Sawatara waktos kalangkung asa rada haneuteun masalah TKI nu keuna hukuman 
pancung di Arab, nu ngarembet kana midungdengkeun beda budaya, syareat, 
jeeste...
Tah ayeuna, Nyi Darsem nu tos dibebaskeun ku pamarentah ku jalan mayar diyat ka 
kulawarga lan ahli waris korban, geuningan malah ngamonyah-monyah sumbangan nu 
ditampina. Cikan, naha emang kieu budaya urang Sunda teh kitu?


Hapunten sanes niat ghibah dina sasih siyam ieu...:)




http://us.detiknews.com/read/2011/08/05/171827/1697692/10/dapat-sumbangan-rp-12-m-darsem-kini-bak-toko-emas-berjalan

Dapat Sumbangan Rp 1,2 M, Darsem Kini Bak Toko Emas Berjalan  
Ken Yunita - detikNews

 
Jakarta - Hidup Darsem, TKI yang lolos dari hukum pancung di Arab Saudi telah 
berubah 180 derajat. Setelah kembali ke Indonesia dan menerima dana 
lebih dari Rp 1,2 miliar dari pemirsa TVOne, Darsem hidup 'gemerlap'.

Pengacaranya,
 Elyasa Budianto, bercerita, keluarga Darsem saat ini berlimpah harta. 
Selain membeli sawah dan membangun rumah, Darsem juga terlihat 
mengoleksi perhiasan emas.

"Dia sekarang kalau ke mana-mana pakai
 emas, sudah kayak toko berjalan. Saya tidak enak juga melihatnya, itu 
kan uang sumbangan ya," kata Elyasa saat berbincang dengan detikcom, 
Jumat (5/8/2011).

Menurut Elyasa, bukan hanya gaya hidup Darsem 
saja yang berubah, namun sikap ibu satu anak itu tak lagi seperti dulu. 
Jika dulu Darsem terkesan pendiam, kini Darsem lebih banyak bicara dan 
senang diwawancara.

"Sikapnya berubah, sama tetangga-tetangganya 
juga berubah. Yang lebih nggak enak, dia seperti ingkar dengan 
janji-janjinya dulu. Dulu kan dia mau bantu memperbaiki jalan di 
kampung, tapi ternyata setelah dapat uang, dia nggak mau. Itu yang bikin
 warga nggak senang," kata Elyasa.

Sikap Darsem ini juga yang 
membuat Elyasa sedikit malu mendampingi Darsem. Selama ini dia telah 
berusaha membantu keluarga Darsem agar mendapat simpati masyarakat, tapi
 ternyata saat ini sikapnya berubah.

"Dulu saya bantu atas dasar kemanusiaan, tapi kok jadi begini. Saya malu juga 
sama masyarakat," kata Elysa.

Sejumlah media massa juga menyoroti gaya hidup Darsem yang kini berbeda itu. 
Saat diwawancara, Darsem terlihat bling-bling. Perhiasan emas seperti anting, 
gelang, kalung, dan cincin bernilai puluhan juta tampak melekat di tubuh Darsem.

Bahkan
 koran ibukota menyebut Darsem saat ini dijuluki 'Toko Berjalan' karena 
perhiasan emas yang melekat di tubuhnya sangat banyak dan berukuran 
besar-besar.

Darsem menerima uang sumbangan pemirsa melalui 
rekeningnya di Bank BRI Pamanukan, Subang, Senin. Saat menerima 
sumbangan itu, Darsem yang didampingi keluarganya mendatangi kantor bank
 tersebut pada 25 Juli 2011.

Saat melihat rekeningnya yang 
menggendut, raut wajah Darsem sangat bahagia. Bahkan Darsem sempat 
memperlihatkan buku tabungan yang tertera Rp 1,259 miliar kepada 
wartawan. Saat itu, Darsem mengaku ingin menyumbang anak yatim dan kaum 
jompo di kampungnya. Selain itu, Darsem juga ingin melunasi 
utang-utangnya.

Sumbangan untuk Darsem dari pemirsa TVOne, semula
 dimaksudkan untuk membantu membayar diyat (tebusan) bagi ibu satu anak 
itu sebesar Rp 4,7 miliar. Namun diyat itu kemudian dibayar oleh 
pemerintah. Sehingga dana pemirsa TVOne yang terkumpul, diserahkan semua
 kepada Darsem.
(ken/nrl)

Kirim email ke