Nyaa sah sah sajah bade ngimpi di urutan kahiji ge nya bahMh
Hehehe

Sent from MobilePhone®

-----Original Message-----
From: mh <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 30 Nov 2010 14:43:38 
To: Ki Sunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [kisunda] Ngimpi Taun 2030?

Indonesia Bisa Kalahkan Jepang pada Tahun 2030
Satu Keunggulan RI, Demografi yang Lebih Baik

JAKARTA, (PR).-
Pengusaha Chairul Tanjung optimistis bahwa Indonesia bisa mengalahkan
kekuatan ekonomi Jepang pada 2030. Bahkan, dia meyakini Indonesia bakal
menjadi negara maju di urutan kelima dalam dua dekade lagi.

"Pada 2030, urutan kekuatan ekonomi terbesar di dunia adalah Cina, Amerika
Serikat, Uni Eropa, India, dan Indonesia," ujar bos Grup Para itu dalam satu
diskusi di Jakarta, Senin (29/11).

Menurut dia, salah satu keunggulan Indonesia dibandingkan dengan Jepang
adalah faktor demografi yang lebih baik. Pada 2030, negara matahari terbit
itu akan lebih banyak diisi orang tua, sedangkan Indonesia didominasi
penduduk usia produktif.

"Kalau orang tua makin lama makin tua, negara akan lebih banyak membiayai
seperti pensiun dan masalah kesehatan, sedangkan uang untuk pertumbuhan
ekonomi lebih sedikit," kata Chairul.

Sementara pada 2020, Chairul memperkirakan Indonesia akan menjadi negara
maju di urutan kesembilan. Pada saat itu, total penduduk Indonesia mencapai
268 juta, terdiri atas 134 juta laki-laki dan 134 juta perempuan. "Usia
produktif 136 juta atau (51 persen)," katanya.

Sebelumnya, lembaga keuangan asing, yakni Standard Chartered Bank, sudah
memperkirakan pada 2030, ekonomi Indonesia akan mengalahkan Jepang. Pada
tahun itu, Indonesia menempati peringkat kelima negara terbesar, sedangkan
Jepang peringkat keenam.

Dalam laporan khusus Stanchart berjudul The Super-Cycle Report, Indonesia
mulai menjadi negara bersinar yang semula menempati peringkat ke-28 pada
2000, bakal menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia dalam dua dekade
mendatang.

Sumber daya alam

Chairul menambahkan, saat ini, ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 40-42
persen dari total ekonomi ASEAN. Angka tersebut akan tumbuh menjadi 50
persen pada 2015 dan 60 persen untuk 2020.

Menurut dia, faktor pendorong perekonomian Indonesia diperkirakan masih
ditopang oleh sumber daya alam dan komoditas serta pertumbuhan konsumsi
masyarakat yang sangat tinggi.

Komite Ekonomi Nasional memperkirakan, ukuran ekonomi Indonesia pada 2013
bisa mencapai 1,4 triliun dolar AS dengan asumsi pertumbuhan 15 persen.
Angka itu sedikit lebih besar daripada versi IMF yang memperkirakan ukuran
ekonomi Indonesia akan mencapai 1 triliun dolar AS.

IMF, ungkap Chairul, juga telah menempatkan Indonesia sebagai bangsa dengan
pertumbuhan rata-rata produk domestik bruto (PDB) terbesar pada 2015.

Lembaga itu pernah meramalkan bahwa perekonomian Indonesia pada 2010-2015
akan menempati posisi kedua sebagai negara dengan pertumbuhan rata-rata PDB
terbesar di dunia. "Posisi Indonesia kalah satu tingkat dibandingkan dengan
Rusia," ucapnya.

Namun, melihat perkembangan yang makin signifikan, IMF kemudian mengoreksi
ramalan pada Oktober 2010. IMF menempatkan Indonesia sebagai negara dengan
pertumbuhan rata-rata PDB terbesar di dunia, menggeser Rusia. (A-34/Vn)***

http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=166036

Kirim email ke