Kewenangan Pengelolaan tidak Jelas
Puluhan Situ di Kab. Karawang Kondisinya Memprihatinkan
Kamis, 05/05/2011 - 00:50

KARAWANG, (PRLM).- Puluhan situ di Kabupaten Karawang kondisinya
memprihatinkan. Hal itu dipicu oleh ketidakjelasan kewenangan pengelolaan
antara Pemerintah Kabupaten Karawang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan
pemerintah pusat. Bahkan, beberapa situ dibiarkan begitu saja tanpa adanya
pengelolaan.

"Kami akui kami belum pernah melakukan inventarisasi ada berapa sebenarnya
jumlah situ di Kab. Karawang. Definisi dari situ sendiri belum jelas dan
belum ada payung hukumnya, apalagi mengenai kewenangan pengelolaan," ucap
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab. Karawang, Teddy
Rusfendi, Rabu (4/5).

Teddy mengatakan, saat ini hanya beberapa situ saja yang masih diperhatikan,
seperti Situ Cipule, Situ Kamojing, dan Situ Gempol. "Itu pun perhatiannya
beum maksimal. Kami masih menunggu dari pemrov Jabar maupun pemerintah pusat
dalam hal kewenangan. Jika memang kewenangan ada di Pemkab Karawang kami
siap melakukan penataan dan perbaikan," tuturnya.

Lebih lanjut Teddy menuturkan bukan tidak mungkin puluhan situ tersebut pun
ada yang sudah menyusut akibat alih fungsi lahan. Baik untuk pertanian mapun
pemukiman. Ketidakjelasan batas tanah situ dengan tanah milik masyarakat
hingga memudahkan terjadinya alih fungsi lahan.

"Hingga kini belum ada data pasti seberapa luas Situ di Kabupaten Karawang
yang telah berubah fungsi bahkan sudah menjadi peruntukan lain. Namun,
beberapa situ kondisi maupun luasnya sudah jauh menurun dari kondisi awal,"
ucapnya.

Permasalahan situ, kata Teddy, baru diperhatikan setelah adanya peristiwa
Situ Gintung. Saat itu, pemerintah pusat meminta semua daerah untuk
melakukan penataan. "Namun hanya ada satu pertemuan dan setelah itu tidak
pernah ada lagi.Mau melakukan pentaan bagaimana jika kewenangan pengelolaan
termasuk pendanaan serta landasan hukumnya belum jelas," ujarnya.

Salah seorang warga Cijengkol, Kecamatan Ciampel, Dadan (43) menuturkan
kondisi Situ Cijengkol sangat memprihtainkan.Selain tiap tahun menysuut,
situ tersebut semakin tidak terawat. Padahal, dulu sekitar tahun 1980-an,
situ ini digunakan sebagai sala satu tempat wisata warga lokal.

"Sekarang semakin memprihatinkan kondisinya, jika musim hujan kadang melupa.
jika musim kemarau malah kering airnya. Saat ini, jika masih ada air hanya
dipakai warga sebagai cadangan air irigasi untuk sawah sekitar saja,"
tuturnya. (A-186/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/144008

Kirim email ke