Ninggali di TV, dina raraga ngareuah-reuah acara Agustusan,  aya pesta unik,
ngabalangkeun tabung gas.
Neangan beritana manggih warta taun kaliwat.

=====
Pesta Rakyat Lempari Tabung Gas
akibat+ledakan+tabung+gas<http://id.wordpress.com/tag/akibatledakantabunggas/>,
ledakan+tabung+gas <http://id.wordpress.com/tag/ledakantabunggas/>,
resiko+tabung+gas <http://id.wordpress.com/tag/resikotabunggas/>,
tujuhbelasan <http://id.wordpress.com/tag/tujuhbelasan/>

Merebaknya kasus tabung elpiji yang tidak aman dan mudah bocor hingga
menimbulkan ledakan yang memakan korban jiwa, dikritisi secara unik oleh
warga RW 5 Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Kritik unik akan keamanan tabung dilakukan dengan cara menggelar lomba
lempar tabung gas elpiji ukuran 3 kg. Acara ini menjadi rangkaian kegiatan
aneka lomba dalam rangka perayaan HUT ke-65 Republik Indonesia.

“Mengapa tabung gas 3 kg? Karena ini sangat dekat dengan kehidupan warga
sehari-hari,” terang Darmanto, Ketua RT III, mengenai lomba unik yang
diselenggarakan warga RW V. “Dan kami ingin menyampaikan kritik kepada
pemerintah untuk lebih memerhatikan kualitas tabung dan alat yang terkait
dengan penggunaan kompor gas. Jangan sampai ada korban karena kualitas
tabung atau regulator atau selang yang tidak bagus,” ucapnya.

Pada dinding tabung berwarna hijau yang digunakan untuk lomba, panitia
menempelinya dengan tulisan tabung elpiji bocor dan non-SNI. Secara
kebetulan, tabung yang digunakan memang tabung yang rusak pada bagian lubang
atasnya dan tidak ada logo Standar Nasional Indonesia (SNI) meski tercetak
logo dan nama Pertamina di salah satu sisi tabung.

Lomba yang digelar di pinggiran sawah bekas panen itu, berlangsung cukup
unik. Ibu-ibu secara bergiliran mencoba melemparkan sejauh mungkin tabung
kosong seberat 5 kg itu. Siapa yang mampu melempar paling jauh, dia
dinyatakan menjadi pemenang.

Satu persatu, ibu-ibu yang biasa berkutat di dapur dan dekat dengan si
tabung bulat hijau ini pun beraksi. Ada yang melemparkan tabung seperti
orang melempar bola boling, yakni mengayunkan tabung dari bawah dan
melepaskan tabung saat posisi lengan ke atas. Namun ada juga yang bergaya
ala atlet tolak peluru serta bergaya ala kadarnya , yakni memegang tabung
dengan kedua tangan dan melemparkannya ke arah depan. Lomba ini dimenangi
oleh Nyonya Lutfi yang mampu melempar tabung sejauh 6,20 meter.

“Di daerah sini memang tidak pernah ada kejadian gas ngowos atau meledak,
tapi kami juga khawatir kalau ada tabung yang tidak beres,” kata Nyonya
Lutfi.

Di Kota Malang, korban luka akibat kebakaran yang terjadi oleh ledakan gas
elpiji yang bocor sudah kerap terjadi. Selama 2010 ini, tercatat lebih dari
enam kasus yang membawa korban luka karena kebocoran gas elpiji. Peristiwa
terakhir terjadi 28 Juli lalu dan menimpa Susriwati, 34 tahun, warga Jalan
Kapri, RT V RW IV, Kelurahan Bumiaji Kecamatan Kedungkandang Malang.
Pedagang nasi pecel ini mengalami luka bakar, setelah ada kebocoran gas
elpiji 3 kg di dapurnya.

Lomba unik 17 Agustusan juga digelar puluhan penyandang cacat dari kelompok
Anggrek Penyandang Cacat Berkreasi (PCB) Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo,
Kabupaten Pasuruan, Minggu (8/8) sore.

Para penyandang cacat ini tidak ingin kalah dari mereka yang bertubuh normal
dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI. Dengan penuh kepercayaan diri serta
semangat, mereka berlomba untuk menjadi yang terbaik saat mengikuti berbagai
lomba seperti makan krupuk, bola contong, joget balon, balap karung dan
lainnya.

Jika biasanya orang berbadan normal berjoget dengan berdiri, mereka terpaksa
dengan duduk. Begitu pula saat harus berlari seperti dalam lomba makan
krupuk maupun bola contong, mereka berlari dengan merangkak, bahkan
ngelesot.

Sedangkan untuk penyandang cacat tuna netra, mereka kebagian menyanyi dengan
iringan elekton yang dimainkan Mauludin, penyandang cacat lainnya.

Dengan segala keterbatasannya, para penyandang cacat tampak merasa
berbahagia dan berbagi ceria di antara mereka dan juga penonton.

“Wong lomba belum digelar saja, kami sudah tertawa-tawa membayangkannya.
Apalagi saat acara berlangsung seperti ini, kami benar-benar merasakan
kebahagiaan,” terang Sapto Juli Ismiarti, Ketua Anggrek PCB. Lomba-lomba
memperingati HUT ke-65 RI ini digelar secara spontan oleh para penyandang
cacat.

http://th1979.wordpress.com/2010/08/09/pesta-rakyat-lempari-tabung-gas/

Kirim email ke