Numbu catur nu keur haneut, perkara Atlantis jeung Sundaland, urang ngorehan
sugan manggih jiga kumaha komentar nu sejen kana perkara eta teori teh.

Ieu aya tulisan batur, sugan nyambung:
========
Teori Atlantis dan Sundaland Masih Sulit Diterima LIPI

*Jakarta* – *Arysio Santos* dengan *teori Atlantis* dan *Stephen Oppenheimer
* dengan *teori Sundaland*, sama-sama berkesimpulan kalau *Indonesia* adalah
awal peradaban dunia. *Santos dan Oppenheimer *menggabungkan ilmu bumi dan
mitologi yang sebagian masih sulit diterima para ilmuwan Indonesia.

“Bukan tidak masuk akal. Tapi dia membangun dari bukti linguistik, genetika
dan bukti arkeologi. Saya yang sedikit tidak bisa terima itu dari
bukti-bukti mitologi dan ini pernah dikritisi sebelumnya,” kata ahli geologi
LIPI, Eko Yulianto di Kantor LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis
(28/10/2010).

Menurut Eko, teori Santos soal Atlantis masih banyak kelemahan sementara
Oppenheimer lebih banyak menunjukan bukti ilmiah soal Sundaland. Sementara
untuk teori tsunami meluluhlantakan peradaban, hal itu sukar diterima para
ahli geologi.

“Tsunami besar yang menghancurkan peradaban dengan cepat itu dari sisi
geologi tidak masuk akal,” jelasnya.

Meski demikian, teori kalau Sundaland pernah menjadi daratan, para ilmuwan
pun dapat menyepakatinya. Namun peradaban di atas benua itu yang masih harus
dicari bukti-buktinya.

“Kalau kita punya pantai yang dulunya ada dan kemudian itu tenggelam, maka
mungkin di situ juga ada situs-situs kehidupan,” ujarnya.

Sementara, Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI Heri Harjono, mengatakan
Oppenheimer dan tim dari Santos memang belum pernah memberikan data
penelitian mereka ke LIPI sebelumnya. Namun menurutnya teori kedua ilmuwan
asing ini perlu dibuktikan lebih jauh.

“Ada teknologi DNA untuk mengetahui asal usul manusia dari mana. Mungkin
nggak, ada kehidupan manusia dulu di sini. Untuk yang di dasar laut sana
dengan menggunakan marine teknologi agar bisa tahu ada kehidupan,” tutupnya.

http://www.tweetfun.net/teori-atlantis-dan-sundaland-masih-sulit-diterima-lipi

Kirim email ke