Tamba kawaranan,tah aya salah sahiji komenyar ka na tulisan abah.Punten teu 
disundakeun.



Re: tentang TUHAN ke 1


 

 
Wong gendeng yang tidak gendeng; atau wong gendeng yang budiman;

izinkalah saya komentari pendapat saya miturut yang anda tulis.



--- In [email protected], "Wong Gendeng" <wong_gendeng05@...> wrote:

>

> Artinya disini kita punya pengertian yang sama, pemahaman yang sama yaitu

bahwa tuhan megatasi segala sesuatu. mengatasi pemahaman, mengatasi pengertian.

menurut penjelasan sampeyan deskripsi itu hanya suatu USAHA untuk menjelasakn

SESUATU YANG TAK DAPAT DI JELASKAN, atau suatu USAHA untuk memahami SESUATU YANG

TAKTERPAHAMI. Setelah ini pertanyaannya adalah apakah atau bagaimanakah

konsekwensi logis dari pernyataan tsb?. ada pendapat?

>

> Biarlah saya kasih sedikit pendapat dahulu. Karena manusia tidak mungkin

memiliki pengetahuan tentang tuhan, atau dalam istilah sampeyan bahwa

pengetahuan tentang tuhan (wujud, qidam baqa dst) hanyalah suatu USAHA untuk

memahami SESUATU YANG TAK TERPAHAMI, maka pengetahuan kita tentang tuhan

bukanlah pengetahuan yang sebenarnya tetapi hanyalah pengetahuan menurut

pemahaman kita. sehingga ini bermakna bahwa :

> Alloh bukan nama tuhan yang sebenarnya tetapi nama tuhan menurut pemahaman

kita.Yehuwah bukan nama tuhan yang sebenarnya tetapi nama tuhan menurut

pemahaman kita.Shiwa bukanlah nama tuhan yang sebenarnya tetapi nama tuhan

menurut pemahaman kita. dll



Abbas komentar : Benar tapi utuk keperluan penjelasan menyangkut DIRINYA ,aka

Tuhan dalam Al Qur_an mengatakan :Aku setuju menamaka KAMI dengan nama yang

sering kalian SEBUT didalam menyembah KAMI !

Dan karena kita sering menyebut nama Allah. Maka hari itu resmilah nama DIA

sebagai ALLAH.



>

> model diatas bisa saja di perluas menjadi bahwa;

> Alquran bukanlah firman tuhan yang sebenarnya, tetapi firman tuhan menurut

pemahaman kita (Islam), demikian juga Bibel,bukan firman tuhan yang sebenarnya

tetapi adalah firman tuhan menurut pemahan kita (Kristen). Bagawat Gita bukanlah

firman tuhan yang sebenarnya tetapi adalah firman tuhan menurut pemahaman kita

(Hindu)dll. Sehingga kesimpulanya tidak mungkin hanya ada satu nama saja yang

benar untuk tuhan, tidak mungkin hanya ada satu firman tuhan saja yang benar,

semua sama saja tidak ada yang paling benar atau paling salah sebab hal ini

tergantung kepada pemahaman manusia saja, sehingga klaim klaim sepihak dari

ajaran agama harus di batalkan. misalmya :

>

> YEHUWA adalah satu satunya nama tuhan yang paling benar atao ALQURAN adalah

satu satunya firman tuhan yang peling benar dan paling sempurna, Kalim klaim

semacam ini harus gugur, dalam terang alur pikir seperti ini.



Komentar Abbas Amien : Dalam hal al kitab sata kurang sependapat. Menurut

pendapat saya begini : Pada Zaman dan tempat yang tertentu manusia yang ingin

menyembah Tuhan, diberi ILHAM/petunjuk oleh Dia, kemudian pemahan orang yang

tafakur pada saat itu mendapatkan bahwa Tuhan itu begini begitu; dan

tergambarlah SYiwa. Kemudian kitab sucinya yang artinya petunjuk yang dapat

dituliskan jadilah Kitab Wedha. Tapi orang disekeliling merasa tidak puas dengan

hanya Syiwa saja; maka apa salahnya dalam hatinya Dewa itu bukan satu ! Saya

ingin Brahma ! Saya ingin Indra dsb dsb. Kalau diprotes, tinggal dibalik saja;

kenapa hanya Syiwabla bla bla ? Maka bermuncullanlah Dewa2 di Agama Hindu ! Si

manusia pertama yang mencoba merenung dan dapat Ilham itu kebingungan; karena

dia merasa tak pernah dapat petunjuk lagi; ,aka akhirnya dibiarkanlah seperti

itu terjadi, Pikiran manusia memang terbatas.



