hanjakal openheimer teu ka baduy. di baduy sadia atawa geus nyampak nepi ka asal usul dunya, nu bisa jadi paralel jeung teori fisika.
On 11/19/10, Ii Sumirat <[email protected]> wrote: > > > Rabu, 27/10/2010 16:20 WIB > > Indonesia Benua yang Hilang > > Apakah Nabi Nuh Orang Indonesia? > > > Fitraya Ramadhanny - detikNews > > > > > > <p>Your browser does not support iframes.</p> > > > > Bogor > - Kisah banjir besar Nabi Nuh, cocok dengan kajian ilmiah tenggelamnya > Indonesia di masa silam dari sejumlah ilmuwan. Lantas, apakah Nabi Nuh > berasal dari Indonesia? > > "Saya > tidak bisa bilang Nuh dari Indonesia. Walaupun Islam, Kristen dan > Yahudi berbagi cerita banjir yang sama," kata peneliti dari Universitas > Oxford, London, Stephen Oppenheimer dalam wawancara dengan detikcom di > Hotel Salak, Bogor. > > Penulis buku Eden in The East ini mengatakan > kisah banjir besar tersebar luas di dunia. Namun memang kisah banjir > besar paling banyak terdapat di Indonesia. > > "Meski demikian, kita belum bisa menyimpulkan kisah banjir berasal dari > Indonesia," kata Oppenheimer. > > Hal > ini disebabkan, banjir dialami di berbagai daerah di dunia pada akhir > zaman es. Kisah banjir Sumeria diduga berbeda sumbernya dengan banjir > di Sundaland atau Indonesia masa silam. > > "Kisah banjir Sumeria diduga bersumber dari banjir di kawasan Teluk pada > akhir Zaman Es, bukan Sundaland," jelas Oppenheimer. > > Oleh karena itu, darimana Nabi Nuh berasal belum bisa dijawab. Kitab suci > pun tidak menyebut nama negeri Nabi Nuh. > > Meskipun > banjir di Sundaland dianggap fakta sejarah, namun kisah banjir belum > bisa dianggap berasal dari kejadian yang sama di Indonesia pada Zaman > Es. > > "Saya tidak punya metodologi ilmiahnya untuk aspek religi ini," tutupnya. > > (fay/lrn) > > > > Oppenheimer: Peradaban Dunia dari Indonesia > > Ismoko Widjaya > > Kamis, 28 Oktober 2010, 16:18 WIB > > > > > > VIVAnews - > > Teori ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, > > Inggris, Stephen Oppenheimer, seperti memutarbalikkan sejarah yang > > sudah ada. Lewat bukunya yang merupakan catatan perjalanan penelitian > > genetis populasi di dunia, ia mengungkapkan bahwa peradaban yang ada > > sesungguhnya berasal dari Timur, khususnya Asia Tenggara. > > Hal > > itu disampaikan Oppenheimer dalam diskusi bedah bukunya berjudul 'Eden > > in The East' di gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis > > 28 Oktober 2010. > > Sejarah selama ini mencatat bahwa induk > > peradaban manusia modern itu berasal dari Mesir, Mediterania dan > > Mesopotamia. Tetapi, menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban > > manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan > sundaland atau Indonesia. > > Apa > > buktinya? "Peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban > > agrikultur lain di dunia," kata Oppenheimer dalam diskusi yang juga > > dihadiri Jimly Asshiddiqie. > > Lulusan fakultas kedokteran Oxford > > University melalui bukunya mengubah paradigma yang ada selama ini, > > bahwa peradaban paling awal adalah berasal dari daerah Barat. > > Perjalanan yang dilakukannya dimulai dengan komentar tanpa sengaja oleh > > seorang pria tua di sebuah desa zaman batu di Papua Nugini. > > Dari > > situ dia mendapati kisah pengusiran petani dan pelaut di pantai Asia > > Tenggara, yang diikuti serangkaian banjir pasca-sungai es hingga > > mengarah pada perkembangan budaya di seluruh Eurasia. Oppenheimer > > meyakini temuan-temuannya itu, dan menyimpulkan bahwa benih dari budaya > > maju, ada di Indonesia. > > Buku ini mengubah secara radikal > > pandangan tentang prasejarah. Pada akhir Zaman Es, banjir besar yang > > diceritakan dalam kitab suci berbagai agama benar-benar terjadi dan > > menenggelamkan paparan benua Asia Tenggara untuk selamanya. > > Hal > > itu yang menyebabkan penyebaran populasi dan tumbuh suburnya berbagai > > budaya Neolitikum di Cina, India, Mesopotamia, Mesir dan Mediterania > > Timur. Akar permasalahan dari pemekaran besar peradaban di wilayah > > subur di Timur Dekat Kuno, berada di garis-garis pantai Asia Tenggara > > yang terbenam. > > "Indonesia telah melakukan aktivitas pelayaran, > > memancing, menanam jauh sebelum orang lain melakukannya," ujar dia. > > Oppenheimer mengungkapkan bahwa orang-orang Polinesia (penghuni Benua > > Amerika) tidak datang dari Cina, tapi dari pulau-pulau Asia Tenggara. > > Sementara penanaman beras yang sangat pokok bagi masyarakat tidak > > berada di Cina atau India, tapi di Semenanjung Malaya pada 9.000 tahun > > lalu. > > Eden In The East juga mengungkapkan bahwa berbagai suku di > > Indonesia Timur adalah pemegang kunci siklus-siklus bagi agama-agama > > Barat yang tertua. Buku ini 'membalikkan' sejumlah fakta-fakta yang > > selama ini diketahui dan dipercaya masyarakat dunia tentang sejarah > > peradaban manusia. > > "Buku ini memang juga ada biasnya. Karena > > penulis istrinya orang Malaysia sehingga ada perspektif Malaysia," kata > > Jimly yang hadir dalam acara itu. > > Laporan: Fina Dwi Yurhami > > www.vivanews.com > > http://nasional.vivanews.com/news/read/185507-oppenheimer--peradaban-dunia-d > ari-indonesia > > Dipublikasikan : Kamis, 28 Oktober 2010, 16:18 WIB > > CVIVAnews.com > > > > > ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
