Gudang 407 memang jiga carita misteri: beas bisa asup, tapi teu bisa kaluar.


=======
"Raibnya" 227 Ton Beras di Gudang Bulog
Mitra Kerja Bulog Takut Pulang ke Rumah
Selasa, 14/06/2011 - 20:31

BANJARNEGARA, (PRLM).- Mitra kerja Bulog Sub Divisi Regional IV Banyumas
Jawa Tengah resah. Mereka kini takut pulang ke rumah karena dikejar -kejar
pedagang beras yang meminta uangnya kembali. Sementara Bulog belum ada
tanda-tanda akan membayar bahkan terkesan lepas tangan dengan kemelut di
Gudang 407 Purwonegoro.

"Hingga sebulan mereka tidak menerima surat GD 1 M, sebagai tanda bukti
penerbitan surat perintah pembayaran (SPP). Itu artinya mitra belum dibayar.
Padahal setiap hari 7 mitra dikejar pedagang untuk melunasi berasnya."Jelas
Mustangin sebagai juru bicara 7 orang rekannya yang sedang tertimpa masalah.

Tujuh mitra Bulog masing-masing pemilik UD Fajar Barokah mengklaim telah
menyetorkan 24 ton, RMU Sri Maya 19,245 ton, UD Sari Padi Utama 36, 165 ton,
RMU Sri Rahayu 21 ton, RMU Guntur Madu 105 ton, Koptan Mitra Tani 47,165 ton
dan UD Hasil Bumi Bobotsari 15 ton.

Beras 277 ton senilai Rp 1.5 miliar tersebut disetorkan ke Gudang Beras Sub
Divre IV Banyumas di Purwonegoro, Banjarnegara sejak sebulan lalu. Namun
hingga sekarang mereka belum menerima pembayaran dari Bulog. (A-99/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/148604

==========
"Raibnya" 227 Ton Beras di Gudang Bulog
Mitra Kerja Bulog Dirikan Posko Keprihatinan Gudang 407
Selasa, 14/06/2011 - 20:15

BANJARNEGARA, (PRLM).- Sekitar 20 mitra kerja Bulog Sub Divisi IV Banyumas
Jawa Tengah buka posko "korban gudang 407" Purwonegoro Banjarnegara, Selasa
(14/6). Setelah musywarah pencairan dana beras pengadaan pangan Rp 1.5
miliar menemui jalan buntu. Bulog dituding cuci tangan dengan "raibnya" 227
ton beras.

Korban gudang 407 sebenarnya hanya 7 orang mitra kerja. Namun sebagai bentuk
solidaritas posko yang didirikan di sebelah gudang beras 405 Purwonegoro
saat diduduki 20 mitra yang ikut unjuk keprihatinan.

Sementara gudang beras dalam kondisi terkunci rapat. Sebab muncul
kekhwatiran jika mitra akan ambil paksa beras digudang milik negara
tersebut.

Mustangin, salah satu anggota mitra kerja Bulog yang tergabung dalam
Asosiasi Perberasan Banyumas (APB) mengatakan, pertemuan antara Bulog, mitra
kerja, kepala gudang dan polisi sejak Selasa pagi hingga petang menemuai
jalan buntu.

Upaya paksa agar Bulog mengeluarkan beras yang sudah disetor tidak berhasil.
Sementara tuntutan agar Bulog segera mencairkan dana Rp 1.5 m juga hasilnya
nihil. "Pertemuan mengalami jalan buntu maka mitra mendirikan posko
keprihatinan. Posko ini akan berlanjut hingga Bulog bertanggung jawab atas
227 ton beras yang sudah masuk gudang,"katanya. (A-99/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/148601

=====
"Raibnya" 227 Ton Beras di Gudang Bulog
Mantan Kepala Gudang: Beras Masih Tersimpan di Gudang 407
Selasa, 14/06/2011 - 21:16

BANJARNEGARA, (PRLM).- Beras mitra kerja Bulog Sub Divisi Regional IV
Banyumas Jawa Tengah sebanyak 277 ton masih utuh tersimpan di Gudang Beras
407 Purwonegoro Banjarnegara.

Hal tersebut disampaikan oleh mantan Kepala Gudang Beras 407 Purwonegoro
Jawa Tengah Agus S dalam rapat pertemuan menelusur kebaradaan 227 ton beras
yangsudah disetor 7 mitra kerja Bulog, Selasa (14/6). "Beras sebanyak 227
ton masih tersimpan di gudang. Saya mempersilahkan agar Sub Divre untuk
menghitung ulang semua beras yang ada digudang,"jelasnya.

Hanya saja dia tidak sempat untuk menerbitkan surat laporan masuknya beras
atau GD 1 M untuk mitra sebagai bukti untuk penerbitan surat perintah
pembayaran (SPP). "Karena sebelum menerbitkan GD 1 M saya sudah
dinonaktifkan sehingga tidak lagi memiliki kewenangan untuk itu," jelas
Agus.

Kepala Sub Divre IV Banyumas Witono mengaku, menolak bertanggung jawab
terhadap klaim masuknya 277 beras ke Gudang beras GB Purwonegoro. "Tidak ada
catatan dalam administrasi kita adanya setoran beras sebesar 277 ton. Jika
ada beras masuk 1 kg kita akan bayar beras seharga 1 kg. Karena tidak ada
beras jadi tidak ada pembayaran,"jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Witono meminta agar para mitra menagih pembayaran
langsung kepada kepala gudang yang menerima beras bukan kepada Bulog. Sebab
secara fisik tidak mengetahui adanya setoran beras.

Dengan adanya kekisruhan masalah setoran beras pihak Bulog sudah
menonaktifkan kepala gudang dan dua orang anak buahnya. Aset berupa rumah
dan kendaraan senilai Rp 500 juta telah diserahkan kepada satu dua mitra.
(A-99/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/148610

=====

Kirim email ke