Hayu geura hudang, hayu geura ngageuing, hayu Urang GAwean..:)) Nuhun, Deni
>________________________________ >From: Mang Kabayan <[email protected]> >To: Landy_series <[email protected]>; Senyum-ITB ><[email protected]>; "[email protected]" ><[email protected]>; Kisunda <[email protected]>; UrangSunda ><[email protected]> >Sent: Tuesday, 5 July 2011 8:48 PM >Subject: [kisunda] Sunset @ Linggarjati Open Space Gallery Kuningan [1 >Attachment] > > > >[Attachment(s) from Mang Kabayan included below] >Enclosed Sunset View @ Open Space Gallery Linggarjati Kuningan :). > >The Tale of King Darmasiksa, raja resi yg memerintah Kerajaan Sunda selama 122 >tahun, memulai dari Saunggalah Kuningan (Upacara Kuningan, Tempat Perayaan >Kemenangan Setelah Melawan Kebathilan Dimana Dewa Dewi Kembali Ke Surga, >Syukuran dengan membuat nasi kuning/ tumpengan), setelah dari Kuningan pindah >ke Galunggung Tasik, lalu kemudian terakhir di Bogor. Salah satu karya besar >Darmasiksa, beliau mengeluarkan Amanat Galunggung berisi ajaran moral >kehidupan agar selaras dengan Alam, Pencipta, dan Sesama Mahluk. >Pemerintahannya sejaman dengan Jendral Saladin di Timur Tengah sekitar abad ke >12 Masehi. > >Amanat Galunggung, Sanghyang Siksa Kandang Ng Karesian kemudian turun temurun >dan terakhir yg berhasil mengamalkannya adalah Prabu Siliwangi, Sribaduga >Maharaja Jayadewata abad ke 15 M, 300-an tahun kemudian di Pakuan Pajajaran >Bogor. Mengembangkan kerajaannya menjadi makmur gemah ripah loh jinawi. > >Darmasiksa dan Siliwangi berhasil mengembangkan Mandala/ Kabuyutan ~ Pusat >Ilmu Pengetahuan, Budaya, dan Keagamaan yang mana setiap anggota masyarakat >wajib menjaga kabuyutan tersebut lebih dari apapun karena bekal untuk generasi >yg akan datang. Guru/ Resi sangat dihargai dan dihormati. Mandala/ kabuyutan >ini dijamin dan dijaga oleh negara. > >Yang bisa kita cermati saat ini Mandala/ Kabuyutan/ Pusat Pendidikan/ Sekolah >harus dijaga kesakralannya sebagai institusi yg memegang teguh moral dan etika >serta budaya. Barangkali PR kita saat ini bagaimana generasi kita bisa belajar >dari Darmasiksa/ Siliwangi dalam menjaga kabuyutannya sehingga negara dan >masyarakat ada dalam kemakmuran. 122 tahun bukanlah masa yg singkat. Indonesia >saja belum sampai 100 tahun. Tentunya hal tsb merupakan pukulan telak dimana >kita mendengar saat ini di media ada istilah contek masal atau nyontek >berjamaah. Belum lagi institusi pendidikan yg semakin komersil dimana negara >tidak lagi menjamin dan menjaga kabuyutannya :((. > >Selamat merayakan Galunggung eeeh Galungan dan Kuningan untuk rekan-2 yg >merayakannya. > >Salam Sejuuuk Dari Kaki Gunung Ciremai... >"Panceg Dina Galur Ngajaga Lembur" > >Powered By New KAsep >@dkabayan.com :) > > >
