Heuheuy deudeuh... (LoL) (Ka moderator punten komentarna mung sabaris...:D)
>________________________________ >From: Irpan Rispandi <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Friday, 19 August 2011 12:37 PM >Subject: Re: [kisunda] Selingan: PNS deui PNS deui > > > >Bosen lah ngurusanan PNS-mah. Anjing menggongong kafilah berlalu, he..he..he.. > >keun we lah, kapanan "jalma anu cidra kana amanah" mah geus puguh sebutanna, geus puguh tempatna engke. > >***Oknum PNS nu teu bener, nu lalaki sing Impoten jeung kusta siah, nu awewena kiih nanah kulitna kesrek irungna sumpung. > >^_^ > >On 08/19/2011 09:23 AM, Deni Indra Kelana wrote: > >>Kamari aya komentar ti Kang Dikdik Kisunda. Ayeuna komentar ti Kang Didik :D >> >> >> >> >>http://nasional.kompas.com/read/2011/08/18/20340772/pns-kerajaan-terburuk-di-indonesia >> >> >>JAKARTA, KOMPAS.com - Pegawai negeri sipil adalah kerajaan terburuk di >>Indonesia. Kinerjanya dalam pelayanan publik buruk setiap tahunnya tetapi >>anggaran negara yang tersedot kepentingan mereka terus membengkak setiap >>tahunnya. >>Pegawai negeri adalah kerajaan terburuk di negeri ini. Dalam survei >>internasional tentang iklim investasi, ranking Indonesia berada di urutan >>ke-115. >>-- Didik J Rachbini >> >>"Pegawai negeri adalah kerajaan terburuk di negeri ini. Dalam survei >>internasional tentang iklim investasi, ranking Indonesia berada di urutan >>ke-115. Pelayanan birokrasi kita tergolong paling buruk di dunia walaupun >>anggarannya naik terus setiap tahunnya," kata Ekonom Didik J Rachbini, Kamis >>(18/8/2011). >>Menurut Didik, tidak semua pegawai negeri sipil buruk. A da sejumlah lembaga >>yang mulai profesional seperti Bank Indonesia. Namun may oritas lembaga >>birokrasi, kinerjanya masih buruk. >>Pada RAPBN 2012 yang total belanjanya Rp 1418,5 triliun, menurut Didik, >>belanja untuk keperluan p egawai negeri sipil yang meliputi belanja barang >>dan belanja pegawai, besarnya Rp 353 triliun. Hal ini tidak masuk akal dan >>menunjukkan rakusnya birokrasi pusat. >>Hal sama, Didik melanjutkan, terjadi pada birokrasi di daerah. Transfer dana >>dari pusat ke daerah , mayoritas juga dihabiskan untuk kepentingan birokrasi >>seperti membangun gedung-gedung pemerintah. Modus serupa diperkirakan akan >>terjadi pada RAPBN 2012 di mana transfer ke daerah besarnya Rp 464,4 triliun. > > > >
