Ronde ka-sekian ngeunaan ngawayuh dimulai....

Tinggg .....

Dari sudut biru, mengenakan celana berwarna biru hitam dengan gambar burung ... dialah ... llllllllaaaaaalllllakiiiiiiiiiii.

Dari sudut merah, mengenakan pakaian berwarna pink, dengan gambar dua gunung ... dialah ...
awwwwweeeeweeeee.......


^_^

On 07/20/2011 03:00 PM, Ki Hasan wrote:

Atuh "prahara berbuah berkah" eta mah Bah Willy.
Sanes kitu Bi Oety?

2011/7/20 Waluya <[email protected] <mailto:[email protected]>>

    Aya warta aheng, cenah di Arab Saudi, aya salaki salila 30 taun
    acan nempo
    beungeut pamajikanana. Tambah aheng deui, geuning boga anak, duka
    kumaha carana
    ...hehehehe. Wartosna nyanggakeun:

    30 Tahun Menikah Belum Lihat Wajah Istri

    Ini akibat tradisi yang mengharamkan wanita memperlihatkan wajah
    dan tubuhnya.

    KAMIS, 3 MARET 2011, 04:08 WIB Pipiet Tri Noorastuti

    VIVAnews - Pernikahan itu terjalin selama tiga dekade. Anehnya,
    sang suami sama
    sekali belum pernah melihat wajah istrinya. Hanya mata yang bisa
    dipandang
    selama hidup bersama.

    Sepanjang hidupnya, sang istri selalu mengenakan burka, busana
    tertutup bagi
    wanita muslim yang hanya memperlihatkan area mata. Bahkan, tidur
    pun mengenakan
    busana itu.

    Selama 30 tahun menjalani pernikahan tanpa melihat wajah istri
    ternyata tak
    mengubur rasa penasaran sang suami. Diam-diam, pria ini nekat
    menyingkap cadar
    di wajah istrinya yang tengah lelap tertidur.

    Hanya, jawaban atas rasa penasarannya itu harus dibayar 'mahal'
    dengan gugatan
    cerai sang istri, 2008 silam. Sang istri yang sudah berusia 50-an
    tahun merasa
    dikhianati. Ia bulat menghendaki perceraian, meski suami sudah
    berulang kali
    meminta maaf dan berjanji tak mengulangi perbuatannya.

    "Setelah sekian tahun, dia (suami) mencoba melanggar komitmen, ini
    sudah
    kesalahan besar," kata sang istri kepada koran setempat,
    Al-Riyadh, seperti
    dikutip dari laman Daily Mail.

    Apa yang dilakukan wanita itu merupakan bentuk kepatuhan terhadap
    tradisi yang
    tumbuh subur di kampungnya, tak jauh dari Khamis Mushayt, wilayah
    barat daya
    Arab Saudi. Bukan ajaran Islam, namun tradisi ini tumbuh subur di
    sejumlah
    kawasan terpencil di beberapa negara Teluk.

    Itu pun bukan satu-satunya kasus. Seorang pria bernama Ali
    al-Qahtani juga
    menerima ancaman cerai ketika mencoba membuka cadar istrinya
    setelah 10 tahun
    pernikahan. Beruntung ia dimaafkan setelah berjanji tak akan
    mengulangi
    perbuatannya.

    Sementara Hassan Al-Atibi mengancam akan menikah lagi jika
    istrinya tak bersedia
    membuka cadar. Bukannya terancam, sang istri malah mencarikan
    wanita yang tak
    menganut tradisi itu untuk dijadikan istri kedua. Merelakan
    suaminya poligami
    agaknya lebih baik daripada menunjukkan wajahnya ke suami.

    Om Rabea al-Gahdaray, 70, salah satu wanita yang menjalani tradisi ini
    mengatakan bahwa suami tidak boleh melanggar komitmen yang telah
    disepakati
    sebelum pernikahan. Suami tak boleh mengubah tradisi yang telah
    terbangun sejak
    zaman lelulur mereka.

    Saat ditanya bagaimana bisa memiliki anak tanpa mengizinkan suami
    melihat wajah
    dan tubuhnya, al-Gahdaray menjawab, "Pernikahan itu tentang cinta,
    bukan wajah."
    (umi)

    
http://kosmo.vivanews.com/news/read/207419-30-tahun-menikah-belum-lihat-wajah-is\
    tri
    
<http://kosmo.vivanews.com/news/read/207419-30-tahun-menikah-belum-lihat-wajah-istri>




Kirim email ke