Dipublikasikan pada *Radio Netherlands Worldwide * (http://www.rnw.nl)

------------------------------
Alat Masak Penyelamat Nyawa Jutaan Warga
Oleh *Thijs Westerbeek*
Dibuat *27 April 2011 11:43*
 [image: image/jpeg
icon]woodstove.jpg<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/lead/article/2011/04/woodstove_0.jpg>

*Tiap tahun lebih dari dua juta orang meninggal dunia akibat asap kotor di
rumah, yang disebar oleh alat masak dan tungku terbuka. Sekitar separuh
penduduk dunia masih masak dengan cara primitif ini.*

Alat masak baru, hasil penemuan Belanda, mungkin bisa menyelesaikan masalah.

*Dirty Stoves* menyebabkan masalah kesehatan yang lebih besar ketimbang
malaria. Tiap tahunnya 1 juta orang meninggal dunia akibat asap tungku kayu
ini. Ketika menlu Belanda Rosenthal mengunjungi sejawatnya menlu Amerika
Hillary Clinton di Washington belum lama ini, mereka membicarakan soal *Dirty
Stoves*.

"Amerika Serikat bekerja sama dengan PBB dan sejumlah mitra untuk membentuk
*Global Alliance for Clean Cookstoves *(Aliansi global untuk alat
masak bersih, Red.). Tujuannya untuk memfasilitasi 100 juta rumah tangga
dengan bahan bakar dan alat masak bersih menjelang tahun 2020. Pemerintah
Belanda, Shell, Philips sudah lama menjadi perintis di bidang ini dan kami
menghargai kedarmawanan rakyat Belanda," kata Hillary Clinton.
*
Harga terjangkau*
Peranan perintis yang dimaksudkan Clinton adalah pengembangan apa yang
disebut *Woodstove* ciptaan Paul van der Sluis. Ia bekerja di departemen
litbang Philips di kota Eindhoven.

Beberapa saat silam ia ditantang untuk mendesain alat masak untuk warga
termiskin di dunia yang harus praktis, bersih, hemat dan harganya
terjangkau. Mula-mula Van der Sluis menciptakan alat pemanas sangat
sederhana menggunakan kayu sebagai bahan bakar.

Sudah tentu bahan bakarnya harus kayu. Karena kayu masih gampang
dikumpulkan. Tapi kayu juga membawa masalah. Kayu menyebabkan asap, dan asap
merupakan pembunuh utama di rumah tangga. Wajar kalau Hillary Clinton
membandingkannya dengan malaria.

*Bukan energi tambahan*
Van der Sluis berhasil mengatasi masalah asap dengan membubuhi dapur itu
dengan kipas angin. Kipas digerakkan energi dari perbedaan panas antara
dinding dalam dan luar tungku. Udara tambahan bisa ditiupkan ke api, tanpa
memerlukan sumber energi eksternal. Dan proses ini hampir tidak menimbulkan
asap.

Ujicoba *Woodstove* di India disambuy secara antusias. Alat ini ternyata
gampang penggunaannya, menghasilkan panas dengan cepat dan memadai untuk
memasak, dan penggunaan kayu sebagai bahan bakar sekitar 5 kali lebih hemat
dibanding tungku tradisional yang banyak menimbulkan asap.

*Terlalu cepat*
Lalu muncul masalah harga. Philips tidak berniat mengambil untung. Ini juga
penting untuk meningkatkan citra perusahaan. Toh harga tungku bisa puluhan
euro. Dan ini terlalu mahal buat orang termiskin di dunia.

Van der Sluis menilai harus dicari solusi. "Bagaimana pun harga tungku harus
terjangkau. Kalau tidak, tidak ada gunanya."

Atas alasan inilah maka  *Global Alliance for Clean Cookstoves* didirikan.
Perusahaan dari Eindhoven ini juga ingin memasarkan *Woodstove* di
negara-negara lain selain India. Untuk itu diperlukan mitra dan dana.

Amerika Serikat, perintis Aliansi Alat Masak Bersih ini, menyumbang 50 juta
euro. Menlu Belanda Rosenthal juga menyinggung tentang sumbangan Belanda.

"Kita akan ikut serta di aliansi. Ini berarti harus ada kompromi. Dan ini
pasti akan kita lakukan. Saya akan rundingkan dengan sejawat Ben Knapen yang
mengelola anggaran kerjasama pembangunan. Saya kira kita akan memberi
sumbangan lumayan."

Kita tunggu hasilnya apakah alat masak ini bisa menyelamatkan nyawa atau
tidak.
 ------------------------------
*URL sumber:*
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/alat-masak-penyelamat-nyawa-jutaan-warga
 *Links:*
 *Images:*
[i1]
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/lead/article/2011/04/woodstove_0.jpg
[i2] http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia

Kirim email ke