Cing baraya ngulayaban ka Wikileaks, aya teu nya nu pakait jeung urang Sunda, atawa Indonesia?
http://wikileaks.org/ ========= Inilah Ratusan Mirror Domain WikiLeaks Getty Images <http://www1.kompas.com/printnews/xml/2010/12/05/19123381/Inilah.Ratusan.Mirror.Domain.WikiLeaks#> Julian Assange, pendiri situs penyingkap aib, WikiLeaks. Minggu, 5 Desember 2010 | 19:12 WIB *KOMPAS.com *- Ada anekdot berbasis fakta yang menggelitik soal kebebasan informasi di Internet. Jika pemerintah di negeri-negeri Komunis macam Tiongkok atau Korea Utara tidak suka pada situs tertentu, mereka akan memblokir supaya tidak bisa diakses warganya. Tetapi di Barat, terutama Amerika Serikat, pemerintah malah menghancurkannya. Faktanya, *WikiLeaks *dikeroyok bukan hanya oleh lembaga pemerintah tetapi juga korporasi-korporasi AS yang semula digunakan jasanya oleh situs *WikiLeaks*. Misalnya, alamat *WikiLeaks.Org *dihapus permanen oleh penyedianya, * EveryDNS.net* setelah *WikiLeaks.org *menjadi sasaran "serangan yang menghalangi akses (DDoS)". "Serangan-serangan itu, dan juga serangan selanjutnya, akan mengancam stabilitas prasarana *EveryDNS.net *yang menyediakan akses bagi hampir 500.000 situs lainnya," dalihnya. Segera sesudah itu, pendiri *WikiLeaks, *Julian Assange, dan timnya menyewa tiga domain baru di Eropa; *WikiLeaks.de* (Jerman), *WikiLeaks.fi *(Finlandia) dan *WikiLeaks.nl *(Belanda). Perkembangan terakhir, ternyata di luar ketiga domain itu, masih banyak lagi *mirror domain, *sebagai cadangan* *bagi database *WikiLeaks. *Ratusan*mirror domain *itu agaknya dikerjakan secara sukarela oleh para penyokong kebebasan informasi. Susunan tautannya silakan klik di sini<http://www.twitlonger.com/show/79s9r1> . http://www.twitlonger.com/show/79s9r1 Maka, betul kata *WikiLeaks* sebagaimana ditulis melalui akun *Twitter*nya, Minggu (5/12/2010), "Jegal kami, maka kami akan lebih menjadi kuat lagi." Di *Twitter *pula, orang-orang bergunjing soal kata *WikiLeaks *yang tak sekali pun nongol sebagai *trending topics*, tema yang paling banyak dibicarakan pengguna *Twitter *sejagat. Ia masih kalah dengan kata "Bachdim" yang merujuk pada nama Irfan Bachdim, idola baru hanya bagi warga Indonesia itu. Padahal, kata "WikiLeaks" sedang naik daun luar biasa. Bahkan, seperti juga diakui *WikiLeaks*, kata "WikiLeaks" sekarang dua kali lipat lebih populer dibanding "Wikipedia", ensiklopedia online yang jauh lebih dulu berdiri dan tak berhubungan dengan WikiLeaks. Hasil pencarian untuk kata "Wikipedia" di *Google*, menunjukkan 207.000.000 entri, sedangkan kata "Wikileaks" mencapai 415.000.000 entri. Maka, orang-orang pun berkicau, apakah *Twitter *juga menyensor kata "WikiLeaks"? *Dapatkan artikel ini di URL:* http://www.kompas.com/read/xml/2010/12/05/19123381/Inilah.Ratusan.Mirror.Domain.WikiLeaks
