Hehehe, enya puguh uing ge maca wartana ti sababaraha media, rada
manghanjakalkeun.

Aya masalah jigana dina hal ieu, boh ti pihak kulawarga Darsem sorangan,
mediator nu nyumbang, oge pamarentah. Asa kungsi maca, atawa beja ti baraya
milis, kumaha urang kulon ngaantisifasi sikep OKB jiga kieu. Cenah ceuk eta
beja, di lembur urang kulon mun aya jalma miskin meunang lotre gede, sok
dibere pendamping panasehat keuangan, sangkan eta jalma bisa
ngamangpaatkeunana sacara rasional.

Tah lebah dieu, jigana hadena mah ti pihak media atawa pamarentah mere
pendampingan ka kulawarga Darsem, sangkan bisa ngamangpaatkeun eta sumbangan
sacara rasioanl, supaya teu mucunghulkeun gejolak jiga kiwari.


2011/8/7 Deni Indra Kelana <[email protected]>

> **
>
>
> Sawatara waktos kalangkung asa rada haneuteun masalah TKI nu keuna hukuman
> pancung di Arab, nu ngarembet kana midungdengkeun beda budaya, syareat,
> jeeste...
> Tah ayeuna, Nyi Darsem nu tos dibebaskeun ku pamarentah ku jalan mayar
> diyat ka kulawarga lan ahli waris korban, geuningan malah ngamonyah-monyah
> sumbangan nu ditampina. Cikan, naha emang kieu budaya urang Sunda teh kitu?
>
> Hapunten sanes niat ghibah dina sasih siyam ieu...:)
>
>
>
>
> http://us.detiknews.com/read/2011/08/05/171827/1697692/10/dapat-sumbangan-rp-12-m-darsem-kini-bak-toko-emas-berjalan
>
> Dapat Sumbangan Rp 1,2 M, Darsem Kini Bak Toko Emas Berjalan
>  *Ken Yunita* - detikNews
>
>  [image: Dapat Sumbangan Rp 1,2 M, Darsem Kini Bak Toko Emas Berjalan]
> **
> *Jakarta* - Hidup Darsem, TKI yang lolos dari hukum pancung di Arab Saudi
> telah berubah 180 derajat. Setelah kembali ke Indonesia dan menerima dana
> lebih dari Rp 1,2 miliar dari pemirsa TVOne, Darsem hidup 'gemerlap'.
>
> Pengacaranya, Elyasa Budianto, bercerita, keluarga Darsem saat ini
> berlimpah harta. Selain membeli sawah dan membangun rumah, Darsem juga
> terlihat mengoleksi perhiasan emas.
>
> "Dia sekarang kalau ke mana-mana pakai emas, sudah kayak toko berjalan.
> Saya tidak enak juga melihatnya, itu kan uang sumbangan ya," kata Elyasa
> saat berbincang dengan detikcom, Jumat (5/8/2011).
>
> Menurut Elyasa, bukan hanya gaya hidup Darsem saja yang berubah, namun
> sikap ibu satu anak itu tak lagi seperti dulu. Jika dulu Darsem terkesan
> pendiam, kini Darsem lebih banyak bicara dan senang diwawancara.
>
> "Sikapnya berubah, sama tetangga-tetangganya juga berubah. Yang lebih nggak
> enak, dia seperti ingkar dengan janji-janjinya dulu. Dulu kan dia mau bantu
> memperbaiki jalan di kampung, tapi ternyata setelah dapat uang, dia nggak
> mau. Itu yang bikin warga nggak senang," kata Elyasa.
>
> Sikap Darsem ini juga yang membuat Elyasa sedikit malu mendampingi Darsem.
> Selama ini dia telah berusaha membantu keluarga Darsem agar mendapat simpati
> masyarakat, tapi ternyata saat ini sikapnya berubah.
>
> "Dulu saya bantu atas dasar kemanusiaan, tapi kok jadi begini. Saya malu
> juga sama masyarakat," kata Elysa.
>
> Sejumlah media massa juga menyoroti gaya hidup Darsem yang kini berbeda
> itu. Saat diwawancara, Darsem terlihat *bling-bling*. Perhiasan emas
> seperti anting, gelang, kalung, dan cincin bernilai puluhan juta tampak
> melekat di tubuh Darsem.
>
> Bahkan koran ibukota menyebut Darsem saat ini dijuluki 'Toko Berjalan'
> karena perhiasan emas yang melekat di tubuhnya sangat banyak dan berukuran
> besar-besar.
>
> Darsem menerima uang sumbangan pemirsa melalui rekeningnya di Bank BRI
> Pamanukan, Subang, Senin. Saat menerima sumbangan itu, Darsem yang
> didampingi keluarganya mendatangi kantor bank tersebut pada 25 Juli 2011.
>
> Saat melihat rekeningnya yang menggendut, raut wajah Darsem sangat bahagia.
> Bahkan Darsem sempat memperlihatkan buku tabungan yang tertera Rp 1,259
> miliar kepada wartawan. Saat itu, Darsem mengaku ingin menyumbang anak yatim
> dan kaum jompo di kampungnya. Selain itu, Darsem juga ingin melunasi
> utang-utangnya.
>
> Sumbangan untuk Darsem dari pemirsa TVOne, semula dimaksudkan untuk
> membantu membayar diyat (tebusan) bagi ibu satu anak itu sebesar Rp 4,7
> miliar. Namun diyat itu kemudian dibayar oleh pemerintah. Sehingga dana
> pemirsa TVOne yang terkumpul, diserahkan semua kepada Darsem.
> * (ken/nrl)*
>

Kirim email ke