Hari Jadi Jabar Mengerucut Pilihannya Tinggal 1 Januari atau 19 Agustus BANDUNG, (PR).- Tanggal terbentuknya Provinsi Jawa Barat mulai mengerucut pada dua tanggal yaitu 1 Januari 1926 atau 19 Agustus 1945. Panitia Khusus II DPRD Jabar kini masih membahas tanggal yang tepat untuk dijadikan hari kelahiran Provinsi Jabar yang akan diperingati setiap tahunnya.
Anggota Pansus II dari Fraksi PDI Perjuangan Ahmad Riza Al-Habsy menuturkan, kedua tanggal tersebut memiliki perjalanan historis. Riza menerangkan, 1 Januari 1926 merupakan hari pertama kali Provinsi Jawa Barat diakui dengan nama West Java Province. "Hari itu merupakan kemenangan Volksraad dan perwakilan teman-teman Pasundan, melalui Oto Iskandar di Nata, membentuk West Java Province. Itulah pertama kali nama Provinsi Jabar muncul di dunia dan itu disetujui Ratu Wilhelmina saat itu," katanya kepada wartawan, Rabu (29/12) siang. Provinsi Jabar saat itu terdiri atas beberapa keresidenan antara lain keresidenan Cirebon, Bogor Raya, Bandung, dan Batavia. "Nama Provinsi Jabar itu juga diakui oleh Gubernur Hindia Belanda saat itu. Sejumlah sejarawan memang setuju dengan tanggal ini," kata Riza. Adalah sejarawan senior Prof. Sobana Hardjasaputra yang menyetujui tanggal 1 Januari 1926 sebagai Hari Jadi Provinsi Jabar. Politisi senior Tjetje H. Padmadinata pun memberi dukungan tanggal 1 Januari sebagai peringatan HUT Prov. Jabar. Tjetje pernah mengatakan, jika opsi 1 Januari 1926 diabaikan hanya karena jaman itu masih di zaman Hindia-Belanda, konsekuensi logisnya adalah ide wilayah NKRI yang merupakan wilayah bekas Hindia-Belanda harus pula ditolak. Sementara itu, tanggal 19 Agustus 1945 merupakan tanggal saat adanya sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Salah satu hasil sidang ialah pembagian Indonesia menjadi delapan provinsi yaitu Prov. Jabar, Jateng, Jatim, Sumatra, Borneo (Kalimantan), Sulawesi, Maluku, dan Sunda kecil. Artinya, jika tanggal 19 Agustus yang diambil, HUT Provinsi Jabar bakal sama dengan sejumlah provinsi lainnya. Riza menuturkan, ada satu tanggal lagi yang diusulkan dalam pansus. "Yaitu tanggal 14 Juli 1950. Namun kini mengerucut ke dua tanggal tadi. Saya sih mendukung tanggal 1 Januari sehingga bisa dirayakan berbarengan di seluruh dunia seiring pergantian tahun," ujarnya. Sementara itu, Kepala Biro Otonomi Daerah Prov. Jabar Daud Ahmad, menuturkan, tanggal berapa pun yang disetujui pansus adalah yang terbaik. "Tentunya telah melalui kajian-kajian yang mendalam," ujarnya. (A-128)*** http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=169730
