M E R D E K A  !!! ayeuna mah SOMAH tos makin teu walakaya mang H. hn*R3M

Pada 17 Agustus 2011 12:02, Ki Hasan <[email protected]> menulis:

> **
>
>
> Ninggali di TV, dina raraga ngareuah-reuah acara Agustusan,  aya pesta
> unik, ngabalangkeun tabung gas.
> Neangan beritana manggih warta taun kaliwat.
>
> =====
> Pesta Rakyat Lempari Tabung Gas
> akibat+ledakan+tabung+gas<http://id.wordpress.com/tag/akibatledakantabunggas/>,
> ledakan+tabung+gas <http://id.wordpress.com/tag/ledakantabunggas/>,
> resiko+tabung+gas <http://id.wordpress.com/tag/resikotabunggas/>,
> tujuhbelasan <http://id.wordpress.com/tag/tujuhbelasan/>
>
> Merebaknya kasus tabung elpiji yang tidak aman dan mudah bocor hingga
> menimbulkan ledakan yang memakan korban jiwa, dikritisi secara unik oleh
> warga RW 5 Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
>
> Kritik unik akan keamanan tabung dilakukan dengan cara menggelar lomba
> lempar tabung gas elpiji ukuran 3 kg. Acara ini menjadi rangkaian kegiatan
> aneka lomba dalam rangka perayaan HUT ke-65 Republik Indonesia.
>
> “Mengapa tabung gas 3 kg? Karena ini sangat dekat dengan kehidupan warga
> sehari-hari,” terang Darmanto, Ketua RT III, mengenai lomba unik yang
> diselenggarakan warga RW V. “Dan kami ingin menyampaikan kritik kepada
> pemerintah untuk lebih memerhatikan kualitas tabung dan alat yang terkait
> dengan penggunaan kompor gas. Jangan sampai ada korban karena kualitas
> tabung atau regulator atau selang yang tidak bagus,” ucapnya.
>
> Pada dinding tabung berwarna hijau yang digunakan untuk lomba, panitia
> menempelinya dengan tulisan tabung elpiji bocor dan non-SNI. Secara
> kebetulan, tabung yang digunakan memang tabung yang rusak pada bagian lubang
> atasnya dan tidak ada logo Standar Nasional Indonesia (SNI) meski tercetak
> logo dan nama Pertamina di salah satu sisi tabung.
>
> Lomba yang digelar di pinggiran sawah bekas panen itu, berlangsung cukup
> unik. Ibu-ibu secara bergiliran mencoba melemparkan sejauh mungkin tabung
> kosong seberat 5 kg itu. Siapa yang mampu melempar paling jauh, dia
> dinyatakan menjadi pemenang.
>
> Satu persatu, ibu-ibu yang biasa berkutat di dapur dan dekat dengan si
> tabung bulat hijau ini pun beraksi. Ada yang melemparkan tabung seperti
> orang melempar bola boling, yakni mengayunkan tabung dari bawah dan
> melepaskan tabung saat posisi lengan ke atas. Namun ada juga yang bergaya
> ala atlet tolak peluru serta bergaya ala kadarnya , yakni memegang tabung
> dengan kedua tangan dan melemparkannya ke arah depan. Lomba ini dimenangi
> oleh Nyonya Lutfi yang mampu melempar tabung sejauh 6,20 meter.
>
> “Di daerah sini memang tidak pernah ada kejadian gas ngowos atau meledak,
> tapi kami juga khawatir kalau ada tabung yang tidak beres,” kata Nyonya
> Lutfi.
>
> Di Kota Malang, korban luka akibat kebakaran yang terjadi oleh ledakan gas
> elpiji yang bocor sudah kerap terjadi. Selama 2010 ini, tercatat lebih dari
> enam kasus yang membawa korban luka karena kebocoran gas elpiji. Peristiwa
> terakhir terjadi 28 Juli lalu dan menimpa Susriwati, 34 tahun, warga Jalan
> Kapri, RT V RW IV, Kelurahan Bumiaji Kecamatan Kedungkandang Malang.
> Pedagang nasi pecel ini mengalami luka bakar, setelah ada kebocoran gas
> elpiji 3 kg di dapurnya.
>
> Lomba unik 17 Agustusan juga digelar puluhan penyandang cacat dari kelompok
> Anggrek Penyandang Cacat Berkreasi (PCB) Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo,
> Kabupaten Pasuruan, Minggu (8/8) sore.
>
> Para penyandang cacat ini tidak ingin kalah dari mereka yang bertubuh
> normal dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI. Dengan penuh kepercayaan diri
> serta semangat, mereka berlomba untuk menjadi yang terbaik saat mengikuti
> berbagai lomba seperti makan krupuk, bola contong, joget balon, balap karung
> dan lainnya.
>
> Jika biasanya orang berbadan normal berjoget dengan berdiri, mereka
> terpaksa dengan duduk. Begitu pula saat harus berlari seperti dalam lomba
> makan krupuk maupun bola contong, mereka berlari dengan merangkak, bahkan
> ngelesot.
>
> Sedangkan untuk penyandang cacat tuna netra, mereka kebagian menyanyi
> dengan iringan elekton yang dimainkan Mauludin, penyandang cacat lainnya.
>
> Dengan segala keterbatasannya, para penyandang cacat tampak merasa
> berbahagia dan berbagi ceria di antara mereka dan juga penonton.
>
> “Wong lomba belum digelar saja, kami sudah tertawa-tawa membayangkannya.
> Apalagi saat acara berlangsung seperti ini, kami benar-benar merasakan
> kebahagiaan,” terang Sapto Juli Ismiarti, Ketua Anggrek PCB. Lomba-lomba
> memperingati HUT ke-65 RI ini digelar secara spontan oleh para penyandang
> cacat.
>
> http://th1979.wordpress.com/2010/08/09/pesta-rakyat-lempari-tabung-gas/
>
>  
>

Kirim email ke