Wisata Gerilya GAM
Menyusuri Rute Gerilya Diantar Mantan Tentara GAM
Selasa, 12/04/2011 - 23:07

   [image: RETNO HY/"PRLM"]
RETNO HY/"PRLM"
DUA wisatawan mancanegara menjajal rute GAM saat terjadi konplik GAM dengan
TNI di kawasan pegunungan Pucok Krueng, Aceh Besar, dengan dipandu guide
mantan pasukan GAM.*

BANDUNG, (PRLM).- Perjalanan menuju hulu Sungai Pucok Krueng dari pelabuhan
nelayan di Lhoknga, Aceh Besar, bagaikan naik perahu menyusuri “Delta
Mekong” dalam film peperang tentara Vietnam dengan pasukan Amerika kini
dapat langsung dialami langsung wisatawan. Sejak dicanangkan Gubernur NAD
Irwandi Yusuf , wisata gerilya di tengah Aceh yang damai, semakin banyak
mantan tentara GAM memandu wisata, semakin banyak wisatwan menyambangi bekas
markas persembunyiannya ketika konflik berlangsung.

“"Aceh punya potensi alam yang banyak dan dengan wisata gerilya kita bisa
melakukan semacam napak tilas dan latihan simulasi semacam out bond yang
tidak kalah menarik dengan wisata berjemur di pantai yang tidak kita
tawarkan di Aceh.Banyak turis berucap;Loen gisa lom u Aceh (saya akan
kembali ke Aceh),” ujar konsultan Aceh Explorer Adventure Tours Mendel John
Pols, saat berkunjung ke Kantor Redaksi HU. Pikiran Rakyat, Jalan Soekarno
Hatta 147, Selasa (12/4).

Dikatakan mualaf yang akrab dipanggil Nurdin Al Hidayah, ini wisata gerilya
yang diselenggarakan di NAD agar wisatawan menyaksikan salah satu basis
perbukitan yang dijadikan markas gerilya Gerakan Aceh Merdeka (GAM), di mana
di bawahnya terdapat sumber pengadaan air bersih yang layak minum. Wilayah
tersebut kini dijadikan proyek percontohan Wisata Gerilya Nanggroe yang
dikelola Pemda NAD dan Aceh Explorer.

“Rute-rute persembunyian para gerilyawan di masa lalu, kini jadi jalur
wisata para turis yang ingin tahu lokasi kehidupan bergerilya di hutan,
sungai, bukit, dan gua-gua, serta bagaimana mereka bertahan hidup dari
sumber air alam dan tumbuhan-tumbuhan liar. Dulu, kalau anda bukan pengikut
GAM, bila masuk ke kawasan tersebut harus bersenjata, kini tidak lagi dan
justru akan diantar ke tempat-tempat persembunyian,” ujar Nurdin yang
menantang wisatawan asal Jawa Barat khususnya pecinta wisata berpetualang
untuk menjajal rute GAM. (A-87/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/141422

Kirim email ke