Kemudian di samawi muncul Ibrahim yang mengjarkan tentang SATU Tuhan;

yang kemudian berkembangnya justru didaerah HEJAZ. Dan satu Tuhan itu mulai

Ibrahin disebut Allah. Kemudian silih berganti Rasul datang yang adalah manusia

yang bertafakur itulah. Maka akhirnya muncullah Muhammad dengan risalahnya yaitu

Al Qur_an. 80% isinya adalah tentang Siapa itu Tuhan. Dan deskripsi di Al Qur_an

adalah yang paling gamblang dan jelas. Setidaknya lebih jelas dari kitab manapun

didunia ini.

>

> Itu dahulu sedikt pendapat, sebagai konsekwensi logis dari pemahaman diatas.

Apakah sampeyan ada pendapat sendiri? monggo....



Abbas Amien : Trims wong gwndeng, nama anda sendiri sebenarnta siapa ? Komentar

saya sudah saya tulis; mungkin anda sangat tak setuju; tapi marilahkita bersama

sama memikirkannya; dan bukan berantem untuk sesuatu yang tak mungkin kita

capai. Salam

>

> Rahayu

>

>

> --- In [email protected], "Abbas" <abas_amin08@> wrote:

> >

> > Ha ha ha ha ! Wong gendeng yang terhormat, bagus kau mengatakan hal seperti

itu ! Aku salut padamu.

> > Memang Tuhan lebih dari apapun juga ! Bahkan deskripsi itu sendiri kurang

bisa menggambarkan Tuhan yang sebenarnya. Hanya saja deskripsi itu gini loh

kira2 TUHAN. Itu hanya USAHA. Sedangkan sebenarnya JELAS kata2mu benar belaka,

bahwa Tuhan lebih dari yang MANUSIA MAMPU gambarkan !

> > Aku salut pada pengertianmu tentang Tuhan , wong gendeng !

> >

> >

> > --- In [email protected], "Wong Gendeng" <wong_gendeng05@> wrote:

> > >

> > > Lah iya kita kan memang sedang bicara descripsi tuhan, yaitu asmaul husna.

Dalam Asmaul Husna di decripsikan bahwa tuhan maha besar dan maha luas. Menurut

sampayan pengertian ini bagai mana? Coba di uraikan.

> > >

> > > Kalo saya berpendapat, karena tuhan itu maha besar dan maha luas, maka ini

bermakna bahwa tuhan lebih besar dari alam semesta, bahkan tuhan melampaui

segala sesuatu, melampaui alam semesta, melampaui, pemahaman, bahkan melampaui

deskripsi itu sendiri. artinya tuhan itu tidak dapat di diskripsikan. Lah kok

njedul ada descripsi tentang tuhan. Itulah kontradiksinya yaitu mendeskripsikan

sesuatu yang sesungguhnya tidak dapat di deskripsikan. Gitu loh mas.

> > >

> > > Tentang kontradiksi yang kedua, bahwa tuhan itu jauh, juga berasal dari

pemahaman Asmaul Husna yang sampeyan tulis itu. Bahwa tuhan itu menciptakan

segala sesuatu. Pertanyaannya dari mana bahan2 untuk menciptakan segala sesuatu

itu. Sampeyan sudah menjawab sendri, saya kutip tulisan sampayen sbb:

> > >

> > > ------

> > > Dia menciptakan RUANG hampa didalam diriNYA kemudian diisilah ruang hampa

itu dengan kabut berpilin yang akan berproses menjadi Alam semesta seluruhnya.

> > > Maka Dia meliputi segalanya.

> > > ---------

> > >

> > > Apakah artinya itu, itu berarti bahwa bahan2 untuk mencipta segala sesuatu

itu adalah diri tuhan sendiri. Bagaimana sampeyan menjelaskan hal ini lebih

lanjut coba?

