Jero Wacik: Mereka Mengancam Kita

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO
PURNOMO<http://www1.kompas.com/printnews/xml/2011/02/03/09110137/Jero.Wacik.Mereka.Mengancam.Kita#>
Pemandangan Pink Beach di kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat,
Nusa Tenggara Timur, Selasa (30/11/2010).

 Kamis, 3 Februari 2011 | 09:11 WIB

*JAKARTA, KOMPAS.com* - Penolakan Indonesia menjadi tuan rumah deklarasi 7
Keajaiban Dunia Baru atau New 7 Wonders berbuah pada penangguhan Taman
Nasional Komodo sebagai satu dari 28 finalis. Menteri Kebudayaan dan
Pariwisata, Jero Wacik,menjelaskan, penolakan itu karena besarnya dana yang
harus dikeluarkan Indonesia yaitu sekitar 45 juta dollar AS atau setara
dengan Rp400 miliar. Pernyataan dari pihak penyelenggara, yang akan mencoret
Komodo jika tidak bersedia sebagai tuan rumah, dianggap sebagai suatu
ancaman.

"Rupanya mereka mengancam saya. Indonesia kalau enggak mau jadi tuan rumah,
ya kita akan hilangkan Komodo," kata Jero menirukan ucapan pihak
penyelenggara, Yayasan New7Wonders, seusai Rapat Kabinet Paripurna, di
Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (2/2/2011) malam.

Dalam breaking news yang tercantum di www.new7wonders.com, pihak Yayasan
New7Wonders sebagai penyelenggara New7Wonders mengumumkan status Pulau
Komodo sebagai finalis akan ditangguhkan mulai 7 Februari 2011. Pulau Komodo
merupakan salah satu finalis dari 7 Keajaiban Dunia kategori alam.
Pengumuman yang dilansir tersebut menyebutkan alasan penangguhan karena
"Pernyataan resmi serta kontrak kerja sama dengan pihak terkait tidak
ditepati".

"Saya jawab, suratnya sudah saya jawab seperti saya ungkapkan tadi, tidak
bersedia menjadi tuan rumah karena mahal. Ketika diancam, nasionalisme saya
bangkit. Masak diancam-ancam sama LSM ini enggak jelas. Keabsahan yayasan
ini ini tidak  atau belum tentu kredibel. Kalau diancam, rasa kebangsaan
saya muncul. Saya kirim surat tidak mau. Dia bilang tanggal 7 di vonis,"
papar Jero.

Ia mengatakan, tak jadi persoalan bagi Indonesia jika Komodo dicoret dan
hasil vote yang sudah didapatkan dianggap hilang. Padahal, pemerintah juga
sudah mengeluarkan sejumlah dana untuk kepentingan promosi dan mendapatkan
dukungan melalui vote publik.

"Tapi tenang sajalah.* Toh* sejak ada New 7 Wonder, sekarang kawasan Pulau
Komodo semakin terkenal. Kunjungan sudah naik 400 persen sejak tahun 2007.
Kita lihat, sudah ada keuntungan yang didapat yaitu nama baik. Daripada jadi
tuan rumah harus keluar 45 juta dollar AS, *eman-eman* (sayang) uang negara.
Kalau benar dia mau *delete* kita, berarti itu (New7Wonders) hanya bisnis
saja," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia ditawarkan menjadi tuan rumah
pendeklarasian pada 11 November 2011. Sebagai *commitment fee*, Indonesia
diharuskan membayar 10 juta dollar AS dan menyediakan dana setidaknya 35
juta dollar AS untuk penyelenggaraannya. Namun, pemerintah Indonesia menolak
karena menganggap dana itu terlalu besar.

*Inggried Dwi Wedhaswary*

*Dapatkan artikel ini di URL:*
http://www.kompas.com/read/xml/2011/02/03/09110137/Jero.Wacik.Mereka.Mengancam.Kita

Kirim email ke