Warta dua taun katukang: 1. Menteri Baru Diminta Tinjau Izin Tangkuban Parahu Selasa, 27 Oktober 2009 | 16:03 WIB http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/10/27/brk,20091027-204763,id.html
2. Pengelolaan Tangkuban Parahu Oleh Swasta Langgar Aturan Senin, 05 Oktober 2009 | 23:03 WIB http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/10/05/brk,20091005-200991,id.html 3. Tangkuban Perahu Dikelola Swasta Sejak September Lalu Jum'at, 02 Oktober 2009 | 23:34 WIB http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/10/02/brk,20091002-200565,id.html 2011/4/18 Ki Hasan <[email protected]> > Jigana teu cukup ku DITAGIH, kudu ditingkatkeun intensitasna ku DIONTROG! > ================ > Heryawan Akan Tagih Lagi Soal Izin Tangkuban Perahu > > Senin, 17 Mei 2010 | 20:33 WIB > > *TEMPO Interaktif*, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berjanji > akan menagih kepastian pencabutan izin pengelolaan kawasan Tangkuban Perahu > ke Menteri Kehutanan. Izin pengelolaan selama ini masih dipegang PT Graha > Rani Putra Persada (GRPP). “Kami akan tanya lagi kapan dicabut,” katanya di > Bandung, Senin (17/5). > > Menurut Heryawan, permintaan itu telah disampaikan melalui surat ke Menteri > Kehutanan, 2 Desember 2009 lalu. Surat yang diteken Heryawan itu berisi > permohonan pencabutan Keputusan Menteri Kehutanan tangal 29 Mei 2009 yang > memberikan Izin Pengusahaan Pariwsata Alam (IPPA) pengelolaan kawasan wisata > itu pada PT GRPP. > > Dalam surat itu disebutkan sejumlah alasan pencabutan itu. Misalnya, > protes dan penolakan masyarakat Jawa Barat atas pemberian IPPA itu. > Keputusan menteri itu juga disebutkan menyalahi prosedur karena tidak > mendapatkan rekomendasi dari Menteri Pariwisata dan Gubernur. > > Surat itu dikeluarkan menyusul terbitnya SK Gubernur yang diteken Heryawan > yang berisi perintah pada PT GRPP untuk menghentikan sementara aktivitas > pembangunan di kawasan pariwisata itu. “Kalau untuk menguatkan tuntutan > masyarakat, (kita) tidak keberatan untuk bikin surat ulang, tidak ada > masalah,” katanya. > > AHMAD FIKRI > > > >