> > >

> > > Kalo saya untuk memahami ini, saya menganalogikan dengan amuba binatang

yang bisa meriplikasi dirinya sendiri, bahwa ada maha Amuba. Kemudian maha amuba

mencipta dari dirinya sendiri (baca mereplikasi, atau membelah diri) menjadi

benda A( amuba) kemdian benda B(amuba juga) dst dst.

> > >

> > > Atau cara lain misalnya air dan es, bahwa ada maha air, yang mencipta (

bahanya dari dirinya sendiri) sebongkah es. Dalam bahasa sehari hari ini kita

katakana saja bahwa ada air yang menjadi es karena kondisi tertentu, misalnya

karena dingin. Karena amuba menurunkan amuba juga, dan air menurunkan air juga

berupa es, maka alam semesta yang berasal dari (turunan) tuhan itu berarti tuhan

juga. Karena di dalam alam semesta (tuhan) ada sampeyan dan saya yang juga

ciptaan tuhan, maka sampeyan dan saya adalah tuhan. Sehingga tuhan tidak jauh

seperti yang dideskripsikan oleh asmaul husna. Itulah yang saya maksud dengan

kontradiksi yang ke dua.

> > >

> > > Mungkin ada baiknya sampeyan menguraikan dulu pengertian maha besar, maha

luas, yang melampaui segala sesuatu menurut pengertian sampeyan sendiri, juga

ada baiknya menguraikan pengertian mencipta dari dirinya sendiri, monggo

> > >

> > > Rahayu

> > >

> > >

> > > --- In [email protected], "Abbas" <abas_amin08@> wrote:

> > > >

> > > > Iki Wong gendang ora iso bedakan ISI dan DESCRIPSI.

> > > > Isinya tentang Tuhan itu sendiri Descripsinya ada du asmaul Husna.

> > > > Jadi kalau mau Tahu Tuhan . ya baca descripsinya di Asmaul Husna !

> > > > Tuhan Maha Besar dan Maha Luas itu adalah sebagian dari Asmaul Husna !

> > > > Kok kamu bandingkan ? pusinglah sendiri !?

> > > >

> > > > --- In [email protected], "Wong Gendeng" <wong_gendeng05@> wrote:

> > > > >

> > > > > Kontradiksi pertama

> > > > >

> > > > > 1.Tuhan maha besar, maha luas

> > > > > 2.Tuhan itu Asmaul husna

> > > > >

> > > > > Pernyataan pertama menggambarkan bahwa Tuhan maha besar, maha luas,

melampaui pemikiran manusia, melampaui pemahaman manusia, tak terpahami.

Pernyataan kedua menggambarkan bahwa tuhan itu sempit, kerdil, sebatas Asmaul

Husna, setidaknya tuhan itu terpahami, sebagai wujud, qidam, baqa, qodrat,

irodat, muholafatul lil hawadisi wal qiyamu binafsihi dst. Pernyataan satu

menunjukan tuhan tak terpahami, pernyataan dua menunjukan tuhan terpahami.

> > > > >

> > > > >

> > > > > Kotradiksi kedua

> > > > > 1. Tuhan maha jauh

> > > > > 2. Tuhan menciptakan ruang dan kabut dalam dirinya sendiri

> > > > >

> > > > > Kalo tuhan menciptakan ruang dalam dirinya sendiri dan menciptakan

kabut dari dirinya sendiri yang berproses menjadi alam semesta, maka

sesungguhnya alam semesta itu adalah diri tuhan sendiri yang berarti alam

semesta itu juga tuhan. Didalam alam semesta ada bumi, di dalam bumi ada AKU,

maka ini bermakna AKU adalah tuhan, seseungguhnya tuhan dekat sekali

> > > > >

> > > > > Pernyataan pertama menunjukan bahwa tuhan itu jauh, pernyataan kedua

membawa kepada kesimpulan bahwa tuhan itu dekat. Bahkan membawa kepada

kesimpulan bahwa aku adalah tuhan.

> > > > >

> > > > >

> > > > > Rahayu

> > > > >

> > > > >

> > > > > --- In [email protected], Abbas Amin <abas_amin08@> wrote:

> > > > > >

> > > > > > Bismillah Ar Rahmaan Ar Rahiim

> > > > > >

> > > > > > Segala puji memang kepunyaanNYA jua, yang memiliki segala Kebesaran

dan Kemuliaan.

> > > > > > Shalawat  dan salampada Nabi Besar Muhammad SAW  Oleh sebab dialah

kita tahu tentang TUHAN.

