----- Forwarded Message ----
From: ajieb jiejieb mustajieb <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, April 20, 2011 7:17:34 AM
Subject: [KKS_Iran_Sulsel] Waspadai Yayasan Islam yang Didanai Arab
salam,
berkaitan dengan terorisme yang sudah mulai meniru model al Qaida, Sayyid Agil
Sirajd, menghimbau untuk mewaspadai yayasan yayasan yang didanai oleh ARAB..
disini
Waspadai Yayasan Islam yang Didanai Arab
Heru Margianto | Rabu, 20 April 2011 | 09:20 WIB
Dibaca: 821
Komentar: 1
|
Share:
Said Agil Siradj.
TERKAIT:
* Bunuh Diri Jauh dari Nilai Islam
* Hasyim Muzadi: Bom Bunuh Diri Haram
* Ba'asyir: Enggak Boleh "Ngebom" Masjid
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said
Aqil
Siradj meminta masyarakat untuk mewaspadai yayasan Islam di Indonesia yang
mendapat dana bantuan dari negara Arab. Ditengarai, yayasan Islam ini menyebar
ajaran berteologi kekerasan.
"Kita perlu waspadai yayasan-yayasan Islam yang memperoleh dana dari Arab, dan
itu merupakan ajaran teologi kekerasan yang diajarkan kelompok-kelompok Islam
di
Arab," kata Said Aqil Siradj dalam acara bedah buku karangan KH. Abdurrahman
Wahid (Gus Dur) dan Daisaku Ikeda bertajuk "Dialog Peradaban untuk Toleransi
dan
Perdamaian" di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (19/4/2011).
Menurutnya, fenomena Islam yang keras disebabkan oleh faktor kemiskinan,
kebodohan serta pemahaman Islam yang keliru. Padahal, Islam menjunjung
perbedaan dalam beragama. Islam sebagai agama rahmatan lil alamin mengajarkan
toleransi. Gagasan Islam yang menghargai kehidupan itu, kata dia, tercermin
dalam buku yang ditulis Gus Dur dan Ikeda.
"Kekerasan yang terjadi saat ini bukan budaya dan ajaran agama Islam," imbuhnya.
"Bagi NU tema ini bukan barang asing, misi Islam bukan hanya syariah saja tapi
juga mengajarkan anti kekerasan. Nabi telah mendirikan negara Madinah bukan
negara Islam yang menjunjung persamaan, perbedaan etnis dan agama. Agama semua
sambung menyambung dari Nabi Ibrahim sampai Nabi Muhammad. Al-Quran sendiri
merupakan wahyu terakhir sebab merupakan wahyu universal," urainya.