Kadang perlu waspada oge bisi salah masang. Contona wae kulantaran manajemen haji berantakan nya disegel ku dalil agama yen naek haji mah kedah kandel kasabaran.... teuuuuh pan? Tapi memang sagala hal katempo teh da kumaha posisi, perspektif nu nempo.
jp Dari: Dudi Herlianto <[email protected]> Kepada: [email protected] Cc: Urang Sunda <[email protected]>; Baraya Sunda <[email protected]> Dikirim: Selasa, 16 Agustus 2011 2:26 Judul: Re: [kisunda] Puasa - Agama Obat Kabagjaan? jadi jalma pasrah, narima, taklid rarasaan memang bakal langkung gampang tinimbang jadi jalma nu panasaran, loba pananya, henteu ngarasa cukup. Pada 16 Agustus 2011 14:44, Ki Hasan <[email protected]> menulis: >Penelitian: Orang Beragama Lebih Bahagia >Selasa, 16 Agustus 2011 | 07:47 WIB >TEMPO Interaktif, Jakarta - Saat menghadapi konflik atau situasi sulit, orang >yang religius lebih bisa bertahan dan tetap merasakan kebahagiaan dibanding >kaum atheis. > >Penelitian oleh tim dari University of Illinois bersama Gallup Organization >ini kemudian diterbitkan di Journal of Personality and Social Psychology, >Agustus 2011. > >Peneliti melakukan analisis data yang dikumpulkan dari tahun 2005 hingga 2009 >terhadap orang di 150 negara yang berbicara tentang agama, kepuasan hidup, dan >dukungan sosial. > >Secara umum, peneliti menemukan bahwa agama memberi dukungan emosional ketika >kebutuhan mendasar seperti makanan, pekerjaan, rasa aman, dan pendidikan tidak >terpenuhi. > >Orang yang religius cenderung merasa lebih terhormat dan lebih sedikit >memiliki perasaan negatif dibanding mereka yang tak religius. > >HEALTHDAY | UTAMI > > >__._,_ -- d-: dudi herlianto :-q paciringan.wordpress.com kunyuk nuyun kuuk, kuuk nuyun kunyuk
