Puasa
--- In [email protected], "Waluya" <waluya2006@...> wrote:
>
> Maca beja dihandap ieu, weleh ......naha bisa kitu nya, awewe deuih nu boga 
> pamadegan kieu teh. Ngeunah jadi lalaki Kuwait mah, ngan eta cenah geuning 
> kudu beunghar. Lamun teu benghar, tapi libidona gede, kudu kumaha nya?
> 
> 
> Politikus Kuwait: Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks
> Rabu, 08 Juni 2011 | 18:27 WIB
> 
> TEMPO Interaktif, Kuwait City - Boleh jadi politikus perempuan dari Kuwait, 
> Salwa al-Mutairi, paham betul betapa laki-laki kebanyakan memiliki syahwat 
> seksual yang kerap kali tak terbendung. Oleh sebab itu, ia mengusulkan satu 
> resep jitu agar para lelaki di negaranya tidak terjerumus godaan sehingga 
> berzinah dengan pembantu, gadis, atau istri orang.
> 
> Ia mengatakan para lelaki yang telah menikah harus memelihara budak seks 
> sebagai antisipasi jika istri mereka berhalangan. Ia menegaskan mempunyai 
> budaks seks sama saja dengan mempunyai istri sah. Ia bahkan menyebutkan 
> perempuan-perempuan yang dapat diperdagangkan itu bisa diperoleh dari 
> negara-negara yang sedang berperang, seperti Chechnya. Oleh karena itu, 
> budak seks itu harus berstatus tawanan perang.
> 
> Dia berdalih dulu orang-orang kaya dibolehkan mempunyai budak, termasuk 
> perempuan yang bisa dijadikan pemuas hawa nafsu. Namun di zaman sekarang, 
> ide itu sangat kontroversial dan dianggap melecehkan kaum hawa.
> 
> Ia beralasan ketimbang mati sia-sia lantaran kelaparan akibat situasi 
> perang, lebih baik menjadi budak seks dengan hidup terjamin dan aman. "Tidak 
> ada yang memalukan dan (budak seks) ini tidak haram menurut hukum Islam," 
> kata Salwa beralasan. Ia pun menuduh secara sepihak bahwa para pemimpin yang 
> hidup di abad ke-8 bahkan ada yang memelihara 2.000 budak seks.
> 
> Meski begitu, ia mensyaratkan umur minimal perempuan yang bisa dijadikan 
> pemuas nasfu adalah 15 tahun. Ia pun mengusulkan agar perdagangan budak seks 
> itu dilegalkan seperti perdagangan pembantu rumah tangga.
> 
> Salwa mengklaim idenya itu mendapat dukungan dari sejumlah mufti di Arab 
> Saudi. "Mereka bilang (memelihara budak seks) itu benar. Itu satu-satunya 
> solusi bagi seorang pria layak yang memiliki kekayaan, nafsu seks luar 
> biasa, dan tidak ingin berbuat zina," ujarnya.
> 
> Ide itu bertentangan dengan ajaran Islam. Saat Islam datang, saat itu budaya 
> Arab memang masih diwarnai perbudakan. Untuk menghapuskan perbudakan itulah, 
> maka dibolehkan majikan menikahi budaknya. Bila sudah dinikahi, maka status 
> sang budak menjadi orang merdeka.
> 
> DAILY MAIL/FAISAL ASSEGAF
> 
> http://www.tempointeraktif.com/hg/timteng/2011/06/08/brk,20110608-339481,id.html?page=3
>




------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke