Revolusi jengkol, nyanggakeun 

Harga Naik 2 Kali Lipat, Jengkol Semakin Langka  
Suhendra - detikFinance 

Jakarta - Harga sayur mayur khususnya jengkol di tingkat konsumen sudah
mencapai Rp 27.000 per Kg. Kondisi suplai yang terbatas membuat jengkol
sulit ditemukan di pasaran.

Berdasarkan penelusuran detikFinance di Pasar Meruya Ilir Jakarta Barat,
para pedagang sayur mayur mengaku sudah tak menjual jengkol beberapa hari
terakhir karena suplai di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta sangat terbatas.
Para pedagang menduga suplai dari sentra jengkol seperti Lampung, Jepara dan
lain-lain berkurang.

"Udah nggak ada barangnya, di sono-nya nggak ada, saya nggak jual. Kalau pun
ada barangnya harganya Rp 26.000-27.000 per Kg," kata Madi salah satu
pedagang Pasar Meruya Ilir kepada detikFinance, Selasa (8/2/2011).

Madi menambahkan, sebelum adanya kenaikan ia menjual jengkol berada
direntang harga Rp 18.000-20.000 per Kg. Bahkan kata dia, tahun lalu saat
harga jengkol stabil, masih berada diharga Rp 9000-10.000 per Kg.

Hal senada pun disampaikan oleh Udin, ia mengatakan sejak seminggu ini ia
sudah tak menjual jengkol. Udin menduga faktor musim membuat  jengkol
suplainya jauh berkurang.

"Sekarang lagi nggak musim, kalau pun ada, tapi jarang banget. Harganya
sampe Rp 27.000 per Kg," ujarnya.

Di lokasi pasar yang berbeda, Lukman salah satu pedagang jengkol di Pasar
Taman Aries Kebon Jeruk, mengatakan biasanya ia khusus menjual jengkol.
Namun karena pasokan kosong maka ia tak menjual jengkol selama seminggu
terakhir.

"Semalam aku ke Pasar Induk (Kramat Jati), saja kosong, lagi susah jengkol.
Kiriman dari Jawa katanya kosong, dari Lampung juga," jelas Lukman.

Ia menjelaskan meski jengkol bukan kebutuhan pokok utama, namun selama ia
berdagang jengkol, permintaan jengkol cukup tinggi khususnya bagi pedagang
warteg, nasi uduk, maupun perorangan penggemar jengkol.

"Sekarang ini untuk sayur mayur yang jelas lagi naik itu cabe, jengkol, yang
baru ketahuan juga tahu lagi naik," ujarnya.

Kirim email ke