220 Raja dan Sultan Akan Hadiri Silatnas II di Bandung
Kamis, 23/06/2011 - 18:46

BANDUNG, (PRLM).- Sedikitnya 220 sultan dan raja se-Nusantara akan meminta
perhatian pemerintah terkait berbagai persoalan yang menyangkut keberadaan
mereka. Rumusan tersebut akan dibahas dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas)
Raja dan Sultan Se-Nusantara 2011 di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika,
Bandung pada Sabtu-Minggu (25-26/6) mendatang. Direncanakan, perhelatan ini
akan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Boediono.

Silatnas ke-II yang akan digelar di Kota Bandung ini, merupakan tindak
lanjut dari Silatnas I yang digelar di Jakarta pada 2009 lalu.

Pada silatnas pertama itu, para raja dan sultan telah merekomendasikan lima
poin penting yang ditujukan kepada pemerintah. Namun, mereka menilai, hingga
saat ini kelima poin tersebut belum terealisasi maksimal.

"Pada silatnas pertama kami sudah merekomendasi lima point penting. Namun,
hingga saat ini rekomendasi itu belum direalisasikan sepenuhnya oleh
pemerintah. Karenanya, pada silatnas ke-II ini rekomendasi itu akan kami
kemukakan kembali," ungkap Sekertaris Silatnas, Benny Ahmad Samu Samu yang
merupakan Raja Samu Samu VI dari Negeri Abubu, Pulau Nusa Laut, Maluku saat
menggelar konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Kamis
(23/6).

Menurut dia, lima rekomendasi pada silatnas yang pernah digelar adalah,
Pertama, mengembalikan pelajaran sejarah kerajaan dan kesultnan dalama
kurikulum pendidikan. Namun, hingga saat ini rekomendasi itu belum
direalisasikan pemerintah. Kedua, meminta pemerintah untuk mengembalikan
identitas raja dan sultan yang selama ini terkesan di marginalkan.

"Ketiga, kami juga meminta kepada pemerintah agar sultan dan raja dilibatkan
secara langsung dalam pengesahan undang-undang adat. Kenyataannya, soal ini
secara formal kami tidak dilibatkan. Namun, upaya-upaya aspirasi dan
inisiatif terus kami lakukan baik melalui anggota DPD maupun DPR RI dalam
memberikan gagasan-gagasan," ungkapnya.

Selanjutnya, dijelaskan Benny, poin keempat yakni meminta pemerintah agar
melakukan pemberdayaan ekonomi kreatif secara langsung dari pemerintah untuk
sultan dan raja serta masyarakat di lingkungan keraton. Pasalnya, mengenai
hal ini pemerintah dianggap belum maksimal memberikan perhatian pemberdayaan
ekonomi. Dia juga mengakui, pemerintah saat ini hanya memberikan perhatian
dalam bentuk bantuan infrastruktur saja.

"Rekomendasi kelima yang kami munculkan pada Silatnas pertama adalah meminta
pemerintah pusat hingga daerah agar menjadi mitra kerja kami. Soal ini,
sedikit-sedikit sudah mulai dilakukan namun masih belum maksimal," ujarnya.
(A-198/kur)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/149677

Kirim email ke