http://www.pikiran-rakyat.com/node/146951


Budaya dan Bahasa Sunda Terancam Hilang di Bogor
Senin, 30/05/2011 - 21:17
KISMI DWI ASTUTI/"PRLM"
KISMI DWI ASTUTI/"PRLM"
SEBUAH pementasan wayang golek digelar di Gedung Kemuning Gading di
lingkungan Pemkot Bogor, Sabtu (29/5) lalu untuk memperkenalkan budaya Sunda
yang mulai terlupakan. Sejumlah kalangan menilai dalam waktu beberapa tahun
ke depan, budaya dan bahasa Sunda bisa hilang di Kota Bogor karena tergerus
perkembangan zaman.*

BOGOR, (PRLM).- Sejumlah kalangan, khususnya para pengamat dan budayawan
yang ada di Kota Bogor mengkhwatirkan dalam lima tahun ke depan budaya,
khususnya bahasa Sunda yang ada akan hilang atau punah ditelan perkembangan
zaman. Bahkan para pengamat dan budayawan menilai kepunahan ini akan jauh
lebih cepat terjadi, jika tidak ada upaya-upaya serius dari semua pihak
untuk kembali melestarikan budaya Sunda di tengah masyarakat Kota Bogor.

Demikian dikatakan pengamat budaya Kota Bogor, Eman Sulaiman, Senin (30/5).
"Sebagai orang tua, saya sangat miris dan khawatir melihat perkembangan yang
terjadi dengan masyarakat Bogor saat ini. Bayangkan, apa yang akan terjadi
jika saat ini saja para remaja kita sudah mulai tidak bangga dengan jati
diri mereka sebagai orang Sunda," kata Eman.

Ironisnya lagi, lanjut Eman, para orang tua di Bogor juga tidak bangga saat
melihat anak-anak mereka belajar tentang bahasa dan budaya Sunda. "Sebab,
sekarang banyak para orang tua di Bogor sendiri yang jauh lebih bangga jika
anak-anak mereka itu mampu menguasai bahasa atau budaya luar," lanjutnya.

Melihat fakta dan fenomena yang terjadi ini, lanjut Eman, tidak mustahil
jika kepunahan bahasa dan budaya Sunda dari tanah Bogor akan terjadi lebih
cepat dari waktu yang telah dia perkirakan. "Dalam berbagai tulisan dan
kesempatan, saya pernah sampaikan, bahwa waktu lima tahun itu mungkin saja
akan jauh lebih cepat, jika mulai saat ini kita sebagai orang Bogor sendiri
tidak peduli dan kembali melestarikan budaya Sunda sebagai warisan berharga
dari para lelulur di Bogor," ucap Eman.

Untuk itu, Eman mengajak orang Sunda di Bogor untuk bersama-sama memikirkan,
sekaligus berbuat nyata demi melestarikan kembali budaya dan bahasa Sunda
yang terancam punah itu. "Pengaruh budaya modern saat ini sungguh luar
biasa. Tapi orang Sunda harus mampu mempertahankan budaya dan jati diri kita
sendiri," katanya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pewayangan Indonesia Kota Bogor, Shahlan
Rasyidi mengatakan pihaknya tengah berupaya untuk mengenalkan kembali budaya
Sunda terutama wayang kepada generasi muda. "Selama ini, dengan konsep yang
disesuaikan, anak muda ternyata senang juga dengan wayang," kata Shahlan.

Menurut dia, banyak karakter pewayangan yang bisa dicontoh dan mempunyai
filosofi yang sangat tinggi. Dalam kurun waktu hampir setahun ini sudah
sekitar 60 sekolah yang menjadi sasaran pengenalan kembali wayang. "Meski,
sosialisasi yang kita terapkan belum sampai pada pagelaran secara penuh. Hal
ini supaya generasi muda tertarik dulu, jangan sampai bosan duluan,"
lanjutnya. (A-155/das)***

Kirim email ke