bener tah, ulasan/komentar AR teh kitu we! bener, UJ boga supremasi ka majapait, kitu we! bener, supaya US jadi harudang deui. kitu we! palebah mana atuh anu teu benerna? asa euweuh. kitu we?
2011/2/2 oman abdurahman <[email protected]> > > > Hehehe...nya kari kumaha ngatur2na pikeun ngalawanna kang. Eta oge, mun teu > salah maca, kang AR oge ngangluh soal masa munggaran PS, kumaha aya sikep > kurang adilna anu di luhur/ anu kawasa harita ka PS. Hal eta oge anu dimuat > dina buku "Oto Iskandardina, Untold Story" seratan Kang Iip. Kusabab kitu, > pa AR ngagitik atawa mecut sangkan urang Sunda kudu maju tarung jadi > pamimpin. Ngan, syratna ulah bohong. Maksud ulah bohong teh diantarana, ulah > siga pamimpin Indonesia anu enggeus-enggeus anu loba nipu rahayat, malah teu > saeutik anu ngajual rahayat...bari makmak-mekmek ngungumpul rajakaya. > > manar > > 2011/2/2 <[email protected]> > > >> >> Urang sunda teu sadar dina pikiran bawah sadar urang jawa napel mental >> supremasi majapahit >> >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> ------------------------------ >> *From: * "Ii Sumirat" <[email protected]> >> *Sender: * [email protected] >> *Date: *Tue, 1 Feb 2011 07:59:06 +0700 >> *To: *<[email protected]> >> *ReplyTo: * [email protected] >> *Subject: *[kisunda] FW Inilah Kritik Ajip Rosidi Tentang Orang Sunda >> >> >> >> Neraskeun ti milist sabeulah >> Inilah Kritik Ajip Rosidi Tentang Orang Sunda >> >> SENIN, 31 JANUARI 2011 | 13:24 WIB >> >> * >> TEMPO Interaktif*, *Jakarta* - Budayawan Sunda Ajip Rosidi melontarkan >> kritik pedas soal mental dan perilaku orang Sunda. Kritik itu disampaikannya >> lewat orasi ilmiah saat menerima penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa >> di bidang Ilmu Budaya pada Fakultas Sastra dari Universitas Padjadjaran, di >> aula kampus itu di Jalan Dipati Ukur, Bandung, Senin (31/1). >> >> Ajip memulai pidatonya tentang kondisi orang Sunda yang jarang tampil di >> gelanggang nasional sejak lama, padahal jumlahnya secara kesukuan nomor dua >> diantara suku-suku bangsa yang membentuk Indonesia. Tidak ada orang Sunda >> yang menjadi presiden. Adapun yang menjadi Wakil Presiden hanya satu orang >> dan tidak menunjukkan prestasi yang membanggakan. "Mungkin karena merasa >> menjadi ban serep saja," katanya, Senin (31/1). >> >> Orang Sunda yang menjadi pejabat negara dan duduk di parlemen pun >> jumlahnya sedikit. Selanjutnya Ajip merunut kiprah orang-orang Sunda sejak >> jaman pergerakan sebelum proklamasi kemerdekaan dan sesudahnya berdasarkan >> catatan sejarah. Kegelisahan tentang perasaan orang Sunda yang seakan-akan >> tidak dihargai dalam lingkungan nasional itu muncul hampir seabad lalu. >> >> Ajip mengutip ucapan siswa STOVIA Dajat Hidajat pada 1913 saat menggagas >> Pagoejoeban Pasoendan yang terbentuk pada 1915. Dajat mempersoalkan >> sedikitnya orang Sunda yang menjadi siswa kedokteran dibanding suku Jawa dan >> Melayu. Ia pun menyinggung berbagai jabatan di Tanah Pasundan yang disandang >> suku lain. "Keadaan orang Sunda di Tatar Sunda rasanya tak banyak bedanya, >> bahkan lebih menyedihkan," kata Ajip. >> >> Menurut dia, orang Sunda banyak yang suka menipu diri sendiri dengan jalan >> menutupi kenyataan dan kata-kata yang menyenangkan hati sendiri. Misalnya, >> orang Sunda itu berbudi halus, suka mengalah, dan selalu mendahulukan orang >> lain. Kenyataannya banyak orang Sunda yang mau melakukan apa saja demi >> kedudukan. "Artinya munafik, perkataan tidak sesuai dengan kata hati dan >> keinginannya," ujarnya. >> >> Kemunafikan itu dianggap wajar akibat feodalisme yang masih tebal >> pengaruhnya dalam kehidupan orang Sunda. Pengaruh feodalisme Jawa setelah >> dijajah kerajaan Mataram pada 1624-1708, kata Ajip, melahirkan tingkatan >> (undak usuk) bahasa Sunda, serta takut menyatakan pendapat secara terus >> terang. >> >> Adapun akibat penjajahan Belanda, orang Sunda menjadi terbiasa mengabdi, >> memiliki mentalitas ingin terpakai oleh majikan atau atasan, dan tidak >> berani bersaing dengan orang lain. >> >> Ajip Rosidi, 73 tahun, dilahirkan di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, >> pada 31 Januari 1938. Kiprahnya sebagai sastrawan dengan membuat sajak dan >> cerita pendek dirintisnya sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama di >> Jakarta pada 1953. >> >> ANWAR SISWADI >> >> >> >> >> > >
