Jigana hade mun dijieun model, pikeun ngawangun Kampung Basa Sunda. Kira-kira fasilitasna, ngawangun komunitas kampung nu migunakeun basa Sunda dina sagala hal sapopoena. Bari nyadiakeun rupa-rupa media pikeun diajar Basa Sunda.
========= Mengapa Mereka Datang ke Kampong Bahasa? k20-11<http://www1.kompas.com/printnews/xml/2011/05/12/08441891/Mengapa.Mereka.Datang.ke.Kampong.Bahasa#> Tampak seorang pelajar tengah melintas di depan lembaga kursus tertua di Pare, Kediri. Kamis, 12 Mei 2011 | 08:44 WIB *KEDIRI, KOMPAS.com* - Sudah sejak lama Kampong Bahasa di Pare, Kediri, Jawa Timur menjadi salah satu tujuan utama para pembelajar dari penjuru negeri untuk dapat menguasai bahasa Inggris. Lalu, untuk alasan apa yang menyebabkan banyak orang memilih lokasi ini untuk belajar bahasa asing itu. Apriyadi (22), pemuda yang datang jauh-jauh dari Jambi ini mengaku sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan jenjang pendidikan sarjananya di luar negeri. "Bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Kebetulan saya ingin kuliah di luar negeri," ujar lulusan sebuah SMA di Jambi ini. Setelah banyak mendapat rekomendasi dari para rekannya, sejak 5 bulan yang lalu dirinya memutuskan untuk datang ke Pare. "Banyak teman dari Jambi yang menceritakan tempat ini, akhirnya saya tertarik," kata Apriyadi. Sementara Vivi Setyaningrum (23), lulusan sebuah sekolah tinggi pariwisata di Depok ini mengaku sedang memperdalam kemampuan ber-bahasa Inggris yang telah diperolehnya semasa kuliah dulu. "Saya ingin lebih lancar dalam * speaking*, makanya saya datang ke sini," ujar warga Depok yang baru 3 bulan belajar di Pare ini. Saat di Pare, Vivi menegaskan, dirinya menemukan pengalaman belajar yang berbeda dari sebelumnya. Ia mengaku salut pada pola belajar yang membuat orang tidak takut salah dan tetap percaya diri dalam belajar. "*Get the ability by confident, and don't be afraid of making* kesalahan," ujar gadis manis ini. Vivi mengatakan, sesuai dengan latarbelakang pendidikannya, maka tentunya dia akan berkarya dan menekuni bidang yang mensyaratkan kemampuan bahasa. "Bekerja di perhotelan, pariwisata dan keliling dunia," kata dara berkawat gigi ini. Lain lagi dengan Rudolf Valentino. Ia nekat datang dari Ambon juga untuk belajar Bahasa Inggris. Menurutnya, bahasa adalah jembatan untuk transfer pengetahuan. "*Go around the world and get knowledge of it*," ujar Valentino. Sedangkan Atik Rahma Izzati (23) mengaku, selama ini ia menghadapi kesulitan untuk mendapat pekerjaan karena terganjal kemampuan bahasa. Padahal, ia juga sudah bergelar sarjana kimia dari sebuah universitas terkemuka di Surabaya. "Gara-gara tidak mempunyai kemampuan bahasa Inggris," ujar pelajar asal Tuban ini. Tidak sedikit pula para pengunjung Kampong Bahasa ini adalah para pembelajar aktif. Artinya, mereka dari satu sekolah dan datang berkelompok serta atas nama sekolah. " Biasanya mereka berasal dari sekolah yang mempersiapkan RSBI," ujar Hadi Slamet, pengelola salah satu lembaga kursus. *K20-11* *Dapatkan artikel ini di URL:* http://www.kompas.com/read/xml/2011/05/12/08441891/Mengapa.Mereka.Datang.ke.Kampong.Bahasa
