Sapuk Bah ER, mun aya duitna nu 400M teh, mending ge keur ngadidik ahli
komodo lokal.

2011/2/4 engkus ruswana <[email protected]>

>
>
> Satujulah, memang urang kudu boga pamadegan ulah daek didikte bae,
> peupeuriheun atuah nagara urang teu bisa ngahindarkeun didikte ku
> pamarentahan/nagara jeung lembaga keuangan internasional. Atuh maenya kudu
> tunduk didikte ku Yayasan nu teu jelas juntrungna, mending duit Rp 400
> miliar digunakeun keur ngaronjatkeun kahirupan rahayat nu masih keneh dahar
> "sangku aking" jeung nu masih keneh dahar sampeu/gaplek/sangu jagong/sangu
> oyek keur sapopoe hirupna.
>
> ER
>
>
>
> --- Pada *Jum, 4/2/11, mh <[email protected]>* menulis:
>
>
> Dari: mh <[email protected]>
> Judul: [kisunda] Re: Ku Bisaan Ari Bule Dagang?
> Kepada: "Ki Sunda" <[email protected]>
> Tanggal: Jumat, 4 Februari, 2011, 4:35 AM
>
>
>
>
> Jero Wacik: Mereka Mengancam Kita
>
>
> KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO 
> PURNOMO<http://www1.kompas.com/printnews/xml/2011/02/03/09110137/Jero.Wacik.Mereka.Mengancam.Kita#>
> Pemandangan Pink Beach di kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat,
> Nusa Tenggara Timur, Selasa (30/11/2010).
>
>  Kamis, 3 Februari 2011 | 09:11 WIB
>
> *JAKARTA, KOMPAS.com* - Penolakan Indonesia menjadi tuan rumah deklarasi 7
> Keajaiban Dunia Baru atau New 7 Wonders berbuah pada penangguhan Taman
> Nasional Komodo sebagai satu dari 28 finalis. Menteri Kebudayaan dan
> Pariwisata, Jero Wacik,menjelaskan, penolakan itu karena besarnya dana yang
> harus dikeluarkan Indonesia yaitu sekitar 45 juta dollar AS atau setara
> dengan Rp400 miliar. Pernyataan dari pihak penyelenggara, yang akan mencoret
> Komodo jika tidak bersedia sebagai tuan rumah, dianggap sebagai suatu
> ancaman.
>
> "Rupanya mereka mengancam saya. Indonesia kalau enggak mau jadi tuan rumah,
> ya kita akan hilangkan Komodo," kata Jero menirukan ucapan pihak
> penyelenggara, Yayasan New7Wonders, seusai Rapat Kabinet Paripurna, di
> Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (2/2/2011) malam.
>
> Dalam breaking news yang tercantum di www.new7wonders.com, pihak Yayasan
> New7Wonders sebagai penyelenggara New7Wonders mengumumkan status Pulau
> Komodo sebagai finalis akan ditangguhkan mulai 7 Februari 2011. Pulau Komodo
> merupakan salah satu finalis dari 7 Keajaiban Dunia kategori alam.
> Pengumuman yang dilansir tersebut menyebutkan alasan penangguhan karena
> "Pernyataan resmi serta kontrak kerja sama dengan pihak terkait tidak
> ditepati".
>
> "Saya jawab, suratnya sudah saya jawab seperti saya ungkapkan tadi, tidak
> bersedia menjadi tuan rumah karena mahal. Ketika diancam, nasionalisme saya
> bangkit. Masak diancam-ancam sama LSM ini enggak jelas. Keabsahan yayasan
> ini ini tidak  atau belum tentu kredibel. Kalau diancam, rasa kebangsaan
> saya muncul. Saya kirim surat tidak mau. Dia bilang tanggal 7 di vonis,"
> papar Jero.
>
> Ia mengatakan, tak jadi persoalan bagi Indonesia jika Komodo dicoret dan
> hasil vote yang sudah didapatkan dianggap hilang. Padahal, pemerintah juga
> sudah mengeluarkan sejumlah dana untuk kepentingan promosi dan mendapatkan
> dukungan melalui vote publik.
>
> "Tapi tenang sajalah.* Toh* sejak ada New 7 Wonder, sekarang kawasan Pulau
> Komodo semakin terkenal. Kunjungan sudah naik 400 persen sejak tahun 2007.
> Kita lihat, sudah ada keuntungan yang didapat yaitu nama baik. Daripada jadi
> tuan rumah harus keluar 45 juta dollar AS, *eman-eman* (sayang) uang
> negara. Kalau benar dia mau *delete* kita, berarti itu (New7Wonders) hanya
> bisnis saja," ungkapnya.
>
> Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia ditawarkan menjadi tuan rumah
> pendeklarasian pada 11 November 2011. Sebagai *commitment fee*, Indonesia
> diharuskan membayar 10 juta dollar AS dan menyediakan dana setidaknya 35
> juta dollar AS untuk penyelenggaraannya. Namun, pemerintah Indonesia menolak
> karena menganggap dana itu terlalu besar.
>
> *Inggried Dwi Wedhaswary*
>
> *Dapatkan artikel ini di URL:*
>
> http://www.kompas.com/read/xml/2011/02/03/09110137/Jero.Wacik.Mereka.Mengancam.Kita
>
>
>
>  
>

Kirim email ke