Wanoja Sunda memang luar biasa:
Aya Mak Erot, nu lihai manjangkeun nu pondok, ngabedegulkeun nu petot;
Aya Mak Ecot, nu pinter ngahipukeun nu heuras;
Aya Mak Eroh, nu bedas ngagali solokan keur ngabaseuhan nu garing;
Aya oge Mak Eros, nu tetep gagah najan geus turun mesin 25 kali.

=======
Mak Eros, Perempuan Perkasa dengan 25 Anak     Tim Barometer SCTV
 [image: Mak Eros, Perempuan Perkasa dengan 25 Anak]
<http://berita.liputan6.com/progsus/201005/275693/Mak_Eros__Perempuan_Perkasa_dengan_25_Anak>

05/05/2010 22:24
*Liputan6.com, Jakarta:* Memiliki dua anak saja sudah repot, apalagi banyak?
Femonema tersebut mungkin akan menyusahkan bila terjadi pada Anda. Namun
kondisi demikian adalah nyata dalam kehidupan rumah tangga Asep Sumarna dan
Mak Eros. Warga Kampung Tegal Kalapa, Desa Citeko, Pleret, Jawa Barat, ini
dikarunai 25 anak kandung dan sudah memiliki sembilan cucu.

Terbayangkah betapa susah dan repotnya keluarga mereka? Guna menghidupi
anak-anaknya, Mak Eros harus tiga kali berjualan kue. Ia berkeliling dari
satu kampung ke kampung lain. Penghasilan bersihnya hanya Rp 30 ribu.
Sementara Asep sebagai kepala keluarga berusaha mencari nafkah dengan
mengayuh becak. Setiap harinya, lelaki berusia 67 tahun ini membawa pulang
uang sebesar Rp 5.000 hingga Rp 10 ribu.

Lantaran jumlah pendapatan yang jauh dari cukup, anak-anak pun tidak bisa
makan tiga kali sehari. "Kalau makan rebutan. Padahal sudah dibagi satu
orang satu," ungkap salah seorang anak bernama Eli dalam tayangan Barometer
SCTV, Rabu (5/5). Persoalan perut bukan satu-satunya masalah keluarga besar
ini. Pasalnya, hampir semua buah hati Mak Eros tidak lulus sekolah dasar.

Anak sulung Mak Eros yang berusia 37 tahun sudah hidup terpisah karena
bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Saudi Arabia. Sementara yang
lain rata-rata dinikahkan di usia dini. Kini, hanya tiga anak yang sedang
mengecap dunia pendidikan, dua di tingkat taman kanak-kanak serta seorang di
bangku SD. Nampaknya propaganda sekolah gratis di tingkat menengah tidak
berpengaruh pada keluarga ini. "Ngga ada uang ongkos buat ke sekolah,"
demikian dalih Asep.

Banyaknya anak membuat keluarga ini sulit mengenali para buah hatinya. Dalam
perbincangan di studio Liputan 6 SCTV, Asep dan Mak Eros nampak kewalahan
ketika ditanyai nama anak-anak mereka. Pasangan ini pun tidak hapal urutan
kelahiran buah hatinya. Ketika ditanya soal tanggal lahir, mereka pun hanya
bisa mengangkat bahu lantaran lupa. Mereka hanya mengingat hampir setiap
tahun anak bertambah.

Dienaryati Tjokro psikolog sekaligus pengajar di Fakultas Psikologi
Universitas Indonesia berpendapat, kondisi ini bisa saja mempengaruhi psikis
berkepanjangan pada anak-anak. Pendidikan merupakan salah satu modal
pengetahuan seseorang untuk mencapai taraf hidup yang baik. Apabila
anak-anak tidak bisa mengecap dunia pendidikan maka kesalahan hidup bisa
terus terulang. Meski demikian, Dien menyatakan bahwa masih ada sisi positif
dari keluarga besar Mak Eros. "Anak-anak Mak Eros tertib yah. Mereka
memiliki kesadaran sosial yang cukup tinggi."

Dien menyarankan agar setiap orangtua yang hendak memiliki anak untuk
memerhatikan masa depan calon anak mereka. "Memiliki anak itu harus lihat
masa depannya. Jangan sampai anak juga hidup di bawah garis kemiskinan,"
jelasnya. Mak Eros memang perempuan perkasa yang mampu membuktikan
kesanggupannya memeliharan 25 anak kandung. Namun, alangkah baiknya bila
dapat membesarkan sedikit anak dengan jaminan masa depan yang lebih pasti.
Simak obrolan hangat ini dalam video tayangan *Barometer *SCTV
berikut.(OMI/AYB)

http://berita.liputan6.com/progsus/201005/275693/Mak.Eros.Perempuan.Perkasa.dengan.25.Anak

================

Kirim email ke