sekwan jeung dewan GARELA Kabeh
 

         Agus Kurniawan, ST

E-mail    :  [email protected]
Phone    : +62 811 212 708
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
http://www.garutleather.com
http://www.tisata.com




________________________________
From: Ki Hasan <[email protected]>
To: Ki Sunda <[email protected]>
Sent: Friday, August 19, 2011 2:23 AM
Subject: [kisunda] Selingan - Imah Dines 14M?


  
Geuning beunghar jeung berehannya para wakil rahayat Jabar teh.

===

Dulu Rp 2,2 Miliar, Sekarang Rp 13,5 Miliar
Mobil Dinas Gagal, Kini Lewat Rumah Dinas
Kamis, 18/08/2011 - 18:18 
SATRYA GRAHA/"PRLM"
RUMAH Dinas Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara di Jalan Citarum yang masih 
digunakan hingga sekarang. Sekretariat DPRD (Setwan) Jabar mengajukan 
pengadaan rumah dinas baru yang nilainya mencapai Rp...
BANDUNG, (PRLM).- Setelah gagal "memberikan" mobil dinas seharga 
Rp 2,2 miliar kepada Ketua DPRD Jabar, Sekretariat Dewan Perwakilan 
Rakyat Daerah (DPRD) Jabar, mengajukan rumah dinas untuk Ketua DPRD 
Jabar dengan harga fantastis. Setwan meminta dana hingga Rp 14 miliar 
untuk pembelian rumah dinas tersebut dalam APBD perubahan 2011.
Anggota Komisi A DPRD Prov. Jabar Deden Darmansyah mengatakan, alasan setwan 
mengajukan rumah dinas baru itu karena rumah dinas yang ada 
sekarang, dianggap sudah tidak layak ditempati sebagai rumah dinas. 
"Yang saya tahu, nilai yang diajukan adalah Rp 13,5 miliar," ujar Deden 
kepada wartawan, Kamis (18/8) siang di Gedung DPRD Jabar.
Dalam Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) yang Deden terima, 
menyebutkan, dana Rp 13,5 miliar itu untuk pembelian aset tanah dan 
bangunan saja. "Belum termasuk dana renovasi, pengadaan furnitur, 
perlengkapan elektronik dan lainnya. Mungkin dananya bisa lebih dari 
itu," ujarnya.
Komisi A menilai, nilai pengadaan rumah dinas tersebut terlalu besar. Dan bisa 
saja menyakiti hati rakyat. Apalagi masih banyak rakyat di 
Jabar yang hidup di miskin dan tidak memiliki tempat tinggal. "Karena 
itu, jika memang rumah dinas yang lama dianggap tidak layak lagi 
ditempati, kami menyarankan agar menyewa saja dahulu," katanya.
Saran Komisi A itu rupanya diterima Setwan. Setwan pun memilih untuk 
menunda pengadaan rumah dinas mewah senilai hampir Rp 14 miliar. "Dan 
akhirnya pengajuan rumdin itu dipending. Jika memang rumdin yang 
sekarang dianggap tidak layak dan mesti direnovasi, setwan memilih untuk 
menyewa terlebih dulu," ujar Deden.
Sebelumnya, setwan sempat disorot juga saat mengajukan mobil dinas 
untuk Ketua DPRD Jabar senilai Rp 2,2 miliar. Setelah ramai diberitakan, Irfan 
akhirnya mengeluarkan pernyataan bahwa dia tidak akan menggunakan mobil dinas 
jenis Toyota Land Cruiser 4.000 cc tersebut.
Saat itu, pengadaan mobil dinas dalam proses lelang melalui LPSE 
(Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Prov. Jabar. Setelah Irfan 
menyatakan menolak menerima mobil dinas, proses lelang terus berlangsung hingga 
akhirnya menyatakan PT Astra International Tbk-TSO sebagai 
pemenang lelang dengan tawaran Rp 2,012 miliar.
Di laman LPSE Jabar pun tidak ada pengumuman bahwa proses lelang 
dihentikan. Artinya, proses pengadaan tetap berjalan dan pembelian tetap 
dilakukan. Hanya saja, mobil ber-cc besar itu tidak pernah tampak di 
komplek Gedung Sate. (A-128/A-88)***
http://www.pikiran-rakyat.com/node/155627


 

Kirim email ke