ha33x!

2011/3/19 Ki Hasan <[email protected]>

>
>
> Wanoja Sunda memang luar biasa:
> Aya Mak Erot, nu lihai manjangkeun nu pondok, ngabedegulkeun nu petot;
> Aya Mak Ecot, nu pinter ngahipukeun nu heuras;
> Aya Mak Eroh, nu bedas ngagali solokan keur ngabaseuhan nu garing;
> Aya oge Mak Eros, nu tetep gagah najan geus turun mesin 25 kali.
>
> =======
> Mak Eros, Perempuan Perkasa dengan 25 Anak     Tim Barometer SCTV
>  [image: Mak Eros, Perempuan Perkasa dengan 25 Anak]
> <http://berita.liputan6.com/progsus/201005/275693/Mak_Eros__Perempuan_Perkasa_dengan_25_Anak>
>
> 05/05/2010 22:24
> *Liputan6.com, Jakarta:* Memiliki dua anak saja sudah repot, apalagi
> banyak? Femonema tersebut mungkin akan menyusahkan bila terjadi pada Anda.
> Namun kondisi demikian adalah nyata dalam kehidupan rumah tangga Asep
> Sumarna dan Mak Eros. Warga Kampung Tegal Kalapa, Desa Citeko, Pleret, Jawa
> Barat, ini dikarunai 25 anak kandung dan sudah memiliki sembilan cucu.
>
> Terbayangkah betapa susah dan repotnya keluarga mereka? Guna menghidupi
> anak-anaknya, Mak Eros harus tiga kali berjualan kue. Ia berkeliling dari
> satu kampung ke kampung lain. Penghasilan bersihnya hanya Rp 30 ribu.
> Sementara Asep sebagai kepala keluarga berusaha mencari nafkah dengan
> mengayuh becak. Setiap harinya, lelaki berusia 67 tahun ini membawa pulang
> uang sebesar Rp 5.000 hingga Rp 10 ribu.
>
> Lantaran jumlah pendapatan yang jauh dari cukup, anak-anak pun tidak bisa
> makan tiga kali sehari. "Kalau makan rebutan. Padahal sudah dibagi satu
> orang satu," ungkap salah seorang anak bernama Eli dalam tayangan Barometer
> SCTV, Rabu (5/5). Persoalan perut bukan satu-satunya masalah keluarga besar
> ini. Pasalnya, hampir semua buah hati Mak Eros tidak lulus sekolah dasar.
>
> Anak sulung Mak Eros yang berusia 37 tahun sudah hidup terpisah karena
> bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Saudi Arabia. Sementara yang
> lain rata-rata dinikahkan di usia dini. Kini, hanya tiga anak yang sedang
> mengecap dunia pendidikan, dua di tingkat taman kanak-kanak serta seorang di
> bangku SD. Nampaknya propaganda sekolah gratis di tingkat menengah tidak
> berpengaruh pada keluarga ini. "Ngga ada uang ongkos buat ke sekolah,"
> demikian dalih Asep.
>
> Banyaknya anak membuat keluarga ini sulit mengenali para buah hatinya.
> Dalam perbincangan di studio Liputan 6 SCTV, Asep dan Mak Eros nampak
> kewalahan ketika ditanyai nama anak-anak mereka. Pasangan ini pun tidak
> hapal urutan kelahiran buah hatinya. Ketika ditanya soal tanggal lahir,
> mereka pun hanya bisa mengangkat bahu lantaran lupa. Mereka hanya mengingat
> hampir setiap tahun anak bertambah.
>
> Dienaryati Tjokro psikolog sekaligus pengajar di Fakultas Psikologi
> Universitas Indonesia berpendapat, kondisi ini bisa saja mempengaruhi psikis
> berkepanjangan pada anak-anak. Pendidikan merupakan salah satu modal
> pengetahuan seseorang untuk mencapai taraf hidup yang baik. Apabila
> anak-anak tidak bisa mengecap dunia pendidikan maka kesalahan hidup bisa
> terus terulang. Meski demikian, Dien menyatakan bahwa masih ada sisi positif
> dari keluarga besar Mak Eros. "Anak-anak Mak Eros tertib yah. Mereka
> memiliki kesadaran sosial yang cukup tinggi."
>
> Dien menyarankan agar setiap orangtua yang hendak memiliki anak untuk
> memerhatikan masa depan calon anak mereka. "Memiliki anak itu harus lihat
> masa depannya. Jangan sampai anak juga hidup di bawah garis kemiskinan,"
> jelasnya. Mak Eros memang perempuan perkasa yang mampu membuktikan
> kesanggupannya memeliharan 25 anak kandung. Namun, alangkah baiknya bila
> dapat membesarkan sedikit anak dengan jaminan masa depan yang lebih pasti.
> Simak obrolan hangat ini dalam video tayangan *Barometer *SCTV
> berikut.(OMI/AYB)
>
>
> http://berita.liputan6.com/progsus/201005/275693/Mak.Eros.Perempuan.Perkasa.dengan.25.Anak
>
> ================
>
>
>  
>

Kirim email ke