Haduuuh sedih oge euy baca info dibawah... Pemprop DKI Jakarta ternyata berpihaknya teh kepada masyarakat yang berduit dalam hal ini pemilik mobil pribadi yg pake BBM SUBSIDI :((... bukan kepada sarana transportasi publik yang justru menopang kehidupan masyarakat. Truk yang umumnya mengangkut barang- barang kebutuhan masyarakat diantaranya pangan dan lainnya harusnya mendapatkan prioritas karena untuk kepentingan umum. Kalau dibatasi maka otomatis biaya transport dan jangka waktu pengiriman menjadi bertambah, secara otomatis justru akan meningkatkan harga jual komoditas di pasar dan yang menanggung akibatnya tentunya masyarakat luas. Kalaupun harga jual di pasar tidak naik maka secara otomatis justru margin pengusaha, petani, umkm lah yang menurun dan dapat berimbas justru gulung tikarnya pengusaha lokal. Supply Chain Management di Indonesia bisa dibilang pakusut karena salah satunya di masalah transportasi.
Sangat berat misalnya produk segar dari Desa di kaki gunung menjangkau pusat kota karena infrastruktur jalan dari desa ke pusat kota tidak memungkinkan pengiriman produk segar itu secara cepat mencapai pusat kota. Belum lagi pungli yang hampir ada disetiap perempatan dengan cara melempar korek api, pernah ditayangkan di TV dulu... sekarang masih ada ngak ya? Jadi bagimana mungkin produk- produk lokal Indonesia bisa bersaing dengan produk luar negeri karena HIDDEN COST-nya terlalu besar. Sementara luar negeri mereka sudah bisa mass production secara volume lebih besar, secara cost lebih episien, supply chain managementnya lebih mumpuni, dukungan dari pemerintah juga dalam hal financing, taxes, insentif juga okeh bisa menjadikan daya saing produk mereka luar biasa. Sementara di kita mah sudah mah ngak didukung ditambah lagi dipalakin, jadi sudah jatoh ketimpa tangga teh bener- bener deuh. Nah sementara mobil pribadi yang isinya satu atau dua orang borjuis justru yang diutamakan. Pemerintah harusnya mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi publik tentunya dengan menyediakan mass transport yang aman, nyaman, dan terjangkau. Pemerintah malahan terus berkutat dengan mempernyaman pengguna kendaraan pribadi yang nota bene sebagian besar justru menggunakan BBM Bersubsidi :((. Siapa yang diuntungkan? Ya tentunya para produsen kendaraan pribadi entah itu JEPUN, AMRIK, dan lainnya. Nah Mang Kabayan sempet denger kalau tidak salah di TV ada info dari pemerintah mau mengalihkan subsidi langsung ke yang benar-benar membutuhkannya. Setujuuu pisan karena memang seharusnya begitu. Sok atuuuh lah dananya sebagian didistribusikan ke daerah dalam hal peningkatan infrastruktur baik jalan, kesehatan, dan pendidikan. Masyarakat itu tidak perlu diberi sumbangan dalam hal ini BLT tapi justru harus diberikan pancing untuk nguseup/ mancing yaitu peluang usaha, kemudahan usaha, kelancaran usaha, yang tercermin dari adanya pendanaan yang mudah dan murah, ketersediaan infrastruktur yang memadai, akses ke pasar yang mudah, percepatan birokrasi perizinan, insentif pajak, dlsb. Justru kalau diberi uang langsung mah yang ada malah abis ngak jelas tea dipakai poya- poya. Di sektor mass transport dalam hal ini KRL ada informasinya katanya akan diutak atik, dimana KRL Pakuan Express Bogor - Jakarta yang langsung tidak berhenti disetiap stasiun akan ditiadakan dan hanya ada satu KRL Ekonomi AC dimana nanti akan berhenti disetiap stasiun. Dengan harga tetap mengacu ke Pakuan Express tetapi pelayanan dan kecepatan malah berkurang tentunya akan menambah ketidak nyamanan pengguna KRL. Hal tersebut justru nanti akan menimbulkan beralihnya kembali ke menggunakan kendaraan PRIBADI. Nah siapa lagi yang diuntungkan dalam hal ini? Mang Kabayan mah berharap sok atuh pemerintah teh dalam bikin kebijakan dahulukan dulu kepentingan umum dan yang banyak dampaknya kepada masyarakat luas. Dorong terus pengembangan infrastruktur ke daerah,jadi baik sekali tuh jalan toll teh lebih banyak ke luar daerah misalnya nuhun pisan tah toll Cisumdawu (Cileunyi Sumedang Dawuan) dan Tol Cikampek Palimanan mau dipercepat kalau perlu Jalur Selatan Jabar dikembangkan juga misalnya Tol Bogor Sukabumi Cianjur terus ke Garut Ciamis, dlsb... biar Masyarakat Jabar Selatan juga bisa