Beja nu matak helok, sabab kajadianana lain di nagara urang atawa di nagara
muslim nu sejen, tapi di Taiwan! (nu saperti umumna urang Timur jauh, bareuki
pisan kanu aranna babi teh) .

Katingalina Taiwan jauh leuwih ngahargaaan manusa, khususna TKW , dibandingkeun
jeung Arab Saudi saparakanca atawa tatangga urang Malaysia ....


Diperintah Masak Babi, TKW Laporkan Majikan
Ada majikan divonis 6 tahun bui karena memaksa pekerjanya makan babi.

Senin, 30 Mei 2011, 09:06 WIB
Elin Yunita Kristanti

VIVAnews -- Tenaga kerja wanita (TKW) rumah tangga asal Indonesia kembali
terkait kasus hukum. Namun, kali ini giliran jadi pelapor.

Adalah pembantu asal Indonesia, Ati yang melaporkan majikannya ke polisi.
Gara-gara dia dipaksa memasak babi. Padahal ia adalah muslim.

Seperti dimuat media Taiwan United Daily News, yang dilansir kembali oleh
Straits Times, 29 Mei 2011, laporan tersebut ditanggapi serius oleh aparat
Taiwan. Saat ini pasangan majikan Ati sedang diperiksa terkait dugaan memaksa
pekerjanya yang muslim memasak babi di restoran milik mereka.

Tak hanya itu, Ati juga menuduh majikannya yang asal Kota Chiayi menunggak
membayar gajinya hingga sebesar Tw$120.000.

Perempuan 28 tahun itu mengaku awalnya ia dikontrak untuk merawat ibu si
majikan. Namun, ketika sampai di tempat bosnya itu, nyatanya tak ada orang
lanjut usia yang harus dirawat. Ia justru dijadikan pekerja restoran dan dipaksa
memasak babi di restoran, betapapun ia menolak. "Aku tak mau memasak steak babi
lagi," kata Ati.

Meski notabene bukan negara muslim, penghargaan Taiwan atas hak-hak beragama
para pekerja migran sangat tinggi. Pada Desember 2010, sebuah iklan ditayangkan
di televisi-televisi setempat: memperingatkan para majikan untuk tidak memaksa
pekerja asing dan pembantu muslim makan babi.

Dalam iklan yang diproduksi Dewan Tenaga Kerja menunjukkan, seorang pembantu
Indonesia, Nina sedang merawat seorang kakek di sebuah keluarga Taiwan. "Mama
mengatakan pada saya, bahwa agama Nina adalah Islam, dia tidak makan babi. Jadi
kami tak boleh memberinya babi," kata seorang anak dalam iklan itu, seperti
dimuat Siasat.com.

"Hari minggu, kami memberinya libur. Jadi, dia bisa ke masjid. Kata mama, jika
kita memperlakukan Nina dengan baik, dia juga akan merawak kakek dengan baik."

Dewan Tenaga Kerja meluncurkan iklan tersebut pasca protes gencar pekerja muslim
yang mengaku majikan memaksa mereka untuk memakan daging babi atau bahkan untuk
mengubah agama mereka.

Soal babi dan tidak menghargai agama pekerja bisa menimbulkan konsekuensi
serius. Pada 27 Agustus 2010, sebuah pengadilan Taiwan menjatuhkan vonis enam
bulan pada seorang pemilik perusahaan pakaian olah raga. Karena memaksa tiga
pekerja muslim Indonesia makan daging babi. (eh)


http://us.nasional.vivanews.com/news/read/223442-diperintah-masak-babi--tkw-lapo\
rkan-majikan




------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke