Teu kapalang nya ari bule, eta nyusun kamus wae nepi ka sanggup 90 taun.
Pagawean 90 taun kitu, tangtuna ge meureun dipigawe ku sababaraha generasi.
Pagawean nu merlukeun rarancang nu pasti, target nu panceg, dilakukeun
terus-terusan ti generasi ka generasi. Lain rarancang nu pilih genti tiap
ganti kabinet, ganti kawijakan.

======
Kamus Bahasa Purba Selesai Dibuat dalam 90 Tahun

Senin, 20 Juni 2011 | 14:22 WIB

*TEMPO Interaktif*, *Chicago* - Sebuah proyek ambisius untuk
mengidentifikasi, menjelaskan, dan menyediakan kutipan untuk kata-kata yang
tertulis dalam bentuk alfabet *cuneiform* pada tablet tanah liat atau
dipahat di batu oleh orang Babylonia, Assyria, Akkadia, Sumeria, dan Persia
kuno di Mesopotamia antara 2500 SM dan 100 M telah rampung. Awal Juni,
Universitas Chicago di Amerika Serikat mengumumkan bahwa upaya itu berhasil
diselesaikan setelah bekerja keras selama 90 tahun.

Untuk menandai penyelesaian 21 jilid* Kamus Chicago-Assyrian* itu, Oriental
Institute, Chicago University, tempat proyek itu disimpan, menggelar sebuah
konferensi yang dihadiri cendekiawan dari seluruh dunia. "Saya merasa bangga
dan memperoleh hak istimewa menjadi tuan rumah proyek ini," kata Martha
Roth, Dekan Divisi Kemanusiaan di University of Chicago dan editor kamus
tersebut sejak 1979. "Ini akan menjadi fondasi untuk mengetahui bagaimana
melanjutkan proyek kamus ini di masa depan."

Gil Stein, Direktur Oriental Institute, menyatakan bahwa *Kamus
Chicago-Assyrian* (CAD) adalah upaya untuk mencatat, mengkodifikasi, serta
menerjemahkan bahasa Akkadia yang menjadi inti dari catatan tertulis tentang
peradaban Mesopotamia, daerah kelahiran bahasa itu. "CAD bukan sekadar
daftar kata," ujarnya. "Dengan memerinci sejarah dan kisaran penggunaan
setiap kata, kamus unik ini adalah intisari ensiklopedia budaya dari
sejarah, masyarakat, literatur, hukum, dan agama Mesopotamia serta sebuah
alat riset bagi semua orang yang ingin mengeksplorasi catatan tertulis
tentang peradaban Mesopotamia."

Proyek CAD dimulai pada 1921 oleh James Henry Breasted, pendiri Oriental
Institute dan salah satu pakar arkeologi Timur Tengah pertama di Amerika
Serikat. Proyek itu mendokumentasikan budaya yang berkembang di kawasan yang
saat ini menjadi wilayah Irak.

Meski pada awalnya disebut sebagai bahasa Assyria, para ilmuwan menemukan
bahwa Assyria ternyata adalah sebuah dialek dari bahasa Akkadia. Selama
bertahun-tahun, para peneliti mengisi jutaan kartu indeks dengan referensi
penggunaan 28 ribu kata. Kunci untuk masing-masing kata menunjukkan beragam
makna dan referensi konteks dan cara kata itu digunakan. Dalam jilid
terakhir, misalnya, daftar untuk kata *umu*, berarti "hari," mencakup 17
halaman dan mendokumentasikan penggunaan kata itu.

*LIVESCIENCE | TJANDRA*

*
http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2011/06/20/brk,20110620-341964,id.html
*

Kirim email ke