menggeliat. Kalau perlu nanti nyambung juga sampai ujung selatan pulau Jawa kitu... masa kalah sama Dendles hehehe. Sekalian juga di Pulau lainnya tah... Sumatera Kalimantan dan lainnya infrastruktur jalannya kudu ajiiib lah. Jabar selatan juga punya banyak produk- produk pertanian, perikanan, perkebunan yang mumpuni, kalau akses infrastruktur jalan sudah nyaman waaah makin asiiik tuh akses ke pasar nya. Dampaknya income naik dan otomatis taraf kehidupan naik :). Salam InPrastruktur Transportasi Publik, New KAsep Mang Kabayan Tea Jumat, 27/05/2011 06:51 WIB Dishub DKI: Kalau Mau Mogok, Ya Mogok Saja Lia Harahap - detikNews Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta tetap meneruskan kebijakannya mengatur jam operasional angkutan berat sejak pukul 05.00 WIB-22.00 WIB. Yakin bahwa kebijakan ini cukup membawa dampak positif, Dishub tak mau ambil pusing dengan ancaman aksi mogok massal yang dijadwalkan Organda hari ini. "Kalau mau mogok ya mogok saja. Itu hak dan kita tidak bisa melarang," ujar Wakil Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Riza Hasyim, kepada detikcom Jumat (27/5/2011). Hal itu dia sampaikan saat dimintai tanggapannya soal aksi mogok operasi yang diwacanakan Organda. "Yang jelas ini efektif untuk mengurangi kemacetan," tambahnya. Terkait dengan rapat yang dilakukan tadi malam bersama Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Riza menegaskan belum ada hasil. Dia hanya menjelaskan siang ini rapat akan kembali dilanjutkan. "Rapat belum ada kesimpulan, nanti ada lanjutannya jam 14.00 WIB setelah salat Jumat di Kemenko Perekonomian," ucapnya singkat. Hingga pukul 06.40 ini, Ketua Organda DKI Soedirman belum juga bisa dihubungi terkait rencana mogok massal yang dia sampaikan beberapa hari sebelumnya. Hanya saja, menurut Ketua Umum DPP Organda Eka Sari Lorena Soerbakti, karena belum adanya kesepakatan dalam rapat tadi malam, Organda berencana tetap akan menghentikan operasionalnya hari ini. "Kemungkinan untuk DKI tetap (mogok)," ujar Eka usai rapat di Kantor Kemenko Perekonomian Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2011) malam. Pada rapat tadi malam, Organda merasa belum ada jaminan yang jelas atas permintaan mereka. Selain itu karena rapat berakhir sudah sangat malam, dan kesepakatan mogok sudah lebih dulu direncanakan, Eka mengaku tidak punya waktu untuk menyampaikan kesimpulan rapat ini pada anggota mereka. "Kemungkinan mogok karena gimana ngumpulin (anggota), ini sudah malam semua, kantor truk nggak semua kantornya yang bisa ditelepon untuk umumkan supaya tidak mogok, sudah jam berapa ini dan siap yang tahu (ada kuputusan rapat malam ini jadi mogok atau tidak)," jelasnya. (lia/her) From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of anton Buat rekan2 dari Bogor yg biasa naek KRL , tolong bantu sebarin ini ya ..:D kalau sempet ..soalnya bulan Juli ini rencananya ada yg namanya Single Operation (semua KRL express dihilangkan diganti jadi Ekonomi AC) .. cuma tarifnya berubah naik .. yg biasanya ekonomi AC 5,500 rupiah menjadi 9,000 rupiah ..dan layanan yg makin amburadul mohon bantu supaya rekan2 yg biasa naik KRL ekonomi AC dan Express bisa ngerti dan sukur2 bisa bantu supaya ada perbaikan ----- Original Message ----- From: "nc" <[email protected]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, May 26, 2011 1:05 PM Subject: [KRLMania.com] Surat Terbuka KRLmania (silahkan disebarin..,) Pernyataan Sikap KRL Mania terkait Rencana Perubahan Pola Operasi dan Tarif KRL Jabodetabek Kepada Yth. Presiden Republik Indonesia Menteri Perhubungan Republik Indonesia Direktur Utama PT. Kereta Api (Persero) Direktur Utama PT. KAI Commuter Jabodetabek Salinan: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia - Komisi V Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI Corporate Secretary PT. KAI Commuter Jabodetabek Kepala Humas PT. KA Daop I Jakarta Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Institut Studi Transportasi (INSTRAN) Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Media Massa Cetak (Kompas, Media Indonesia, Jurnal Nasional, Republika, Koran Tempo, Rakyat Merdeka, dan lain-lain) Media Massa Online (Detikcom, Vivanews, Okezone.com, Hidayatullah.com, dan