> > > > > >

> > > > > > Pembicaraan tentang Tuhan nantinya akat sangkut menyangkut dengan

Agama secara Umum beserta kepercayaannya. Oleh karenanya tulisan ini agak

panjang, mudah2an saja ada manfaatnya.

> > > > > >

> > > > > > Bermacam cara dan ekspressi orang menggambarkan Tuhan; sehingga tak

bisa disalahkan ada manusia yang salah persepsi tentang Tuhan, misalnya itemabu

dll,

> > > > > > bahkan orang Islam sendiri.Ini semua bukan semata mata kesalahan

mereka. ketidak tahuan dan tak berusaha mencari, dan juga yang menamakan siri

"Ulama" banyak yang salah kaprah mnggambarkan Tuhan. Tuhan dari awal sudah punya

Program yang akan berjalan sesuai yang dikehendakiNYA. Semua akan berproses

sesuai dengan pemikiran manusia adalah masuk LOGIKA; keculi sesuatu yang

dikehendakiNya; sehingga secara nalar manusia tampak ajaib atau luar biasa. Atau

diluar logika.

> > > > > >

> > > > > > Supaya pembicaraan jangan terlalu melebar, maka kita langsung bicara

tentang WUJUD TUHAN.

> > > > > > Pengetahuan tentang wujud Tuhan itu, didapat dari Al Qur_an; sebab

dari kitab2 lain sulit mendeskripsikannya.

> > > > > >

> > > > > > Tapi saya mengakui memang sulit untuk mencapai ke kesimpulan tentang

Tuhan; selain membaca Al Qur_an dan merenungkan artinya, serta dibanding dengan

pengetahuan lainnya; dan setelah beberapa perenungan, yang Insyaa Allah adalah

petunjukNya jua; maka saya tiba pada kesimpulan yang akan saya tulis ini. Maka

pantas saja ahli

> > > > > > Tharekat/sufi mengatakan bahwa perenungan 1 jam atau tafakur 1 jam

lebih baik dari shalat 1 tahun.

> > > > > >

> > > > > > Cabang Ilmu Al Qur_an yng mengarah khusus mengenai Tuhan, adalah

Asma'ul Husna.

> > > > > > Maka Ilmu ini dihargai secara tersendiri oleh Para Pemuka Islam.

Dari Ilmuinilah deskripsi tentang Tuhan bisa jelas sekali.

> > > > > >

> > > > > > Tuhan itu digambarkan oleh Al Qur_an dengan asmaul Husnanya sebagai

:

> > > > > >

> > > > > > Al Kabiir = Maha besar

> > > > > > Al Waasi'u = Maha Luas

> > > > > > Al 'A_la = Maha Tinggi atau Maha JAUH

> > > > > > Al Bathin = Maha tak terjangkau

> > > > > > Al Dzahir = NAMPAK

> > > > > > Al Latiif - Maha Peka soft ware

> > > > > > Ash Shomad/Ahad = Tunggal

> > > > > >

> > > > > > Jadi dari deskripsi diatas yang bisa nampak pada kita apa ?

> > > > > > Jadi DIA itu harus Besar sekali ; tak bisa dibandingkan dengan

apapun.

> > > > > > Dia itu harus Maha Luas dan Maha Jauh; tapi TUNGGAL.

> > > > > >

> > > > > > Maka untuk mencapai semua itu haruslah lebih besar dari Alam Semesta

sendiri !

> > > > > > DIA harus meliputi segalanya; dan harus nampak dari manapun berada.

> > > > > > Artinya Dia kuga memang Al Awwal yang artinya Dialah sumber segala

yang ada. Maka berarti sebelum ada apa2 yang ada hanyalah DIA !

> > > > > > Dia menciptakan RUANG hampa didalam diriNYA kemudian diisilah ruang

hampa itu dengan kabut berpilin yang akan berproses menjadi Alam semesta

seluruhnya.

> > > > > > Maka Dia meliputi segalanya.

> > > > > >

> > > > > > Akan disambung

> > > > > >

> > > > > >

> > > > > >

> > > > > >

> > > > > >

> > > > > >  

> > > > > >

> > > > > >

> > > > > > [Non-text portions of this message have been removed]

> > > > > >

> > > > >

> > > >

> > >

> >

>

Kirim email ke