Wios atuh pami kitu ke diguar bah dinu sempalan sejena, eta ge pami bah aa na sempet.
Dinu sikuring sok ngadangu mah antareja teh maot kulantaran ngalamot tapak suku sorangan. From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Abbas Sent: Thursday, May 05, 2011 3:06 PM To: [email protected] Subject: [kisunda] Re: FW: Antareja dan Antasena-Kematian secara Kesatria---Bin Laden was unarmed when SEALs stormed room Versi abah ayeuna moal aya Antareja Antesena Jakatawang --- In [email protected] <mailto:kisunda%40yahoogroups.com> , "Ii Sumirat" <sumirat@...> wrote: > > Kaleresan kenging postingan penggalan carita Bharata Yudha ti milist > sabeulah, diantos dongeng salajengna di Bah AA. > > Kumaha ke kacaturkeun henteu Antarareja sareng Antasena ? soalna dugi ka bab > 25 ayeuna mah anu jadi tokoh peperangan kanggo putra Bima masih keneh Gatot > Gaca. > > Diantos bah AA > > > > Salam > > Ii Sumirat > > > > Sore itu, padang Kurusetra tempat laga perang Baratayuda benar2 menjadi > padang pembantaian dan darah mengalir dimana mana, debu beterbangan dan > suara megaduh kesakitan memilukan hati orang yg waras. > Pasukan Kurawa yg punya balatentara lebih banyak dan persenjataan lebih > canggih, merasa terdesak dan hampir2 merasakan kekalahan. Kekalahan ini > menurut Kurawa karena "tidak adil" perang yg tidak fair, tidak seimbang > protesnya kepada Prabu Kresna yg bertindak sebagai wasit yg sekalian > pengasuh dr Kurawa maupun Pandawa. > "Kenapa?" Tanya Kresna > "Ini Kurawa kalah, gara2 Pendawa majukan si Antareja dan si Antasena"protes > Kurawa yg badannya gede2 siungnya dimana-mana. > Antasena (bisa keluar masuk ke air tanpa tabung oksigen) dan Antareja (bisa > ambless dan njedul ke bumi/tanah 1000 x lebih cepat dr landak) dua orang ini > anak dr Bima yg Sakti. > Mendengar protes sepihak dr Kurawa ini , maka Kresna muarah. Inilah > kelemahan Kresna yg tidak cek n richek kenapa Kurawa kalah dan Pendawa > (akan) menang. > Kresna mencari si Antareja dan Antasena, kesana kemari tidak ketemu, bahkan > semua sudah dimosak masik tidak juga ketemu. Katanya ada di padang Kurusetra > tapi kok gak klihatan batang hidungnya. Maka dikeluarkan senjata > Pamunkasnya, yaitu panah Kalacakra yg bisa terbang sendiri mencari sasaran > dgn tepat. > Gendewa sudah ditarik dan jemparing akan dilucurkan berarti akan ada > kematian lagi, duh. Ketika mau dilepas panahnya, tiba-tiba ...jedulll !! > Keluar dua anak Bima ini : Antasena dan Antarareja dari tanah dan > lautan..merekakeluar sambil ketawa ketiwi ngglegess senyum2 sinis penuh > hormat kepada Prabu Kresna : > "Eeeiiititit eeeiitt jangaaan !!" Terieak mrk berdua kepada Prabu Kresna. > "Kalu Eyan Prabu Kresna melepas panah Kalacakra, maka akan buanyak prajurit > yg lemah akan modar tanpa tahu penyebabnya, gak seimbang lah yaw" kata mrk > berdua. > "Deem, jamput tenan kamu berdua, enak saja jedal jedul dr tanah dan membunuh > Korawa" tereak Kresna. > "Jangan sewot gitu dunk Yang, kami kalah jumlah dan kalah persenjataa, ya > kami pakai akal tidak okol apalagi ukil" kata Antareja" > "Kami sebetulnya yg diDzolimi, dihina dan hak kami dirampas, serta tanah > kami direbut , anak2 kami dibunuh dgn kekurangan gizi dan wanita2 kami > dilecehkan, njuk kalo gitu siapa yg semana-mena eyang Prabu ?" Kata Antasena > "Deem, jamput kamu" Tereak Kresna > Gini saja, kata mrk berdua. Kalo eyang Kresna menghendaki "keseimbangan dan > demmokrasi versi Eyang, dan itu harus melenyapkan kami berdua, gak usah > repot2. Biarlah kami yg murca,mematikan diri kami berdua, dan anggaplah ini > sebagai tumbal utk menegakkan posisi dan Jabatan eyang Kresna sebagai wasit > dlm pepernagan ini. > "Bleessss bleessss" mereka berdua lenyap dr padang Kurusetra dan musnahkan > nyawanya, raganyapun tak berbekas. > Sebuah kematian dr kesatria peperangan yg mati dengan indah dan penuh > pengorbanan. Mereka merasa sudah cukup memberikan arti tentang makna > kehidupan yg adil dan bermartabat, tidak sia2 nyawanya dimusnahkan. Dan sore > itu padang Kurusetra bertiup angin semilir yg harum. Semua prajurit dan > punggawa dr Pandawa dan Kurawa merasakan sesak dadanya haru dengan kepergian > orang yg punya prinsip utk bisa bermartabata dlm hidup dan kehidupan. > Bau harup buka dupa kematian menyelimuti padang Kurusetra, tapi sebuah > pengormatan bagi yg layak mendapatkannya. > Tembang Megatruh (megat-ruh) lamat-lamat mengalun sendu dan angkara murka > masih merajalela. > > Salam dr Joger Jelek > > /gun soetopoR >
<<image001.jpg>>
<<image002.jpg>>
