Dihuapkeun kitu ? 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Ki 
Hasan
Sent: Wednesday, June 15, 2011 4:57 AM
To: Ki Sunda
Subject: [kisunda] Misteri Gudang 407?

 

  

Gudang 407 memang jiga carita misteri: beas bisa asup, tapi teu bisa kaluar. 

=======

"Raibnya" 227 Ton Beras di Gudang Bulog 


Mitra Kerja Bulog Takut Pulang ke Rumah


Selasa, 14/06/2011 - 20:31 

BANJARNEGARA, (PRLM).- Mitra kerja Bulog Sub Divisi Regional IV Banyumas Jawa 
Tengah resah. Mereka kini takut pulang ke rumah karena dikejar -kejar pedagang 
beras yang meminta uangnya kembali. Sementara Bulog belum ada tanda-tanda akan 
membayar bahkan terkesan lepas tangan dengan kemelut di Gudang 407 Purwonegoro.

"Hingga sebulan mereka tidak menerima surat GD 1 M, sebagai tanda bukti 
penerbitan surat perintah pembayaran (SPP). Itu artinya mitra belum dibayar. 
Padahal setiap hari 7 mitra dikejar pedagang untuk melunasi berasnya."Jelas 
Mustangin sebagai juru bicara 7 orang rekannya yang sedang tertimpa masalah.

Tujuh mitra Bulog masing-masing pemilik UD Fajar Barokah mengklaim telah 
menyetorkan 24 ton, RMU Sri Maya 19,245 ton, UD Sari Padi Utama 36, 165 ton, 
RMU Sri Rahayu 21 ton, RMU Guntur Madu 105 ton, Koptan Mitra Tani 47,165 ton 
dan UD Hasil Bumi Bobotsari 15 ton.

Beras 277 ton senilai Rp 1.5 miliar tersebut disetorkan ke Gudang Beras Sub 
Divre IV Banyumas di Purwonegoro, Banjarnegara sejak sebulan lalu. Namun hingga 
sekarang mereka belum menerima pembayaran dari Bulog. (A-99/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/148604

==========

"Raibnya" 227 Ton Beras di Gudang Bulog 


Mitra Kerja Bulog Dirikan Posko Keprihatinan Gudang 407


Selasa, 14/06/2011 - 20:15 

BANJARNEGARA, (PRLM).- Sekitar 20 mitra kerja Bulog Sub Divisi IV Banyumas Jawa 
Tengah buka posko "korban gudang 407" Purwonegoro Banjarnegara, Selasa (14/6). 
Setelah musywarah pencairan dana beras pengadaan pangan Rp 1.5 miliar menemui 
jalan buntu. Bulog dituding cuci tangan dengan "raibnya" 227 ton beras.

Korban gudang 407 sebenarnya hanya 7 orang mitra kerja. Namun sebagai bentuk 
solidaritas posko yang didirikan di sebelah gudang beras 405 Purwonegoro saat 
diduduki 20 mitra yang ikut unjuk keprihatinan.

Sementara gudang beras dalam kondisi terkunci rapat. Sebab muncul kekhwatiran 
jika mitra akan ambil paksa beras digudang milik negara tersebut.

Mustangin, salah satu anggota mitra kerja Bulog yang tergabung dalam Asosiasi 
Perberasan Banyumas (APB) mengatakan, pertemuan antara Bulog, mitra kerja, 
kepala gudang dan polisi sejak Selasa pagi hingga petang menemuai jalan buntu.

Upaya paksa agar Bulog mengeluarkan beras yang sudah disetor tidak berhasil. 
Sementara tuntutan agar Bulog segera mencairkan dana Rp 1.5 m juga hasilnya 
nihil. "Pertemuan mengalami jalan buntu maka mitra mendirikan posko 
keprihatinan. Posko ini akan berlanjut hingga Bulog bertanggung jawab atas 227 
ton beras yang sudah masuk gudang,"katanya. (A-99/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/148601

=====

"Raibnya" 227 Ton Beras di Gudang Bulog 


Mantan Kepala Gudang: Beras Masih Tersimpan di Gudang 407


Selasa, 14/06/2011 - 21:16 

BANJARNEGARA, (PRLM).- Beras mitra kerja Bulog Sub Divisi Regional IV Banyumas 
Jawa Tengah sebanyak 277 ton masih utuh tersimpan di Gudang Beras 407 
Purwonegoro Banjarnegara.

Hal tersebut disampaikan oleh mantan Kepala Gudang Beras 407 Purwonegoro Jawa 
Tengah Agus S dalam rapat pertemuan menelusur kebaradaan 227 ton beras 
yangsudah disetor 7 mitra kerja Bulog, Selasa (14/6). "Beras sebanyak 227 ton 
masih tersimpan di gudang. Saya mempersilahkan agar Sub Divre untuk menghitung 
ulang semua beras yang ada digudang,"jelasnya.

Hanya saja dia tidak sempat untuk menerbitkan surat laporan masuknya beras atau 
GD 1 M untuk mitra sebagai bukti untuk penerbitan surat perintah pembayaran 
(SPP). "Karena sebelum menerbitkan GD 1 M saya sudah dinonaktifkan sehingga 
tidak lagi memiliki kewenangan untuk itu," jelas Agus.

Kepala Sub Divre IV Banyumas Witono mengaku, menolak bertanggung jawab terhadap 
klaim masuknya 277 beras ke Gudang beras GB Purwonegoro. "Tidak ada catatan 
dalam administrasi kita adanya setoran beras sebesar 277 ton. Jika ada beras 
masuk 1 kg kita akan bayar beras seharga 1 kg. Karena tidak ada beras jadi 
tidak ada pembayaran,"jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Witono meminta agar para mitra menagih pembayaran 
langsung kepada kepala gudang yang menerima beras bukan kepada Bulog. Sebab 
secara fisik tidak mengetahui adanya setoran beras.

Dengan adanya kekisruhan masalah setoran beras pihak Bulog sudah menonaktifkan 
kepala gudang dan dua orang anak buahnya. Aset berupa rumah dan kendaraan 
senilai Rp 500 juta telah diserahkan kepada satu dua mitra. (A-99/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/148610

=====

 



<<image001.jpg>>

<<image002.jpg>>

Kirim email ke