Ulama Lebanon Puji Pancasila
  Pancasila
<http://www1.kompas.com/printnews/xml/2011/05/10/02145026/Ulama.Lebanon.Puji.Pancasila#>
Pancasila
 Selasa, 10 Mei 2011 | 02:14 WIB

*KAIRO, KOMPAS.com*--Ulama Lebanon Syeikh Ali Zainuddin menyatakan
kekagumannya atas peran Pancasila dalam mempersatukan bangsa Indonesia yang
beragam suku dan agama.

"Filsafat Pancasila sebagai panduan dan pedoman masyarakat sehingga mampu
menciptakan kerukunan hidup umat dari berbagai latar belakang suku agama,
budaya dan bahasa di Indonesia," kata Syeikh Zainuddin dalam pertemuan
dengan Duta Besar RI untuk Lebanon, Dimas Samodra Rum di Shouf, wilayah di
sebelah timur Ibu Kota Beirut, Senin.

Syeikh Zainuddin yang juga Ketua Al-Irfan Foundation, salah satu Yayasan
Sosial masyarakat Muslim Druz di Lebanon, mengungkapkan bahwa pihaknya
mendapat penjelasan tentang Pancasila itu dari beberapa ulama Lebanon yang
baru-baru ini berkunjung ke Indonesia, demikian siaran pers Kedutaan Besar
Republik Indonesia (KBRI) untuk Lebabon yang diterima ANTARA Kairo, Senin.

"Saya banyak mendapatkan pelajaran tentang Indonesia dari Syeikh Sami Abil
Mona dan Syeikh Sami Abdul Khalik, keduanya utusan komunitas Druz yang
berpartisipasi pada Dialog Lintas Agama II di Malang, Indonesia pada
Februari 2011 lalu," terang Sheikh Ali Zainuddin.

Sheikh Ali juga berharap agar Lebanon --yang pernah dilanda perang saudara
akibat konflik sektarian-- dapat meniru Indonesia dalam menjalankan
kehidupan masyarakat dan pemerintahan yang bersatu.

Disebutkan, Indonesia mampu mengedepankan citra Muslim yang ramah, toleran
dan sejalan dengan demokrasi, sehingga menjadi modal utama umat Islam dalam
mengangkat citra Islam di mata dunia internasional.

Dubes Dimas mengatakan, dalam pertemuan tersebut juga disepakati rencana
pengembangan kerja sama antara Indonesia dengan masyarakat Druz melalui
pemanfaatan potensi masing-masing.

"KBRI dan Sheikh Syeikh Zainuddin sepakat bahwa potensi masing-masing di
bidang ekonomi dan perdagangan dapat dieksplorasi untuk pengembangan kerja
sama nyata pada masa depan," ungkap Dubes Dimas Samodra Rum.

Masyarakat Druz bermukim di sepanjang dataran tinggi Shouf yang merupakan
tanah pertanian subur. Sebagian besar masyarakatnya merupakan para petani
anggur dan pohon Zaitun.

Kedua pihak dapat menjajaki kerja sama di bidang perdagangan dan berbagi
pengalaman dan keahlian bercocok-tanam.

Kekaguman Sheikh Ali juga tercermin dari sambutan masyarakat Druz yang
menerima kehadiran rombongan KBRI Beirut dengan antusias.

"Saat tiba di salah satu sekolah di wilayah Shouf, para siswa menyambut kami
dengan lambaian bendera Indonesia dan Lebanon serta mengumandangkan lagu
Indonesia Raya," ungkap Ahmad Syofian, Sekretaris Ketiga Pensosbud KBRI
Beirut.

Syofian menjelaskan, pihak sekolah juga menampilkan video tentang aneka
daerah pariwisata di Indonesia seperti Bali, Raja Ampat (Papua), Bandung,
dan Lombok.

Druz -- dalam bahas Arab Durzi -- adalah sebuah sekte Syiah yang  muncul
pada abad 11 Masehi di Irak saat Pemerintahan Islam Syiah, Bani Fathimiyah.

Saat ini masyarakat Druz tersebar di beberapa wilayah termasuk Lebanon,
Suriah dan Israel. Druz lebih senang menyebut kelompoknya dengan "Al
Muwahhidin", orang-orang yang mengesakan Tuhan.

*Dapatkan artikel ini di URL:*
http://www.kompas.com/read/xml/2011/05/10/02145026/Ulama.Lebanon.Puji.Pancasila

Kirim email ke