kang Sultan naha aya kitu pakait  jeung DIY, kapan kamari aya tokoh2 sunda nu 
ngadukung DIY boa-boa aya tanggal historis oge ni bisa ditalikeun jeung sajarah 
Jabar. Jeung deuih ayeuna aya usulan DI Surakarta...naha urang sunda tacan aya 
nu ngadukung nya, padahal duanana Karajaan Mataram nu raket jeung sajarah urang 
sunda Jabar?  Sakalian wae kitu nangtukeun hari jadi Prov. Jabar jadi 
DIS...Daerah Istimewa Sunda?? Saha Sultan/Sunan DIS? Babari tinggal nyonto 
malaya nu sarua ngagerem maung.

JP

 
Makarya Mawa Raharja




________________________________
Dari: mh <[email protected]>
Kepada: Ki Sunda <[email protected]>
Terkirim: Kam, 30 Desember, 2010 06:18:50
Judul: [kisunda] Hari Jadi Jabar Nu Can Jadi-Jadi Wae Tea?

  
Hari Jadi Jabar Mengerucut
Pilihannya Tinggal 1 Januari atau 19 AgustusBANDUNG, (PR).-
Tanggal terbentuknya Provinsi Jawa Barat mulai mengerucut pada dua  tanggal 
yaitu 1 Januari 1926 atau 19 Agustus 1945. Panitia Khusus II  DPRD Jabar kini 
masih membahas tanggal yang tepat untuk dijadikan hari  kelahiran Provinsi 
Jabar 
yang akan diperingati setiap tahunnya.
Anggota Pansus II dari Fraksi PDI Perjuangan Ahmad  Riza Al-Habsy menuturkan, 
kedua tanggal tersebut memiliki perjalanan  historis. 

Riza menerangkan, 1 Januari 1926 merupakan hari  pertama kali Provinsi Jawa 
Barat diakui dengan nama West Java Province.  "Hari itu merupakan kemenangan 
Volksraad dan perwakilan teman-teman  Pasundan, melalui Oto Iskandar di Nata, 
membentuk West Java Province.  Itulah pertama kali nama Provinsi Jabar muncul 
di 
dunia dan itu  disetujui Ratu Wilhelmina saat itu," katanya kepada wartawan, 
Rabu  (29/12) siang.
Provinsi Jabar saat itu terdiri atas beberapa keresidenan antara lain 
keresidenan Cirebon, Bogor Raya, Bandung, dan Batavia. 

"Nama Provinsi Jabar itu juga diakui oleh Gubernur  Hindia Belanda saat itu. 
Sejumlah sejarawan memang setuju dengan tanggal  ini," kata Riza.
Adalah sejarawan senior Prof. Sobana Hardjasaputra yang menyetujui tanggal 1 
Januari 1926 sebagai Hari Jadi Provinsi Jabar. 

Politisi senior Tjetje H. Padmadinata pun memberi  dukungan tanggal 1 Januari 
sebagai peringatan HUT Prov. Jabar. Tjetje  pernah mengatakan, jika opsi 1 
Januari 1926 diabaikan hanya karena jaman  itu masih di zaman Hindia-Belanda, 
konsekuensi logisnya adalah ide  wilayah NKRI yang merupakan wilayah bekas 
Hindia-Belanda harus pula  ditolak.
Sementara itu, tanggal 19 Agustus 1945 merupakan  tanggal saat adanya sidang 
PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan  Indonesia). Salah satu hasil sidang ialah 
pembagian Indonesia menjadi  delapan provinsi yaitu Prov. Jabar, Jateng, Jatim, 
Sumatra, Borneo  (Kalimantan), Sulawesi, Maluku, dan Sunda kecil. Artinya, jika 
tanggal  19 Agustus yang diambil, HUT Provinsi Jabar bakal sama dengan sejumlah 
 
provinsi lainnya.
Riza menuturkan, ada satu tanggal lagi yang diusulkan dalam pansus. 
"Yaitu tanggal 14 Juli 1950. Namun kini mengerucut ke  dua tanggal tadi. Saya 
sih mendukung tanggal 1 Januari sehingga bisa  dirayakan berbarengan di seluruh 
dunia seiring pergantian tahun,"  ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Otonomi Daerah Prov. Jabar  Daud Ahmad, menuturkan, 
tanggal berapa pun yang disetujui pansus adalah  yang terbaik. "Tentunya telah 
melalui kajian-kajian yang mendalam,"  ujarnya. (A-128)***
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=169730



 

Kirim email ke