Tim Istana Temukan Peradaban Kuno di Laut
"Kami menemukan peradaban silam, seperti seni bangunan yang secara
usia mencengangkan."


VIVAnews - Tim studi bencana katastropika purba yang diinisiasi tim
Staf Khusus Presiden dan tim ahli gempa, tsunami, dan ahli geologi
telah merekomendasikan beberapa hasil temuan penelitian mereka untuk
menjadi cagar budaya. Tim ini menemukan sebuah sisa peradaban kuno
yang sudah terbenam di dasar laut.

Menurut Wisnu Agung Prasetya, salah satu anggota tim, setelah bekerja
10 bulan lebih, mencoba untuk mencari dan meneliti fakta dan data
bencana di abad modern ataupun jaman purba yang katastropik, yang
dampaknya menghilangkan peradaban.

"Yang mengagetkan bagi tim adalah, dalam lokasi-lokasi riset kami,
dengan pendekatan trenching, coral, uji radar, geolistrik dan
sebagainya, kami menemukan peradaban silam, seperti seni bangunan yang
secara usia mencengangkan," kata Wisnu dalam siaran pers yang diterima
VIVAnews, Rabu 27 Juli 2011.

Namun Wisnu menolak menyebut lokasi yang dimaksud. Wisnu
mengungkapkan, lokasinya berada di kawasan Priangan yang juga meliputi
Banten Selatan.

Tim meyakini, peradaban yang hilang ini tenggelam karena megatsunami
semacam yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 lalu. "Padahal di Aceh
ada kata Ie Beuna yang artinya ombak besar bergulung-gulung, yang
artinya pernah ada tsunami di Aceh, di waktu-waktu sebelumnya. Logis
jika ada peradaban dan pengetahuan yang terpendam," kata Wisnu lagi.

Tim ini bekerja bukan khusus untuk meneliti kebudayaan kuno. Tim ini
untuk mendukung kebutuhan pokok mitigasi kebencanaan. "Pembuatan
zonasi gempa berdasarkan zonasi sumber gempa dan fungsi atenuasi yang
disempurnakan, juga penelitian tentang kekuatan, daktilitas, perkuatan
dan perbaikan struktur bangunan terhadap pembebanan seismik,
pengembangan metode prediksi gempa dengan metode tertentu," kata
Wisnu.

Dan yang terpenting, lanjutnya, riset ini adalah  uji materi, bahkan
memasukkan kasus yang sama sekali baru untuk pembuatan katalog tsunami
dan pemetaan potensi gempa pembangkit tsunami, yang terjadi dalam
waktu-waktu yang lampau. "Ada missing link yang harus dijembatani,
dari berbagai periode sejarah ini. Pendekatan geologis, arkeologis,
antropologis, dan penelitian yang komprehensif mesti diambilalih oleh
negara dan dapat dicagarkan, terutama seni bangunan dan pengetahuan
yang tersimpan. Harapannya menjadi pusat penelitian masyarakat, wisata
kebudayaan nantinya, dan kebanggaan nasional," katanya.

Selat Sunda di mana Gunung Krakatau terbentang telah memunculkan
spekulasi sebagai pusat dari legenda Atlantis yang hilang. Argumen ini
dikemukakan Arysio Santos, seorang geolog dari Amerika Latin.

Belakangan, Stephen Oppenheimer, genetikawan Inggris, menulis buku
"Eden in the East" yang menyimpulkan Asia Tenggara merupakan pusat
penyebaran genetika kedua manusia setelah keluar dari Afrika. Pusat
penyebaran ini, menurut Oppenheimer, kemudian tenggelam ketika es
mencair pada kurun antara 14.000 sampai 8.000 tahun yang lalu.(np)


Sumber : 
http://nasional.vivanews.com/news/read/236360-tim-istana-temukan-peradaban-kuno-di-laut


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke