2011/1/12 mh <[email protected]> > Dina tajuk "basa sunda jeung kedokteran" sakitu leubeutna kosa kecap nu aya > dina basa Sunda. > Tapi dina hal ekonomi, rada arang geuning istilah basa Sunda teh. Kunanon > nya? > > Aya sababaraha hal, jigana: > 1. Urang Sunda kurang pati soson-soson kana urusan balantik > 2. Tukang ekonomi urang Sunda kurang pati migunakeun basa Sunda > > Pakait jeung nomer 1, bisa dittoong indikasina, asa can manggih urang Sunda > nu asup kana daftar jalma beunghar. Kunaon nya? > > Atawa aya hal sejen, cing taroong >
Tah ieu buktina: 40 Orang Terkaya Indonesia 2010 Jum'at, 03 Desember 2010 | 09:54 WIB *TEMPO Interaktif*, *Jakarta* -Majalah Forbes kembali mengeluarkan daftar 40 orang terkaya di Indonesia. Pengusaha Robert Budi dan Michael Hartono kembali menduduki peringkat satu sebagai orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes 2010. Tahun lalu, mereka juga bertengger di puncak 40 orang terkaya di Indonesia. Keluarga Hartono memiliki kekayaan US$11 miliar atau Rp99 triliun. Tahun lalu, kekayaan mereka "hanya" US$7 miliar. Dua kakak beradik itu mendapat berasal dari beberapa perusahaan yang dikuasai, di antaranya, PT Bank Central Asia, perusahaan rokok warisan keluarga, Djarum, hotel, mal, serta beberapa perusahaan kelapa sawit. Dari daftar ini ada pendatang baru, pengusaha bidang energi, Kiki Barki. Pengusaha ini untuk pertama kalinya masuk ke dalam 40 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes. Selain Kiki Barki, ada juga Sri Prakash Lohia, orang India yang telah menjadi warga negara Indonesia. Dia adalah pemilik Indorama, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Inilah 40 orang terkaya versi Forbes 2010: 1. Robert Budi & Michael Hartono US$11 miliar 2. Susilo Wonowidjojo US$8 miliar 3. Eka Tjipta Widjaja US$6 miliar 4. Martua Sitorus US$3,2 miliar 5. Anthoni Salim US$3 miliar 6. Sri Prakash Lohia US$2,65 miliar 7. Low Tuck Kwong US$2,6 miliar 8. Peter Sondakh US$2,3 miliar 9. Putra Sampoerna US$2,3 miliar 10. Aburizal Bakrie US$2,1 miliar 11. Kiki Barki US$1,7 miliar 12. Eddy William Katuari US$1,65 miliar 13. Edwin Soeryadjaya US$1,6 miliar 14. Boenjamin Setiawan US$1,5 miliar 15. Garibaldi Thohir US$1,45 miliar 16. Sukanto Tanoto US$1,4 miliar 17. Theodore Rachmat US$1,35 miliar 18. Chairul Tanjung US$1,25 miliar 19. Murdaya Poo US$1,15 miliar 20. Ciliandra Fangiono US$1,1 miliar 21. Benny Subianto US$1,05 miliar 22. Arifin dan Hilmi Panigoro US$985 juta 23. Sjamsul Nursalim US$850 juta 24. Agus Lasmono Suwikatmono US$845 juta 25. Kartini Muljadi US$840 juta 26. Tahir US$805 juta 27. Sandiaga Uno US$795 juta 28. Mochtar Riady US$730 juta29. Ciputra US$725 juta 30. Hashim Djojohadikusumo US$680 juta 31. Harjo Sutanto US$350 juta 32. Trihatma Haliman US$600 juta 33. Hary Tanoesudibjo US$595 juta 34. Kusnan dan Rusdi Kirana US$580 juta 35. Wiwoho Baduki Tokronegoro US$575 juta 36. Engki Wibowo dan Jenny Quantero US$560 juta 37. Husain Djojonegoro US$545 juta 38. Eka Tjandranegara US$525 juta. 39. Sutanto Djuhar US$490 juta. 40. Prajogo Pangestu US$455 juta. PGR http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/12/03/brk,20101203-296450,id.html