lain-lain) Dengan Hormat, Menanggapi dikeluarkannya pernyataan pers oleh PT. Kereta Api (PT. KA) dan PT. KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mengenai rencana perubahan pola perjalanan dan kenaikan tarif KRL berdasarkan informasi website perusahaan: http://www.krl.co.id/index.php/Newsflashes/BERITA-TERKINI/rencana-Perubahan- Perjalanan-KRL.html. Maka KRL Mania sebagai forum komunikasi pengguna KRL Jabodetabek menyatakan sikap sebagai berikut: 1. Kami mempertanyakan bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap kelangsungan transportasi massal. Target pemerintah agar KRL Jabodetabek berdaya angkut hingga 1,2 juta penumpang tiap hari sampai 2014, menjadi dasar kebijakan single operation. Target ini akan menjadi pepesan kosong jika tidak diimbangi dengan bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap kelangsungan transportasi massal. Single operation dan penambahan daya angkut adalah 2 hal yang berbeda. Jika tujuannya menambah daya angkut dan agar pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum, maka pemerintah harus menyediakan dan menambah sarana dan prasarana transportasi massal berbasis rel agar lebih layak dan manusiawi. 2. Kami mempertanyakan tidak jelasnya subsidi bagi penumpang angkutan umum massal, terutama KRL Jabodetabek. Kami semua yang akan merasakan imbas 'peralihan tugas' operasi dari PT. KA ke KCJ , karena terhapusnya hak penumpang KRL untuk mendapatkan subsidi setelah 'berubah wujudnya' KRL Ekonomi AC menjadi KRL Commuter Line nanti. Kami melihat adanya ketidakadilan ekonomi yang amat nyata dalam hal ini. Padahal, KRL berperan signifikan dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara dibandingkan naik Mobil pribadi yang notabene malah menggunakan bahan bakar bersubsidi. 3. Kami mempertanyakan kepada PT KA/KCJ dasar penentuan tarif yang wajar dan adil berdasarkan tingkat dan kualitas pelayanan yang dirasakan oleh penumpang. Sebagai contoh, KRL Commuter Line untuk jalur selatan (Bogor-Jakarta) yang berhenti di setiap stasiun nantinya bertiket Rp. 9.000. Nilai itu seharga tiket KRL Ekspress Depok-Jakarta, namun dengan tingkat dan kualitas layanan yang dipastikan akan jauh menurun yaitu dalam hal waktu tempuh dan kepadatan penumpang. Untuk itu, kami menolak dan menuntut dikaji ulang penentuan tarif yang wajar dan adil disesuaikan dengan kualitas pelayanan yang diberikan. Pengkajian ulang harus melibatkan semua stakeholder KRL Jabodetabek yaitu operator, regulator, konsumen, LSM transportasi, dan lain-lain. 4. Penundaan pelaksanaan pola operasi baru memberikan waktu yang cukup buat PT KA/KCJ untuk persiapan internal, dialog dan sosialisasi kepada penumpang. Namun semua itu belum kami temukan sampai hari ini. Untuk itu, kami menuntut diadakannya proses sosialisasi kepada seluruh pengguna jasa KRL di semua stasiun Jabodetabek (bukan hanya pengumuman di kantor atau website PT. KA/KCJ) mengenai rencana perubahan pola perjalanan KRL Jabodetabek. Adapun sosialisasi yang wajib diberikan oleh PT. KA/KCJ sekurang-kurangnya meliputi: Ø Penjelasan mengenai pola dan jadwal perjalanan KRL yang baru. Ø Tarif tiket KRL untuk setiap kelas dan perjalanan Ø Tata cara perpindahan perjalanan KRL, serta Ø Daftar tanya-jawab yang akan muncul selama penerapan pola perjalanan KRL yang baru (Frequently Asked Question / FAQ) Sosialisasi ini harus sudah diberikan paling lambat 2 minggu sebelum diberlakukannya pola perjalanan dan tarif KRL yang baru. 5. Menuntut dipublikasikan dan diterapkannya Standar Pelayanan Minimum (SPM) KRL serta diadakannya evaluasi pelayanan yang diukur berdasarkan SPM yang telah disahkan pada bulan Februari 2011 yang lalu. Jakarta, 26 Mei 2011 Komunitas Pengguna Jasa KRL Jabodetabek KRL Mania [email protected] www,KRLmania.com Hotline : 0815-86133880 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ______________ K R L - M a n i a ____________ Yg Manis Beli Karcis - Yg Keren Beli Abonemen No. Rekening: BCA Cabang BEJ, A/C No. 4580102617 a.n Anna Dwiyana Mandiri Cab. BEJ, A/C No. 104-0097000520 a.n Anna Dwiyana. ___________________________________________ all spammer will be terminated without notice ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
