut disampaikan Ketua Presidium Federasi Serikat Pekerja > Badan Usaha Milik Negara-Bersatu, Arief Poyuono kepada "PR", di Jakarta, > Kamis (18/11). Hal itu disampaikannya berkaitan dengan kasus TKI asal Dompu, > Nusa Tenggara Barat, Sumiati, yang dianiaya majikannya. Sumiati yang bekerja > di Arab Saudi itu disiksa majikannya, hingga harus dirawat di rumah sakit > akibat luka-luka yang dideritanya. > > Arief yang juga salah satu Ketua DPP Partai Gerindra bidang ketenagakerjaan > dan TKI mengatakan, pemerintah seharusnya mengelola BUMN dengan baik, agar > bisa menjadi salah satu mesin penggerak perekonomian di perdesaan. Dengan > demikian, diharapkan tercipta lapangan kerja di perdesaan, dan penduduknya, > terutama kaum wanita tidak mengadu nasib menjadi TKI yang sering mendapatkan > perlakukan tidak baik. > > Menurut Arief, penyiksaan terhadap Sumiati itu merupakan kabar yang sangat > menyesakkan, apalagi hal itu terjadi dan terungkap menjelang Iduladha. Kasus > ini merupakan peristiwa memilukan yang sudah sering menimpa kaum Hawa yang > menjadi TKI di sejumlah negara, seperti di kawasan Timur Tengah, Malaysia, > dan Singapura. > > Menurut Arief, pemerintah Arab Saudi sudah menunda pengeluaran visa > terhadap 50.000 calon TKI yang akan dijadikan pembantu rumah tangga di > negara tersebut. Penundaan itu terjadi akibat desakan National Committee for > Recruitment (Asosiasi Agen Perekrutan Tenaga Kerja) Saudi Arabia. > > Meski ditunda seperti itu, tetapi ironisnya pemerintah Indonesia masih saja > memaksakan tetap mengirim TKI ke Saudi dengan alasan ingin mencapai target > penerimaan devisa dari kantong para pekerja migran di luar negeri. > > "Tentu, ini merupakan target pemerintah yang salah dalam mengejar devisa," > katanya. (A-75/A-109)*** > > www.ahmadsahidin.wordpress.com > > > >
